Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
57 - Kabar Kepolisian


__ADS_3

Arman datang ke rumah sakit bersama Sisi dan kedua Mantan mertua nya, semua nya yang baru sampai berdiri di depan pintu, tanpa Bayu sadari kedatangan mefeka.


melihat Karina yang masih tertidur tidak sadarkan diri membuat hati Arman merasa sakit, Ia merasa sangat menyesal karena tidak bisa memberikan kebahagian yang seharusnya menjadi milik Wanita itu.


Karena Napsu sesaat, Ia menghancurkan keluarga yang ia sayangi, kedua cinta nya harus Hidup di luar dengan perjuangan yang tidak mudah.


Bayu mata nya tampak sembab saat memikirkan Istri nya. Sisi lalu turun dari gendongan ayah nya lalu berjalan ke arah Ibu nya.


Bayu pun memangku nya agar ia bisa lebih dekat dengan ibu nya.


"Mama." Gadis kecil itu memeluk ibu nya air mata nya menetes. membaringkan kepala nya di dada ibu nya. Bu Ningsih menangis melihat Cucu nya yang sangat mengharapkan ibu nya segera bangun.


Bayu membiarkan sisi di samping Karina, Ia beranjak berdiri untuk menyalami kedua mertua nya.


"Bagaimana keadaan Karina Bayu?." Tanya Bu Ningsih. Bayu menggelengkan kepala nya dengan wajah yang sayu.


"Kamu harus sabar Bayu, Bapak percaya Karina akan segera sadar." Pak Anwar menepuk Pundak menantu untuk menyemangati nya walau ia sebagai orang tua juga sangat sedih melihat kondisi putri mereka satu satu nya terbaring di sana.


"Iya Pak."

__ADS_1


"Silakan Duduk Mas, Mbak." Sapa Pak Yugo mempersilakan mereka untuk duduk.


•••


Saat Bayu dan Arman mengobrol di depan Karina dan Sisi, Tiba tiba saja Ponsel Bayu berbunyi.


"Hallo."


"Benarkah?, siapa pemilik mobil itu?." Tanya Bayu. sontak kalimat itu mencuri perhatian semua orang yang sudah menyakini itu adalah Telefon dari Polisi yang memberi tahu tentang perkembangan kasus Karina.


Saat mendengar Siapa pemilik mobil yang menabrak Istri nya, Bayu sontak diam syok, Ia lalu melihat Arman, Membuat Arman yang sedang memperhatikan nya bertelepon pun menjadi bingung.


"Sialan." Bayu Mencengkram Kerah Arman membuat sontak suasana menjadi tegang seketika. Bayu melihat Sisi yang melihat nya, Ia menarik Arman keluar agar tidak di lihat oleh Anak kecil.


"Kau punya mobil merah dengan Plat xxxx?." Tanya Bayu.


"Bayu, Apa yang kamu lakukan.""Ia itu punya ku, tapi ada apa?." Tanya Arman.


Buk

__ADS_1


Satu pukulan mendarat di Pipi Arman tanpa tahu apa yang membuat ia hingga di pukuli seperti ini, pukulan itu yang membuat Arman jatuh ke lantai.


Pak Yugo dan Pak Anwar Lekas menahan Bayu yang di Landa penuh amarah saat ini. Tidak ada yang pernah melihat kemarahan yang saat ini pertunjukan Bayu saat ini.


"Tenang lah Bayu, Ada apa denganmu?."


"Pa, Mobil dia yang menabrak Karina."Ucap Bayu air mata ny jatuh karena putus asa. Arman mendengar sangat terkejut.


"Apa kau gila?, Aku tidak melakukan hal itu pada Karina. meski kami bercerai karena aku berselingkuh, Tapi aku sangat mencintai Karina. aku tidak akan melakukan itu."Ucap Arman.


"Bayu, Pak, Karina sadar." Panggil Bu Ningsih yang sontak mengalihkan perhatian semua orang dan lekas berlari masuk ke dalam.


Arman yang berdiri di belakang orang orang tanpa berani mendekat sangat senang.


"Siapa yang mengunakan Mobil ku?." Setelah mengatakan hal itu, Arman teringat sesuatu.


"Olivia."


"Pasti dia yang melakukan ini pada Karina."Ucap Arman. Bayu dan Kedua orang tua itu pun mendengar ucapan Arman. Arman lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu siapa Olivia, Tapi jika dia yang mencelakai Istri ku, Maka aku akan memenjarakan nya."Batin Bayu.


Saat ini yang terpenting menjadi perhatian nya adalah Karina yang sudah sadar.


__ADS_2