
Pagi itu. setelah merasa segar kembali, Karina pun bersiap kembali ke cafe, yang sejak kemarin ia tinggalkan.
"Rin, Nanti kita ke cafe ya, sekarang mau pulang dulu."Ucap Selin pada Karina. Intan yang berada di samping Selin pun mengiyakan juga kalau ia akan ke cafe nanti.
"Makasih Ya Guys, Kalian udah temani aku, Aku jadi ga kesepian kemarin."Ucap Karina.
"Sama sama sayang."
"Kita jalan dulu ya Rin. Sisi Tante Intan dan Tante Selin mau pulang dulu ya, Sisi sekolah yang pinter."Ucap Intan sembari berjongkok di depan Sisi agar sejajar dengan gadia kecil itu.
"Oke Tante." Balas Sisi.
Intan dan Selin pun pamit pulang setelah nya, Karina pun bersiap untuk mengantar Sisi ke sekolah. Tanpa Karina sadar, Olivia berada di dekat sana sedang memandangi Karina.
"Siapa suruh kau masih menerima mas Arman dalam hidup mu, kalau seandainya kau menghindari mas Arman, Aku tidak akan menganggu hidup mu saat ini." wanita itu penuh kekesalan dan amarah menatap ke arah Karina yang sedang akan masuk ke dalam mobil bersama putri nya.
__ADS_1
Karina lalu menjalankan mobil nya lalu sampai ke sekolah Sisi, Setelah nya, Ia kembali menjalankan mobil nya menuju ke cafe nya.
di perjalanan ia pun merasakan sebuah mobil mengikuti nya sejak tadi. karena hal itu membuat Ia agak khawatir dan melakukan kendaraan nya, berharap ia bisa menghindari nya. Namun Tetap saja Mobil itu mengikuti nya.
Tiba tiba saja rasa Takut Karina muncul saat ia teringat kecelakaan yang kemarin menimpa nya. Ia pun takut semua ini karena ada orang jahat yang ingin mencelakainya.
Ponsel Karina berdering.
Karina segera mengangkat telefon dengan perasaan yang was was.
"Karina, kau dimana?."Tanya Bayu.
Mendengar suara Bayu, Karina merasa senang, padahal hanya mendengar suara itu saja. ada kelegaan seolah ia masih ada yang akan melindungi nya jika sesuatu terjadi pada nya.
"Iya Bay. Aku....Aku di jalan menuju ke cafe."Suara Karina terdengar gugup dan terbata bata, Membuat Bayu lansung menebak kalau Karina sedang tidak baik baik saja.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu, Suara mu terdengar. gemetar?." Tanya Bayu.
"Bay, Sebuah mobil seperti nya mengikuti ku entah sejak kapan."Ucap Karina.
"Kau dimana sekarang?." tanya Bayu yang juga jadi khawatir setelah mendengar apa yang sedang di hadapi Karina.
Karina pun segera menyebutkan Mobil nya kini di jalan yang seharusnya bukan menuju ke Cafe nya, Rasa gugup dan tidak fokus karena di Ikuti membuat Karina salah mengambil jalan.
"Tunggu aku, Coba lah untuk mencari tempat aman untuk berhenti. aku akan segera kesana, jangan matikan sambungan telefon ini."Bayu segera masuk ke dalam mobil.
Saat tengah melakukan mobil nya di jalanan yang sepi, Mobil di belakang Karina menyelip nya, Dan kini berada di samping nya, Membuat Karina menelan Saliva nya, entah manusia seperti apa yang ada di dalam mobil itu.
Mobil yang di kendarai Olivia pun ia banting stir ke arah Karina, dengan perasaan yang penuh amarah wanita itu ingin Karina segera meninggalkan dunia ini. Karena hal itu, Karina pun jadi ikut banting stir, membuat mobil yang ia kendarai keluar dari jalanan, dan berhenti saat menabrak sebuah pohon.
"Karina." Panggil Bayu dari balik telefon, Namun sudah tidak mendapatkan jawaban apa pun.
__ADS_1