Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
09 - Tertangkap Basah


__ADS_3

Arman yang sudah tertangkap basah pun tak dapat berkata-kata selain meminta maaf pada Karina.


"Karina, Maafkan aku Karina."Ucap Arman.


Sementara Olivia yang berdiri di belakang Arman pun sangat senang di dalam hati nya, Namun tentu saja ia tetap memasang wajah memelas meminta belas kasihan.


"Sejak kapan mas, Sejak kapan kamu menduakan ku?." Tanya Karina.


"Sayang, ini tidak sengaja, Kami..."


"Sejak Kapan Mas?." Teriak Karina kini tatapan tajam pada Arman.


"Belum lama ini."


Plak.


Satu tamparan mendarat di pipi kanan Arman, Arman pun hanya diam akrena ia tahu ia salah, sementara Olivia tampak tidak terima namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa.


"Karina, Maafkan aku..."


Plak


Satu tamparan lagi mendarat di pipi kiri Arman.


"Buk, jangan buk." Olivia kini buka suara membela Arman.


Karina tertawa melihat Olivia yang membela suami nya, lalu Karina diam lalu mendekati Olivia, Arman melihat akrina mendekati Olivia pun menahan Karina.

__ADS_1


Namun Karinabmenepos tangan Arman.


"Kau mau membela wanita ini?." tanya Karina. Arman terdiam menatap istri nya.


Plak


Plak


Plak


Plak


4 Tamparan lansung di hadiahkan Karina di pipi Olivia sekaligus, Olivia memegangi kedua pipi nya yang terasa kebas.


"Jangan Karina. aku yang salah."Ucap Arman.


"Salah apa aku sama kamu?, Aku sudah menjaga diri ku, melayani kau dengan baik, dan menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anak kita, kenapa kau melakukan ini pada ku Massss....." Teriak Karina.


Intan dan Selin merangkul Karina untuk menenangkan nya.


"Maaf Karina, aku minta maaf, Aku khilaf."


"Aku tak mau mendengarkan perkataan mu, keluar dari rumah ini."Ucap Karina.


"Ini rumah kita Karina, Aku harus kemana, aku ingin bersama mu. aku minta maaf."Ucap Arman masih memohon untuk dimaafkan oleh Istri nya.


"Rumah kita kata mu, kau tahu jelas ini rumah kita, tapi kenapa kau Setega itu melakukan hal menjijikan itu disini dan bahkan di kamar kita, apa kau pernah memikirkan nya sebelum nya?."

__ADS_1


"Karina."


"Pergi...." Teriak Karina.


"Udah Mas, Ayo kita pergi."Ajak Olivia. menarik tangan Arman untuk keluar.


Namun Arman menepis tangan Olivia. Olivia pun merasa kesal dan berjalan pergi keluar sendirian.


"Perempuan Gak Tahu malu, Sampah."Ucap Intan saat Olivia lewat di hadapan nya.


Olivia dikatakan seperti itu hanya diam menahan diri nya dan keluar dari rumah itu dengan wajah kesal.


"Aku Minta maaf Karina, beri aku kesempatan, aku tidak akan melakukan nya lagi."Ucap Arman. Arman ingin memegangi tangan Karina. Namun Karina menjauhi tangan nya laki-laki itu.


"Jangan sentuh aku dengan tangan mu yang menjijikan itu, Aku bahkan tak Sudi melihat mu setelah ini."Ucap Karina.


"Aku tak akan pergi, aku akan tetap disini, Aku mencintai mu Karina."


"Kau tak ingin pergi, aku yang akan pergi."Karina berjalan keluar. Arman masih mencoba menahan Karina, Namun Intan dan Selin menghalangi jalan Arman.


Namun Arman memaksa melewati Selin dan Intan, Namun Karina sudah masuk ke dalam mobil lebih dulu dan mengunci pintu mobil, hingga membuat Arman tak bisa membuka nya dari luar.


Karina lalu menjalankan mobil nya meninggalkan Arman yang masih memohon pada Karina untuk tetap disini.


Intan dan Selin pun lalu menyusul mengunakan Taxi yang sangat kebetulan lewat saat itu.


Karina menangis di sepanjang jalan, tangisan nya menggambarkan hancurnya perasaan Karina saat ini.

__ADS_1


__ADS_2