
Karina menutup kedai di bantu oleh pengawal-pengawalnya tadi, Karina merasa canggung dengan keberadaan orang asing di sekitar nya, namun ia tak ada pilihan, Bayu bahkan tak bisa di hubungi untuk meminta nya memulangkan orang-orang dan mobil nya.
Karena hal itu, Karina hanya bisa menerima nya saja tanpa berani protes, meski karyawan lain nya memandang heran pengawal itu.
Karina Lalu membawa Sisi ke dalam mobil dan membaringkan tubuh putri nya di kursi belakang.
"Mama, ini mobil Papa??" Tanya Sisi dengan mata yang masih mengantuk.
"Bukan sayang, Ini bukan Mobil Papa, mobil Om Bayu, Tidur lah, Kita akan pulang ke rumah sekarang."Ucap Karina dengan lembut pada putri nya.
"Iya Ma." Balas Gadis kecil itu dan kembali menutup mata nya dan kembali tidur.
Karina lalu mengemudikan mobil nya kembali ke rumah, dan tentu saja masih di ikuti oleh mereka.
Saat sampai di rumah, baru lah Tampak mengawal itu pergi meninggalkan Karina.
Karina merasa lega setelah mereka pergi, bahkan takut mereka juga akan menjaga rumah nya, untung nya itu tidak di lakukan.
Saat baru saja masuk dan menutup pintu utama, ponsel Karina berdering. Bayu menghubungi Karina, sejenak ia melihat lalu mengangkat nya.
"Iya."
__ADS_1
"Kamu sudah di rumah?."
"Iya, kenapa kamu melakukan itu Bayu."Ucap Karina.
"Untuk menjaga mu." .
"Dengan pengawal pengawal itu juga??" tanya Karina ketus.
"Tentu, Apa kau ingin aku meminta nya menjaga rumah mu?." ucap Bayu dengan senyuman kecil.
"Bay, ga lucu."
"Baik lah. tapi terima kasih atas kebaikan mu, aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan mu, tolong jangan seperti ini lagi."Ucap Karina.
"Selamat malam Karina."Ucap Bayu mengakhiri sambungan telefon mereka.
"Bayu, kau sangat menyebalkan sekali."Batin Karina. karena pria itu mematikan telefon nya tanpa merespon ucapan nya tadi.
•••
Di tempat lain.
__ADS_1
Arman masih mencari keberadaan Karina, Namun entah kenapa ia merasa sangat sulit menemukan nya.
Arman masuk ke dalam rumah dan lansung di hampiri oleh ibu mertua nya itu.
"Kenapa selalu pulang larut malam seperti ini Arman, Jangan seperti ini, Kamu membuat mama sedih dan Khawatir."Ucap Bu Windi.
"Sudah lah Ma, Aku tidak ingin di ganggu."Balas Arman. Aroma alkohol kini tercium keluar dari mulut Putra nya, membuat Bu Windi menatap tajam Arman.
"Kamu minum lagi?."
"Hanya sedikit Ma, tidak sampai mabuk, Aku ke kamar dulu."Balas Arman lalu berjalan masuk ke dalam kamar, meninggalkan Bu Windi.
Nadia yang melihat dari jauh kakak dan Ibu nya pun menghela nafas berat, Lalu kembali ke kamar nya, Suasana di rumah terasa begitu tidak menyenangkan setelah Sang kakak dan Kakak iparnya bercerai.
Bu Windi mengelengkan kepala nya melihat putra nya yang seperti ini, hanya memandang punggung putra nya berlalu dari hadapan nya.
Semenjak kepergian Karina, Arman selalu pulang dalam keadaan habis minum, hal itu membuat Bu Windi semakin kesal dengan Karina yang ia rasa menjadi penyebab putra nya sampai saat ini.
Bahkan wanita pilihan nya sudah beberapa orang tidak di lirik oleh Arman sama sekali.
Hal ini tentu membangkitkan gairah bu Windi yang ingin Karina benar-benar pergi dari kehidupan putra nya untuk selama nya.
__ADS_1