
Karina menutup Kedai nya dan bersiap untuk pulang, Sisi pun tampak sudah terlelap, dengan hati hati Karina mengendong nya masuk ke dalam mobil. dengan hati hati dan perlahan agar tidak membangunkan putri kecil nya.
Karina masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi dan bersamaan dengan Ponsel nya berdering saat ia sedang memasang sabuk pengaman.
"Iya Bayu."
"Kamu lagi dimana?."Tanya Bayu.
"Baru mau pulang, aku sudah di dalam mobil."Balas karina.
"Sisi??"
"Dia sudah tidur."Mata Karina menoleh ke arah putri kecil nya.
Baiklah, Nanti aku telfon lagi saat kau sampai di rumah. hati hati di jalan ya." Ucap Bayu.
Karina tersenyum. "Baiklah Bay, Aku matikan dulu ya." Balas Karina.
Setelah sambungan telefon di matikan, Karina pun membawa mobil nya meninggal kan tempat itu.
Di Perjalanan menuju rumah, Karina senyum senyum saat ia mengingat bagaimana Bayu memperlakukan nya. Namun rasa trauma di diri Karina karena pernah di selingkuhi oleh Arman membuat Ia masih meragukan kesetiaan Bayu, Apa lagi kedua nya tidak melewati yang nama nya pacaran dan jatuh cinta.
Wajah Karina mengerut, mata nya menyipit saat ia melihat sebuah mobil seperti nya mengambil jalur Jalan nya dari arah yang berlawanan, Karina yang melihat itu pun dengan segera membanting setir secara tiba tiba untuk menghindari mobil itu dan menekan rem saat sudah menepi. Namun kepala nya terbentur dengan keras hingga membuat nya kepala nya berdarah karena benturan itu.
sisi yang saat itu tidur terbangun saat Diri nya seperti ketarik ke depan, Beruntung sabuk pengaman yang Karina pasang sangat membantu menahan tubuh kecil putri nya agar tidak terhempas.
__ADS_1
Namun kejadian tadi membuat Gadis kecil itu syok dan menangis ketakutan. Karina mencoba menenangkan nya, setelah ia memastikan putri nya baik baik saja.
Karina dengan kepala yang masih berat dan pusing karena benturan menoleh ke belakang, ia melihat Mobil yang hampir menabraknya berhenti dan menengok keluar kan kepala nya melihat mobil Karina. Namun setelah nya mobil itu melaju pergi tanpa niat membantu Karina.
Karina tidak bisa melihat siapa orang nya atau pun plat mobil nya, Karina lalu menyandarkan kepala nya untuk menetralkan diri nya, sebelum ia keluar untuk memastikan keadaan mobil nya.
Beruntung mobil hany lecet sedikit karena goresan pada Pembatas jalan.
Karina kembali menyalakan mobil nya dan dengan perlahan ia menjalankan mobil nya.
•••
Keesokan hari nya.
Saat ia mengambil ponsel nya, Tampak banyak panggilan tak terjawab dari Bayu, Karina merasa tidak enak karena ia janji akan bertelefonan dengan Bayu setelah kembali, Namun karena kondisi yang tidak baik, Karina meletakan ponsel nya di kamar nya sementara ia berada di kamar Putri nya.
"Kamu baik baik saja Karina?."
"Kenapa tidak mengangkat telefon?."
"Kau membuatku khawatir."
"Aku akan segera pulang."
Beberapa Isi pesan dari Bayu, membuat Karina tersenyum tipis karena Bayu sangat mengkhawatirkan diri nya.
__ADS_1
Karina segera menghubungi Bayu.
"Hallo."
"Bay, Maaf ya, aku semalam sedang tidak baik, Sisi sakit, jadi aku tidak memegang ponsel." ujar Karina saat Bayu mengangkat telefon.
"sisi sakit?."
"Iya, tapi panas nya sudah turun."
"Syukurlah kalau begitu, kamu membuat ku khawatir, Aku Rencana akan pulang hari ini."
"Jangan Bay, selesaikan saja Kerjaan mu, Aku dan Sisi baik baik saja. Kami bisa menjaga diri."balas Karina.
"Begitu kah??"
"Iya."
"Baik lah kalau begitu, aku tidak ingin kalian Kenapa kenapa, Tapi jika sesuatu terjadi, kamu harus memberitahu ku."Ucap Bayu.
Karina terdiam sejenak, Karena ia tidak bisa menceritakan kejadian semalam pada Bayu, Karena takut laki laki itu akan semakin khawatir.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku."Ucap Karina. Bayu tersenyum di balik telefon.
Setelah selesai berbicara, Bayu pun mengakhiri panggilan telefon karena ada kerjaan yang harus ia selesai kan.
__ADS_1