
Pagi Itu.
Karina sedang menyiapkan sarapan untuk Suami dan Anak nya. Bayu yang datang melihat Lia sedang sibuk pun segera menghampiri dan membantu nya.
Bayu mengambil piring dan mencuci nya.
"Bayu, Aku bisa mencuci nya, jangan sentuh, nanti baju mu kotor." Ucap Karina.
"Gak apa apa, kalau kotor tinggal ganti." Balas Bayu.
Karina pun tersenyum. saat pikiran Karina terbesit kembali adegan malam pertama ia dan Bayu, Karina pun menjadi malu malu.
Saat makanan siap, kedua nya pun duduk di meja makan bersama dengan Sisi.
"Aku akan berangkat malam ini, kalau ada apa apa, jangan sungkan menghubungi ku Karina." Ucap Bayu.
"Iya."
"Apa lagi kalau kau merindukan ku, jangan lupa menghubungi ku juga, Karena Dilan mengatakan rindu itu berat." Kata Bayu lagi dan membuat Lia tersenyum menggelengkan kepala nya.
"Kamu juga hati hati ya Bay, jangan bawa mobil laju laju, santai saja yang penting selamat."Ucap Karina.
"Iya."Balas Bayu tersenyum menatap Karina.
__ADS_1
Tatapan Bayu yang tersenyum menatap nya penuh damba membuat Karina salah tingkah dan segera memalingkan pandangan nya ke arah Sisi. hal itu membuat Bayu tersenyum ingin tertawa.
Selesai sarapan, Karina mengantar Bayu sampai di teras rumah.
"Sisi, jaga Mama ya, Nanti Om Bayu pulang bawa Boneka yang besar untuk Sisi."Ucap Bayu.
"Oke Om." Balas Sisi dengan semangat.
Bayu lalu mengecup kening Sisi, lalu mengecup kening Karina membuat Karina tersenyum dan gugup.
"Aku pergi dulu."Ucap Bayu pamit pada Karina.
Karina dengan senyuman malu malu melambaikan tangan nya pada Bayu. Di sisi lain.
Saat Karina dan Sisi akan kembali masuk, Arman memanggil nya, membuat Karina mengentikan langkah ny. sementara Sisi lansung berlari ke arah ayah nya.
"Papa."
"Sayang."
"Untuk apa kamu kesini?." Tanya Karina.
"Bertemu sisi." Balas Arman.
__ADS_1
"Aku sudah menikah Arman, kalau kau datang di saat suami ku tidak ada, Kamu akan menciptakan kesalahpahaman di antara kami, Selama Bayu suami ku tidak ada di rumah, mohon untuk datang."Ucap Karina.
"Aku tidak ingin ada yang mengatakan hal buruk tentang ku."lanjut nya lagi.
"Tapi bagaimana aku tahu kalau Suami mu ada atau tidak di rumah." Tanya Arman
"Bukan kah kau sudah memiliki nomor ponsel Bayu, hubungi saja dia, Aku tidak keberatan."Ujar nya.
Arman menganggukan kepala, meski agak kecewa karena Ia di larang bertemu dengan Sisi sekarang, Tapi ia mencoba untuk menghargai keputusan Karina.
"Sisi, Papa pulang dulu nak, Ini Boneka untuk mu."Arman memberikan mainan Boneka untuk Sisi.
Sisi sangat senang menerima nya, ia lansung memeluk nya.
"Papa pulang dulu sayang."
"Hati hati ya Pa."Ucap Sisi.
Arman menghela nafas sesak, Ia harus jauh kini dari putri nya, bahkan harus memiliki ijin untuk menemui nya, hal ini sangat sulit, harus berpisah saat baru saja berapa menit mereka bertemu.
Karina melihat Arman berjalan pergi menuju ke mobil nya. semua Karina lakukan karena ia sangat tidak ingin melihat Arman.
dengan status nya saat ini, ia bisa menciptakan peraturan agar Arman tidak terus datang kesini dan hal ini juga untuk menghindari fitnah yang tidak perlu ada.
__ADS_1