Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
33 - Kembali Pulang


__ADS_3

Karina dan Sisi mengantar Bu Ningsi dan Suami nya sampai ke terminal untuk menaiki Bis. Sisi pun tampak sedih saat melihat nenek dan kakek nya akan pergi, karena sudah beberapa lama mereka bersama dan nenek dan kakek nya sangat menyayangi nya, membuat ia merasa sangat kehilangan.


"Ma, Kenapa nenek dan kakek pergi, kenapa ga tinggal sama kita lagi?." Tanya Sisi dengan wajah sedih, mengisyaratkan ia sangat sedih nenek dan Kakek nya pergi.


"Kakek dan Nenek harus pulang sayang, karena ada kebun yang harus di urus, tunggu Sisi libur sekolah kita main kesana ya."Ucap Karina menenangkan Putri kecil nya yang tampak akan menangis. Sisi dengan raut wajah sedih menganggukkan kepala nya.


Nenek dan Kakek yang sudah berada di dalam bis melambaikan tangan nya pada Sisi dan Karina, namun sisi memeluk tubuh ibu nya, ia tidak mau membalas lambaian tangan kakek dan nenek nya karena hati nya sedang sedih dan marah bercampur menjadi 1.


•••


Setelah dari terminal, Karina pun membawa Sisi ke cafe setelah mengantar bapak ibu nya pulang. saat itu cafe pun sudah ramai dengan pengunjung. di tengah kesibukan Karina, Karina kedatangan seseorang yang sangat tak terduga.

__ADS_1


Ia yang tengah sibuk dengan kerjaan di hampiri suara yang tidak asing bagi nya.


"Karina." Suara itu menyebut nama nya, dan membuat wanita itu mengangkat kepala nya untuk menatap siapa yang menyapa nya. kedua mata Karina membuat besar, tubuh nya membeku kala orang itu adalah ibu mertua nya.


"Mama."


Bu Windi melihat sekitaran Cafe itu, dan tersenyum sinis menatap Karina.


"Kamu sangat hebat Karina, baru saja bercerai kau sudah mendapatkan laki-laki kaya lain nya yang lansung membukakan mu resto sebesar ini.",Ucapan penuh sindiran, hanya di balas dengan tatapan dingin Karina.


"Ada Apa Ma?, Kalau mama datang kesini untuk menyindir ku, lebih Baik Mama pulang, Aku sedang sibuk."Ucap Karina.

__ADS_1


"Kamu ngusir saya?, hebat kamu ya, setelah bercerai, sikap buruk kamu keliatan semua."Ucap Bu Windi.


Karina mengatur nafas nya, mencoba menahan diri nya untuk tidak meledak terhadap wanita tua di depan nya.


"Dengar Karina, Arman sampai sekarang masih mencari mu, Aku harap kau segera pergi jauh-jauh, karena saya tidak Sudi kalau kalian kembali."Ucap Bu Windi.


"Aku juga tidak berharap dan tidak pernah ingin kembali lagi pada keluarga Anda. jadi berhenti lah menganggu saya Nyonya."Tatapan Karina kini menjadi tatapan yang tajam, Ia seolah siap memaki wanita yang ada di depan nya itu.


"Sombong bukan main, lihat saja bisa di pegang atau tidak ucapan mu."Balas Bu Windi dan berjalan pergi dari sana.


Saat wanita itu pergi, Karina menghela nafas berat, karena Bu Windi rasa nya sangat keterlaluan.

__ADS_1


Bu Windi masuk ke dalam mobil, sejenak mata nya menatap ke arah Cafe Karina.


"Untung saja dia tidak melihat Sisi, Aku sungguh saat ini tidak mau sisi bertemu dengan nya."Batin Karina yang merasa lega Sisi berada di dalam kamar dan tidak melihat nenek nya ada disini.


__ADS_2