
Kedatangan Arman di pernikahan mereka, membuat Karina sangat tidak nyaman, tidak tenang sama sekali, ia terus memperhatikan Arman yang bermain dengan Sisi. Ia tidak ingin lagi terjadi Sisi di ambil oleh mereka.
Bayu melihat ke arah wanita yang baru beberapa jam menjadi istri nya itu tampak tidak tenang, Sulit pasti bagi Karina untuk menerima kedatangan Arman untuk bertemu dengan Sisi, Tapi Bayu akan membantu nya untuk bisa.
"tidak usah takut, anak mereka yang mengawasi Mereka, Lagi pula Hak asuh sudah jatuh pada mu, dia tidak akan berani sembarangan bertindak."Ucap Bayu menenangkan Karina, Karina menoleh ke arah Bayu, Ia menghela nafas berat dengan pelan lalu ia buru buru seperti itu.
"Aku cuman takut Bay." Balas Karina yang mencoba menenangkan diri nya kalau Arman tidak akan berani macam macam.
Bayu lalu mengulurkan tangan nya pada Karina, Karina yang melihat pun menatap Bayu heran.
"Ayo berdansa."Ajak Bayu.
Karina tersenyum kecil, dengan ragu mengulurkan tangan nya, Bayu lalu menuntun wanita itu ke tengah tengah, Lalu berdansa dengan iringan Music yang hangat.
__ADS_1
Karina malu malu, Namun ia mencoba mengangkat wajah nya menatap Bayu yang juga menatap nya begitu dalam.
Semua mata tertuju pada kedua nya, Beberapa juga ikut berdansa bergabung dengan pengantin baru itu.
Arman yang melihat Karina berdansa dengan Bayu pun merasa sedih, Kini ia sudah benar benar kehilangan wanita yang pernah mengisi hati nya dan juga hati nya, bahkan masih sampai saat ini.
Di tengah kegundahan hati nya, Tiba tiba saja ponsel nya berdering, Ia pun melihat Ibu nya yang menghubungi nya.
"Hallo, Ada apa ma?." Arman mengangkat telefon nya dari Ibu nya.
"Aku rasa Mama sudah tahu aku berada di mana, jadi aku tidak perlu menjawab Mama lagi."Ucap Arman.
"Iya, Jadi kamu masih disana, Untuk apa kamu disana. apa kamu tidak merasa malu, datang tanpa di undang, Bahkan Mama yakin banyak mata menatap kamu sinis dan membicarakan kamu nak."Ucap Bu Windi. Dengan suara penuh penekanan, Ia berharap ucapan nya ini bisa membuat putra sadar dan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Aku sudah menerima kalau Karina menikah dengan laki-laki lain, mungkin ini yang terbaik untuk dia, Tapi Mama tahu kan, kami memiliki anak bersama, Aku datang untuk menemui putri ku Sisi, Dia juga permata hati ku, dia darah daging ku. kalau Mama menelepon ku untuk melarang ku bertemu dengan Sisi, sudah dulu ma."Balas Arman.
"Arman, Mama belum selesai bicara."Ucap Bu Windi.
Namun panggilan telefon sudah di matikan oleh Putra nya. Bu Windi hanya bisa mengendus kesal karena nya.
Bara melihat Ponsel nya setelah mematikan sambungan telfon ibu nya, Melihat banyak panggilan dari Olivia yang ia abaikan sejak tadi. Ia sedang tidak ingin berkomunikasi dengan Wanita yang sudah ia nikah siri itu.
"Papa, Sisi mau tidur."Ucap Sisi.
"Oh iya, Sini, berbaring lah di pangkuan Papa."
Sisi tersenyum, ia pun mengangguk dan membaringkan diri nya di sisi ayah nya. Arman tahu banyak mata yang mengawasi dia dan Sisi.
__ADS_1
Tapi kedatangan nya bukan untuk berbuat hal yang tidak buruk, ia pun membiarkan orang orang suruhan Bayu mengawasi diri nya yang bersama Sisi.