Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
50 - Rencana Jahat


__ADS_3

"Bodo. begitu saja kalian tidak bisa, Aku ingin melihat wanita itu mati, Begitu saja kalian kerjanya tidak becus." kesal nya Olivia ketika orang suruhan nya untuk membuat kecelakaan terjadi pada Karina gagal melakukan aksi nya.


Dengan kesal ia mematikan sambungan telefon setelah ia memaki orang orang suruh nya, Ia memiliki rencana untuk menyingkir kan Karina dan Putri nya, Karena yang ia inginkan, Anak nya nanti akan mendapatkan penuh hak dan Kasih sayang dari ayah nya.


Setelah mendengar Akhir akhir ini, Arman menemui Karina, membuat timbul nya rencana jahat ini, namun semua berjalan sangat tidak mulus, Membuat Olivia merasa sangat kesal karena ini.


•••


Di tempat Karina berada saat ini, kepala nya yang masih luka dan sakit membuat nya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan apa pun.


Sisi seperti mengerti kalau Ibu nya sedang tidak baik baik saja, Saat melihat Karina berbaring lemah di tempat tidur, Sisi datang membawakan segelas air untuk wanita itu.


"Minum Ma."Ucap Sisi.


"Makasih sayang. kamu baik sekali."Balas Karina tersenyum. Sisi pun tersenyum senang.


Intan dan Selin yang mendengar kabar Dari grup saat kedua nya mengajak Karina untuk bersantai lekas datang ke rumah Sahabat mereka untuk memastikan kondisi Karina baik baik saja.


"Rin, Kau membuat kamu khawatir saja, kenapa kau tida menghubungi kamu semalam?." Tanya Intan.

__ADS_1


"Iya Kar, kamu harus nya menghubungi kami, Kalau kau tak bilang tadi, kita gak akan tahu keadaan kamu."Sambung Selin.


Selin dan Intan sangat khawatir saat melihat Sahabat nya terbaring lemah di atas tempat tidur.


"Aku tak mau kalian semakin khawatir, lagian aku dan Sisi baik baik saja, Cuman sedikit sakit saja."Balas Karina.


Selin dan Intan pun hanya diam dengan senyuman tipis.


"Lalu, Apa Bayu tahu?."Tanya Intan lagi. Karina menggelengkan kepala nya, Hal itu pula membuat kedua sahabat. nya menghela nafas berat.


"Dia baru saja berangkat kemarin, Aku tidak mau menganggu kerjaan nya, Kalian jangan kasi tahu Bayu ya. aku tak ingin menjadi beban untuk nya." Tutur Karina.


"Makacih..." Karina tersenyum manja.


•••


"Siapa yang tidak becus??" kedatangan Arman ke apartemen Olivia membuat wanita itu terkejut, Ia menelan Saliva nya dengan gugup menatap Arman yang berdiri di depan nya saat ini.


Tidak tahu apakah Arman mendengarkan pembicaraan nya atau tidak, Jantung wanita itu berasa akan terlepas dari tempat nya.

__ADS_1


"Sayang." Mencoba untuk tetap tenang, Namun muka nya tidak bisa menutupi rasa kaget dan takut nya.


"Siapa yang kamu telefon?." Tanya Arman lagi setelah ia tidak mendapatkan jawaban.


"Oh, Ini teman ku, Aku lagi ngidam sesuatu, Aku meminta Anya mencarikan makanan untuk ku, tapi dia tidak menemukan nya, jadi aku agak kesal." jawab nya dengan sangat terbata bata.


"Meminta tolong pada orang, seharusnya Jangan seperti itu. bukan kah itu tidak sopan." Ucap Arman. Olivia menghela nafas lega dan tersenyum manis.


"Iya, Aku akan minta maaf sama dia, aku terlalu menginginkan nya karena anak kita."Olivia mengelus perutnya.


"Apa yang ingin kamu makan?."Tanya Arman.


"Hanya Buah mangga, Tapi aku ingin yang lansung di petik dari pohon nya."Alasan Olivia


"Nanti aku akan mencarikan nya untukmu."


"Makasih sayang."


Arman berjalan ke dalam kamar lalu membaringkan tubuh ny di atas tempat tidur. hati nya masih kacau, karena ia sangat ingin bertemu sisi dan Karina. Tapi keadaan sedang tidak membiarkan nya waktu yang lebih leluasa.

__ADS_1


__ADS_2