Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
44 - Malam Pertama


__ADS_3

Di tengah kekesalan hati Bu Windi karena Putra nya menghiraukan nya, Tiba tiba saja berdering. Ia sejenak melihat karena nomor tidak di kenal menghubungi nya.


"Nomor siapa ini." Batin Bu Windi.


Ia mematikan sambungan telefon itu, namun ponsel nya kembali berdering, Bu Windi pun memilih untuk mengangkat nya, barang kali ada yang penting.


"Hallo."


"Hallo mama mertua." suara yang familiar terdengar menyapa nya dari balik telefon nya.


"Siapa ini?."


"Masak Mama ga ingat sama aku sih Ma, Aku Olivia, Istri anak Mama."


"Olivia."


"Ah Mama ingat pada ku, Aku sangat senang mendengar nya."


"Berani nya kau memanggilku Mama, Aku tidak Sudi Arman menikahi mu, Sampai mati pun aku tidak akan Sudi punya menantu wanita penggoda seperti mu."Ucap Bu Windi.


Olivia tersenyum senang dari balik telefon nya. "Kalau kau tahu putra mu sudah menikahi ku, Kau mungkin akan mengalami serangan jantung dan mati." Ucap Olivia di dalam hati nya.

__ADS_1


"Iya Mama, Aku hanya ingin bertanya dimana Arman, Aku sedang tidak ingin membuat Mama Marah, mama kan sudah tua, Nanti Mama makin tua karena ini."Ucap Olivia menyindir.


Bu Windi tersenyum sinis kala mendengar Olivia sedang mencari Arman.


"Putra ku sedang bertemu dengan Karina dan anak nya, Kau sudah di pecat, masih saja mencari Arman, tidak tahu malu."Ucap Bu Windi.


Senyuman penuh di wajah Olivia mendadak hilang saat mendengar Arman mencari mantan istri nya.


"Apa?."


"Berkaca lah, Arman bersama kamu karena dia ingin bermain main saja dengan mu, kamu hanya sebongkah sampah yang tidak berguna, jangan berfikir untuk menjadi berlian."Ucap Bu Windi dan segera mematikan sambungan telefon nya.


•••


Sisi yang sudah tidur pun di gendong oleh Arman, Ia lalu mendekati Karina yang sedang bersalaman dengan tamu yang akan segera pulang.


Melihat Sisi Tidur, Karina segera menghampiri Arman.


"Dia sudah tidur, Aku akan pulang karina." Ucap Arman dengan lembut, menatap Karina dengan sedih. Karina menganggukan kepala nya, Mengiyakan.


"Sekali lagi, selamat untuk pernikahan mu, Semoga kamu bahagia bersama Suami mu." Ucap Arman. Teramat berat untuk mengatakan nya.

__ADS_1


"Makasih."Balas Karina pelan.


Bayu dari jauh melihat pemandangan itu, ia tersenyum melihat Karina yang sudah mau membalas ucapan Arman.


Arman pun lalu pamit pulang setelah nya, Karina melihat punggung laki laki itu berjalan pergi dari hadapan nya. Laki-laki yang pernah sangat ia cintai, tapi dia juga laki-laki yang menyakiti nya hati nya begitu dalam.


•••


Karina menidurkan Sisi di dalam kamar setelah mereka pulang dari tempat pernikahan, Bayu pun membersihkan diri nya di kamar.


Kini hati Karina ragu, bagaimana dengan malam pertama nya, Apa ia akan melakukan nya dengan Bayu.


Perlahan ia berjalan keluar dari kamar sisi dengan ragu, selangkah demi selangkah ia berjalan ke kamar nya yang kini menjadi kamar ia dan Bayu, perlahan ia memutar ganggang pintu kamar, pintu pun ia dorong hingga perlahan terbuka. saat pintu itu terbuka dengan sempurna, tampak Bayu sudah siap untuk tidur. Bayu tersenyum pada Karina.


"apa sisi sudah tidur?." tanya Bayu. Karina dengan senyuman tipis nya mengangguk perlahan tanpa suara.


"Bersihkan diri mu, tubuh ku sangat lelah, aku akan tidur dulu."Ucap Bayu.


Karina menatap Bayu dengan heran. Namun sedikit kelegaan di hati nya karena Bayu tidak langsung mengajak nya menuntaskan malam pertama.


Karina lalu berjalan ke kamar mandi dan membersihkan diri nya.

__ADS_1


__ADS_2