Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
24 - Terima kasih


__ADS_3

Bayu dan Karina membawa Sisi makan di warung Yang ada di pasar malam itu. Sisi pun makan dengan lahap nya sendiri.


"Bayu, Terima kasih untuk hari ini, sisi terlihat sangat senang."Ucap Karina.


"Ucapan terima kasih saja tidak cukup."Ucap Bayu.


"Bayu, tolong hari ini jangan membuat ku kesal, Mood ku sedang baik-baik saja saat ini."Ucap Karina mengelengkan kepala nya.


"Baiklah, itu berarti mood mu baik karena aku juga, Aku menolong mu 2 kali."Ucap Bayu.


Karina entah ingin tertawa entah ingin kesal, rasa nya menjadi 1 saat ini.


"Aku dengar kau akan pulang ke desa, dari pada kau pulang kedesa, mau kah kau membantu ku saja, Cafe ku akan bukan bulan depan, Sekarang lagi tahap renovasi, Kau bisa membantu ku mengurus nya?." Tanya Bayu.


Mendengar hal itu, Karina menatap bayu sebelum akhir nya ia mengelengkan kepala nya, menyakinkan diri nya kalau Bayi sedang bergurau dengan nya.


"Aku sedang tak ingin di hibur."Ucap Karina.


"Dan aku sedang tidak menghibur mu, aku membutuhkan bantuan mu untuk mengurus nya, bukan kah teman harus nya saling membantu."Ucap Bayu.


"Kau serius ingin aku mengurus cafe mu??" Tanya Karina lagi memastikan kalau ini bukan candaan.

__ADS_1


"Tentu saja, Aku sedang tak ingin bergurau dengan mu karina. Karena kau sudah bersikap jutek pada ku. cafe ini kita akan bagi hasil saja, Aku akan siapkan tempat tinggal untuk mu dan putri mu."Ucap Bayu.


Mendengar tawaran itu, Tentu saja Karina tidak mau menyiayiakan kesempatan yang datang, bukan karena ia tak ingin Sisi tinggal besar di desa, Tapi karena ia tak ingin membuat Orang tua nya sedih kalau harus kembali ke desa dan menjadi omongan orang-orang. karena dulu saat menikah dengan Arman, Keluarga nya yang miskin sebelum nya tidak pernah di pandang oleh orang-orang, tapi kini sudah jauh berbeda.


"Bagiaman?."Tanya Bayu.


Karina tersenyum dengan antusias. "Aku mau."


"Baik lah, besok kita ke cafe untuk melihat apa apa saja yang kau butuhkan, barang kali ada masukan. sembari kita berberes disana. lalu kita pergi melihat rumah baru untuk mu, Ajak ibu dan Bapak mu ikut serta, bawa mereka jalan-jalan juga."Ucap Bayu.


Karina benar-benar tersentuh dengan apa yang di ucapkan Bayu saat ini, Laki-laki itu benar-benar memberikan nya kehangatan dalam perlakuan nya.


Bu Ningsi dan Pak Anwar yang melihat mereka pulang pun keluar menyambut nya.


"Sisi tidur?."


"Iya Buk."


Setelah membawa Sisi ke kamar, Bayu pun akan segera pamit pulang.


"Terima kasih Bayu."Ucap Karina.

__ADS_1


"Sama-sama."Balas Bayu.


"Pak, Buk, saya pamit pulang dulu."Ucap Bayu. lalu mencium tangan kedua orang tua Karina dengan sopan.


Bu Ningsi tersenyum karena melihat kesopanan bayu.


"Siapa itu Nak?."Tanya Bu Ningsih.


"Teman Bu, partner kerja Karin juga sekarang."jawab Karina.


Bu Ningsih dan Pak Anwar saling melihat. Karina lalu mengandeng tangan kedua orang tua nya duduk di kursi, lalu memberitahu mereka tawaran Bayu untuk nya.


Mendengar hal itu, Bu Ningsih pun ikut senang. "Tapi dia baik kan nak?." Tanya Bu Ningsih yang kahwatie putri nya akan di jahati.


"Tenang saja Bu, Karin nyakin dia baik."Balas Karina. Bu Ningsih dan Pak Anwar pun mengangguk mengerti.


•••


Bantu Like dan Vote nya ya teman-teman, karya ini sedang di ikuti lomba menulis, Mohon dukungan nya untuk tekan 👍 dan ❤️ nya ya.


Makasih semua nya 🙏

__ADS_1


__ADS_2