Di Khianati Di Istana Sendiri

Di Khianati Di Istana Sendiri
28 - Arman


__ADS_3

Hari-hari Arman terasa hambar, Ia masih mencari keberadaan Karina dan Sisi, Sudah hampir 2 Minggu, Karina tidak ada kabar, bahkan no ponsel nya pun tak lagi bisa di hubungi.


Malam itu. Arman ke kantor di mana Intan bekerja, ia menunggu wanita itu di halaman kantor, duduk di dalam mobil menunggu wanita itu keluar.


Saat Intan keluar, Arman lansung berjalan menghampiri wanita itu. Intan yang melihat Arman menghampiri nya pun memutar bola mata malas, Berbalik badan untuk kembali masuk ke dalam kantor untuk menghindari Arman.


"intan, Intan, Tunggu sebentar, aku hanya ingin tanya dimana Karina tinggal saat ini."Ucap Arman.


"Kau tanya pada ku, kenapa tidak tanyakan pada ibu mu yang sudah mengusir Karina dan orang tua nya dari rumah, Aku pikir Karina sudah luka begitu dalam ketika melihat perselingkuhan mu dengan sekertaris mu itu, Tapi ternyata luka Karina lebih dalam karena kau dan Ibu mu sama saja."Ucap Intan memaki Arman. Ia tidak tahan kala mengingat penderitaan sahabat nya.


"Apa benar ibu ku yang mengusir Karina?." tanya Arman. Intan menatap tajam Arman tanpa menjawab pertanyaan nya itu.


"Karina kata kan pada ku kalau ia belum mau bertemu kau, Aku rasa sudah cukup luka yang kau berikan Arman berikan dia sedikit ketenangan, dia itu wanita yang baik, dia selalu menghargai mu, menghormati mu, dan menyayangi mu, menjaga diri nya hanya untuk dirimu seorang. Maaf, aku tidak bisa memberitahu mu."Ucap Intan. bertepatan dengan Angga yang datang untuk menjemput Intan.


"Angga sudah datang." Ucap Intan.


"Intan, paling tidak beritahu aku, aku ingin bertemu dengan sisi putri ku." Namun Intan menghiraukan nya.


Intan pun berjalan melewati Arman begitu saja, Arman terdiam saat wanita itu melewati nya, Tatapan nya sendu, hati pun terluka ketika mengingat Karina menderita karena nya. bagaimana nasib putri nya, apakah ia hidup dengan baik?, semua terlintas ketika mengingat Karina tidak bekerja, bahkan tak memegang banyak uang saat pergi, semua kartu, Atm, semua Karina tinggalkan. bahkan mungkin sepeser pun wanita itu tidak membawa nya.

__ADS_1


"Arman mencari mu?." Tanya Angga saat Intan masuk ke dalam mobil. Intan menatap suami nya dan menganggukkan kepala nya.


"Biarkan dia merasakan kesedihan yang di rasakan Karina juga."


"Aku rasa dia tidak terlalu teluka."Ucap Angga membuat Intan menatap suami nya penuh tanya.


"Maksud nya?."


"Aku Kemarin melihat nya masuk ke gedung apartemen tempat kita, Saat aku mengikuti nya, dia masuk ke kamar seorang wanita, aku tak lihat jelas muka nya, tapi itu mungkin selingkuhan nya."Ucap Angga.


"Sudah ku duga, Arman itu tidak bisa berubah, kata nya masih berharap, tapi dia masih berhubungan dengan wanita itu. Meski dia sudah bercerai, kalau dia berusaha untuk mendapatkan hati Karina, Aku rasa mungkin mereka akan kembali bersama, tapi mendengar hal ini, aku akan selalu berdoa mereka tak akan bersama sama lagi." Ujar Intan.


Intan menghela nafas berat. "Angga, Aku harap kau tidak seperti mereka yang menghianati wanita nya, aku selalu percaya pada mu, tolong jaga kepercayaan ku."Ucap Intan.


Intan tersenyum dan mengangguk. "Amin."


•••


Arman kembali ke rumah setelah larut malam, ia pulang dalam keadaan mabuk berat, ia terus meracau mengatakan hal yang tidak jelas.

__ADS_1


"Mas Arman kenapa minum sampai begini sih."Ucap Nadia yang membantu kakak nya yang berdiri sudah tidak seimbang.


Bu Windi yang melihat putra nya begitu pun mengelengkan kepala nya.


"Kenapa kamu seperti ini hanya untuk wanita kampung itu."Ucap Bu Windi bicara sendiri. Ia lalu menghampiri putra nya, bersama Pelayan dan Nadia membawa Arman masuk ke kamar untuk beristirahat.


Bu Windi kembali ke kamar dan menghubungi orang kepercayaan nya.


"Apa kau sudah Temukan wanita itu, aku ingin tahu seperti apa hidup nya saat ini tanpa Arman bersama nya."Ucap Bu Windi.


"Belum Nyonya."


"Cepat cari dan beritahu saya."


"Baik Nyonya." Jawaban dari balik telefon. Bu Windi mematikan telefon dengan kesal.


Nadia yang mendengar dari Balik pintu mengelengkan kepala nya mendengar ibu nya yang mencari Keberadaan Karina hanya untuk memastikan apakah Karina menderita atau tidak.


•••

__ADS_1


Bantu Like dan Vote nya ya teman-teman, karya ini sedang di ikuti lomba menulis, Mohon dukungan nya untuk tekan 👍 dan ❤️ nya ya.


Makasih semua nya 🙏


__ADS_2