Dihamili Pria Asing

Dihamili Pria Asing
Episode 11


__ADS_3

"Selamat pagi. Ini pesanannya ya, pak. Ada nasi goreng seafood dan es teh. Selamat menikmati," ucap Debora dengan semangat pada pelanggan di meja nomor 7 yang datang dan memesan makanan di restoran tempatnya bekerja.


Dia sebagai waiters, dan harus bersemangat dan bahagia seolah tidak ada beban di pundak yang harus dipikirkan.


Setelah menjumpai meja nomor 7, Debora harus pergi ke meja nomor 4. Ada dua nampan di kedua tangannya. Jika nomor 7 isinya hanya dua menu, nomor 4 ada enam menu. Jadi Debora harus sangat hati-hati membawanya.


Seorang pria bertubuh besar dan tinggi mendadak lewat dan hampir saja nampan itu jatuh dari tangan Debora. Bukan karena Debora lalai. Tapi wajah pria itu, adalah Anggara Mike, pria di malam itu!


Untung Angga langsung siaga menyentuh sisi lain dari nampan dan membuat nampan tidak jatuh dari tangan Debora.


Tatapan keduanya sama-sama menatap satu sama lain. Namun Debora langsung pergi ke meja yang dituju.


Tadi, saat Angga merasa lapar dan memutuskan membeli makanan untuk mengenyangkan perutnya, Angga melihat Debora di restoran 'bahagia'.


Angga langsung memarkirkan kendaraannya dan masuk ke sana.


Entah takdir atau bukan, tapi Angga merasa memang mereka adalah jodoh. Angga tidak berpikir untuk mencari Debora pagi ini.


Dia terlalu lelah semalaman melihat apa yang sudah dilakukannya pada Debora melalui rekaman video yang diberikan sang detektif.


Dan, tanpa diduga-duga, Debora ada di tempat yang tidak terduga untuk ditemukannya.

__ADS_1


Angga duduk di meja nomor 8 dan tak lama seorang pramusaji lain datang.


"Bapak mau pesan apa?" tanya waiters itu dengan ramah.


"Aku ingin wanita bernama Debora Anastasia yang melayaniku," ucap Angga dengan ekspresi datar karena tujuannya datang kemari hanya untuk Debora.


Pramusaji yang bernama Tia itu langsung mendatangi Debora dan mengatakan pesanan pria di meja nomor 8.


"Debo, ada pelanggan di meja nomor 8 yang memintamu menjumpainya," jelas Tia.


Seketika kening Debora mengerut. "Kenapa dia memintaku menjumpainya?" tanya Debora.


"Entah. Aku tidak tau. Dia hanya memintamu menjumpainya dan aku menyampaikan pesan ini."


Tia langsung setuju.


Debora tidak percaya jika yang memintanya datang adalah pria di malam itu. Debora takut karena ketika dia melihat Angga, bayangan akan malam itu terlintas dalam benaknya.


"Selamat pagi pak, apa yang bisa saya bantu?" tanya Debora tetap menunjukkan senyum meski tergolong paksaan karena setiap gerakan Angga, bagi Debora seakan sedang menyentuhnya padahal tidak.


"Aku ingin memesan makanan kesukaanmu."

__ADS_1


Kening Debora mengerut. "Makanan kesukaan saya?" Debora tidak mengerti alur perbincangan Angga saat ini.


"Saya ingin memakan apa yang kamu sukai atau, makanan yang tiap hari kamu makan."


"Maaf, tapi untuk apa?" tanya Debora semakin tidak paham.


"Bawa saja apa yang menjadi makananmu tiap hari."


Tak lama kemudian Debora yang kebingungan pun membawa kotak bekalnya yang hanya berisi nasi yang diatasnya ada telur mata sapi dan sedikit sayur.


Seketika Angga mengambilnya. "Boleh saya makan ini?"


Debora yang tidak ingin pelanggan kecewa meski Angga tidak memesan makanan di restoran itu, akhirnya pasrah tanpa perlawanan memberikan kotak bekalnya.


Saat Debora merasa dia tidak terlalu dibutuhkan lagi, Debora pergi.


"Tunggu," ucap Angga.


Debora kembali berbalik.


"Kamu pesanlah makanan yang akan kamu makan hari ini, semua makanan kesukaanmu di restoran ini. Aku akan membayarnya. Bekalmu hari ini terasa sangat enak," ucap Angga yang membuat Debora merasa aneh.

__ADS_1


...*********...


Tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉


__ADS_2