
"Hal pertama yang harus bisa kamu lakukan untuk menjaga diri adalah jangan terlalu dekat dengan lelaki manapun terutama laki-laki yang tidak kamu kenal."
"Aku tidak pernah dekat dengan lelaki manapun Aku adalah orang yang pemalu dan hanya memiliki satu atau dua orang teman seumur hidupku tapi para banyak laki-laki nakal selalu menggangguku," ucap Debora jujur.
"Lalu, kamu tidak berusaha mencegahnya dengan mendorongnya atau melakukan apapun, gitu?" tanya Angga mengutarakan pikirannya.
Debora menggeleng, "Aku terlalu takut melakukannya," jelas Debora.
Angga menggaruk kepala yang tidak gatal, "Jika Kamu terus melakukan hal ini tanpa sedikitpun perubahan, maka para lelaki itu akan menganggapmu lemah. Menjadi perempuan lemah adalah musibah. Mereka akan selalu mempermainkanmu, mengganggumu bahkan tak segan-segan menghancurkan hidupmu."
Mendadak ingatan Debora terlintas bayangan Satya yang hanya mempermainkannya. ~Mereka akan selalu mempermainkanmu, mengganggumu bahkan tak segan-segan menghancurkan hidupmu~
Mata Debora penuh dengan keterkejutan. Debora tidak tahu kelakuan lemahnya itu dapat menyebabkan dirinya seperti ini;
__ADS_1
hamil dari benih pria yang tidak dikenalnya kemudian malah ditinggalkan dengan alasan tak jelas. Tak lama kemudian Debora malah melihat Satya bersama wanita lain berjalan mesra seolah Satya senang berpisah dengan Debora.
Angga tersenyum senang karena perkataannya tampak didengar dan dicerna dengan baik, maka bisa melihat Debora sedang berpikir tentang kelakuan bodohnya ini. Jadi, Angga kira Iya perlu melanjutkan ke tahap selanjutnya.
"Seperti kataku tadi, aku akan membantumu menghilangkan semua gangguan dari pria brengsek dan mata keranjang di sebelah sana," ucap Angga berjanji.
Mata Debora membulat lebar. Dia jelas terkejut. "Membantuku?" tanya Debora senang. Ia yang sudah mengklaim kalau Angga adalah pria baik yang bisa dipercaya, merasa senang sampai melupakan kalau Angga adalah salah satu pria yang turut ambil bagian dalam sakit hatinya.
"Ya. Kita bisa mulai dengan pelajaran tentang bagian-bagian yang menjadi titik lemah pria. Yang pertama. Dahi. Sebenarnya kalau dahi dan area wajah siapapun kalau dihajar akan membuat dia merintih yang berakhir membuatmu bisa lepas dari kungkungannya. Kita bisa coba pada menekin ini."
"Coba tendang ini."
Debora terdiam bingung. Permintaan aneh Angga membuatnya bingung. "Gimana cara tendangnya? Badanku dan manekinnya aja seperti tingginya kamu dan aku," jelas Debora.
__ADS_1
Angga sengaja menaruh tinggi badan manekin setinggi badannya. Karena ia tau, badannya adalah tinggi tubuh rata-rata leaki di luar negeri. Jadi jika suatu waktu Debora bertemu pria Eropa yang mau macam-macam, Debora sudah mampu melakukannya.
"Sorry aku pegang kakimu." Angga menarik kaki Debora yang membuat Debora panik, seketika langsung memegang lengan Angga.
"Ja-jangan tinggi-tinggi!" Pinta Debora takut.
Setelah menghitung tinggi kaki dan tubuh manekin, kaki Debora bahkan hanya bisa mencapai leher manekin ini.
Apa karena tingginya yang tidak seberapa ini makanya Debora tidak berani bertindak? Takut kembali dihajar? pikir Angga. Dia jelas tidak berani mengungkapkannya langsung. Ia tau wanita akan sangat marah dan tersinggung kalau membahas tubuh dan tinggi badan.
"Baik. Mungkin menendang wajah, tidak terlalu efisien," ucap Angga sambil mengembalikan kaki Debora ke tanah.
"Kenapa?" tanya Debora penasaran.
__ADS_1
*****
Jangan lupa selalu tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉