
Angga tidur layaknya anak remaja. Tidur jam sepuluh malam, bangunnya jam empat. Angga sangat segar hari ini.
"Akhhh…" Angga meregangkan tubuhnya. Kemudian turun dari ranjang untuk mencuci wajah, menggosok gigi dan berganti pakaian. Angga hanya duduk di ranjang seraya berpikir, "Aku akan kemana setelah ini?"
Angga ingat dia terlalu cepat bangun. Dia terlalu bersemangat tidur dan bangun terlalu cepat.
"Apa aku perlu mengunjungi rumah Debora?" Angga ingat di mana percis letak rumah wanitanya itu.
"Kan menarik kalau saat bangun, Debora melihatku." Angga tersenyum penuh arti membayangkan raut wajah terkejut wanita hamil itu.
Angga kemudian bersiap-siap. Dia bahkan mandi air hangat karena pria itu tidak suka mandi terlalu subuh dengan air biasa. Seusai mandi dan berpakaian dia menyemprotkan parfum mahal kesukaannya dan merapikan rambutnya depan kaca.
Angga bersikap layaknya anak muda yang baru mengenal cinta. Padahal usianya sudah 32 tahun.
Hanya dalam satu jam Angga sudah memarkirkan mobilnya di depan rumah Debora. Keadaan rumah di gang itu terang karena lampu depan yang hidup. Tapi suasana sepi menyertai.
Tok-tok-tok.
Angga mengetuk rumah Debora. Tapi tidak ada respon.
__ADS_1
Angga menepuk jidatnya pelan karena merasa kehilangan akal. "Dia kan sedang tidur," ucap Angga seraya tersenyum lucu menertawakan dirinya.
"Lalu bagaimana caraku masuk ke dalam dan mengejutkan Debora?" Angga berpikir keras, tapi tak kunjung berhasil.
Kemudian Angga yang iseng membuka pintu. Seketika matanya membulat lebar.
"A-apa yang terjadi?!" gumamnya seketika panik. Angga paham pintu yang terbuka saat pemiliknya sedang tidur itu berarti ada pencuri yang masuk.
Buru-buru Angga masuk ke dalam, dan saat melangkah, dia mendengar suara teriakan, "Aaakhp!" teriakan yang berujung mulut seperti ditutup.
Kemudian dilanjutkan dengan serangai pria asing. "Jangan teriak! … Gue suka lo, Debora. Udah lama banget! Tapi Lo malah anggap kita sebatas temen. Gua ga terima itu! sekarang, Lo ga punya siapapun yang nolong. Jadi, ayok tidur sama gue sekarang, sayang!"
Angga sangat panik. dia yang marah langsung menarik rambut pria asing itu dan melemparkannya ke tembok.
"Awwwhhh!" terdengar ringisan dari pria asing itu. Tapi Angga tidak peduli apapun selain Debora-nya.
"Ka-kamu kenapa? Kenapa hampir diperkosa orang itu?" tanya Angga panik. Ia tidak berpikir apapun selain keselamatan Debora. Sebenarnya apa yang terjadi pada wanitanya itu kala Debora hanya sendiri?
Tubuh Debora menggigil ketakutan. Wajahnya pucat dan dia seperti ingin bicara tapi sangat sulit.
__ADS_1
Pria asing yang hampir melecehkan Debora itu kesal karena ada orang asing yang mendadak memasuki rumah bahkan menggagalkan rencananya.
"Hiaaa…!" Sebuah power bank dilemparkannya, tapi dengan mudahnya Angga menghindar.
Pria asing itu kesal bukan main, akhirnya dia mulai menyerang Angga dengan jurus yang telah dipelajarinya saat di dunia persilatan.
Angga yang sudah bersabuk 'putih' dalam dunia persilatan pun dengan mudahnya membaca penyerangan pria asing bernama Doin itu.
Semaksimal mungkin Angga berusaha menangkis serangan tanpa menyerang balik. Biarkan saja Doin lelah menyerang tanpa adanya serangan balikan.
"B@bi! Pan***! ***tol! Awas aja Lo! Gua aduin sama bapa gue!" berbagai makian diterima Angga dari Doin yang mengancamnya.
Tapi Angga tidak bertindak macam-macam. Dia hanya peduli pada Debora.
"Kamu tidak apa-apa?" jujur demi apapun. Angga benar-benar merasa panik melihat ketakutan Debora yang semakin menjadi.
***
Jangan lupa selalu tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉
__ADS_1