Dihamili Pria Asing

Dihamili Pria Asing
Episode 25


__ADS_3

"Kenapa ke sini lagi, ada yang perlu ya?" tanya Debora.


"Ada," jawab Angga. Dia mengelus perutnya yang sedang lapar. "Aku mau makan, bukankah aku sudah membantumu tadi? Jadi sepiring nasi dan lauk sudah cukup untukku," ucap Angga penuh senyuman.


Debora diam sejenak. "Kalau untuk makan sih, tidak masalah. Tapi kita 'kan bukan orang yang saling kenal di mata orang lain. Aku tidak ingin hal ini menimbulkan fitnah. Jadi, aku akan memasaknya dan kamu menunggu di luar."


Angga mengangguk paham. "Baik," ucapnya. Angga kembali ke mobilnya dan memutuskan membuka tabletnya saat merasa bosan.


Angga melihat tiga kotak-kotak di layar tabletnya. Kotak-kotak itu bergambar tiga ruangan dalam kamar hotelnya.


Angga memang menaruh CCTV miliknya di sana. Terutama saat mulai curiga kalau Ben akan datang ke sana saat Angga tidak ada. Angga bisa saja mengganti kartu yang menjadi akses masuknya Angga maupun Ben ke kamar itu. Tapi mengganti kartu memerlukan waktu yang lama, dan ia mengerti, Ben tidak sepolos pikiran Angga.

__ADS_1


"Sepertinya letak semua barang sudah berubah," gumam Angga bingung. Ia sempat memfotokan keadaan kamar dari CCTV sebelum pergi.


"Seprainya kenapa lebih berantakan? Dan …, kenapa ada banyak pintu yang terbuka." Angga penasaran siapa yang berani masuk ke sana. Tanpa menunggu lama, Angga segera mencurigai. "Ini pasti ulah Ben."


Jujur, Angga ingin sekali langsung pulang untuk mengecek apa ada yang hilang, tapi ia menundanya dulu. "Debora pasti akan marah kalau tau aku pergi saat dia lagi masak. Mungkin dia akan berpikir aku sedang mempermainkannya." Jujur Angga kapok menyakiti hati wanita itu.


Angga memutuskan melihat video rekaman kejadian selama dia tidak ada di kamar hotel. Video itu dipercepat, dan Angga melihatnya secara benar-benar.


Tok-tok-tok.


"Bisa ga, mobil kamu diparkirkan di tempat lain? Mobil saya ga bisa masuk ke rumah, nih!" ucap wanita ber-make-up tebal itu.

__ADS_1


Angga berpikir sebentar. Bertanya dalam hati, kemana mobilnya ini akan dibuatnya? Lantaran daerah sini saja ia tidak tau secara jelas. Jika tau, sudah sedari tadi ia memarkirkannya di tempat lain.


"Cepat, Mas. Ada pesanan kue yang harus saya ambil dari rumah. Nanti pelanggan saya jadi kecewa," jelas wanita bertubuh gemuk itu.


Angga membawa mobilnya sedikit maju dari posisinya sebelumnya, kemudian menunggu ibu itu memasukkan mobilnya ke dalam rumahnya sehingga Angga bisa memarkirkan mobilnya kembali di depan teras Debora.


Melihat kondisi kembali kondusif, Angga membuka tabletnya kembali Dia melihat apa yang terjadi di sana. Yang benar saja, Brn memasuki kamarnya dan mengotak-atik seisi kamar Angga. Ben juga sempat tampak duduk termenung sebentar setelah mendapat kotak brankas yang disimpan Angga rapat-rapat.


Semua pergerakan Ben diperhatikan Angga dengan saksama. Rasa kesal semakin menjadi dalam hati Angga karena Ben dengan lancangnya memasuki kamarnya "Sepertinya aku harus segera memberinya pelajaran."


...****...

__ADS_1


Hallo🤗 Beberapa hari ini tampaknya tidak ada komentar🧐. Apa cerita ini terlalu membosankan sehingga malas berkomentar🤔 Yuk! tuliskan komentar mengenai isi cerita ini. Supaya Author tau bagian mana saja yang kurang dari cerita ini!


Jangan lupa selalu tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉


__ADS_2