Dihamili Pria Asing

Dihamili Pria Asing
Episode 8


__ADS_3

"Kenapa tidak diminum? Aku sudah lelah-lelah membawanya loh," ucap Cika dengan memelas.


Sebelum Angga menjawab, mendadak terdengar suara dering telepon dari seseorang yang membuat Angga berdiri dan melihat ada nama aLeJi, detektifnya di ponselnya.


"Aku harus pergi sebentar." Angga pergi tanpa menunggu jawaban Cika, apakah wanita itu mengizinkannya atau tidak.


Angga bahkan tanpa sadar menyerahkan lagi botol pemberian Cika dan turun ke basement. Cika terus memanggil-manggil Angga namun pria itu tidak menghiraukannya sama sekali.


Angga terus melihat aLeJi meneleponnya. Setelah merasa aman, Angga mengangkatnya.


"Tam man-man-man-man mong-mong-mong-mong mang-mang-mang-mang." memang bahasanya agak aneh. Dan itu semacam kata rahasia yang tidak banyak diketahui orang.


Angga paham. "Oke, aku akan segera ke sana."


Angga langsung tancap gas. Dia pergi ke hotel yang sama, tempat dia melakukan kesalahan terbesarnya.


"Bagaimana, apa yang kamu temukan?" tanya Angga saat sampai ke kamar VVIP miliknya yang di sana juga sudah terdapat aLeJi.

__ADS_1


"Aku sudah mencari tahu siapa gadis itu. Di sini semua catatan yang sudah kumpulkan selama dua bulan berdasarkan rekaman CCTV yang sudah kusadap dari CCTV hotel ini. Supaya kamu lebih yakin lagi, di sini ada rekamannya."


Hangan berpikir kalau aLeJi menggunakan bahasa orang biasa bicara.


Dia menggunakan bahasa aneh yang jika orang dengar pun, tidak mengerti sama sekali. Tapi Angga mengerti.


Angga menerima semua berkas tentang perempuan yang tidur dengannya malam itu. Dia berharap wanita itu bukan Cika. Karena Angga yakin mereka berbeda.


Angga mulai membuka lembar pertama tentang wanita di malam itu.


Yang pertama dilihatnya adalah foto wanita itu. Rambutnya hitam bergelombang panjang sebahu, kulitnya sawo matang dan tubuhnya sedikit gemuk. Dia tampak tersenyum lebar di sana. Namun bukan itu yang menjadi fokus utamanya;


"Dia …" Angga tidak mampu percaya dengan mata dan pikirannya.


Tak lama kemudian, Angga mengingat tentang kehamilan dan suara detak jantung janin wanita itu, "Berarti itu anakku? Pantas saja terasa dekat."


Angga melihat ke arah detektifnya. "Ini bukan asal-asalan 'kan?" tanya Angga memastikan.

__ADS_1


"Tidak. Untuk apa aku melakukan hal sebodoh itu. Aku sudah dibayar mahal olehmu, jadi ini fakta sebenarnya," jawab aLeJi yang menggunakan bahasa asing layaknya manusia dari planet lain itu dengan yakin.


"Di mana dia berada? Apa alasannya dia naik ke ranjangku dan sekarang hamil anakku?" tanya Angga terus memaksa aLeJi berbicara.


"Semua sudah kutuliskan di sana. Baca dan pahami, ada banyak hal yang akan mengejutkanmu di sana. Dan ingatlah satu hal, tidak semua orang yang kau anggap baik sebenarnya baik. Bisa saja mereka menikammu di saat yang tidak kau duga-duga. Aku akan pergi."


Angga cukup paham dengan maksud detektifnya itu. Tapi dia kurang yakin tentang orang-orang yang disekitarnya yang sedang berusaha menikamnya dari belakang.


Saat Angga melihat nama wanita itu di halaman yang lain, Angga mendapati deringan ponselnya.


"Hallo …"


"Angga! Apa yang kau lakukan pada Cika hari ini benar-benar menghancurkan nama baik keluarga kita!"


Angga mengerutkan kening. "Memang apa yang Angga lakukan, Yah?" tanya Angga bingung.


"Kau sudah meninggalkannya di Hotel. Dia pulang sambil menangis pada Ibumu, aku sangat malu memiliki anak tidak bertanggung jawab sepertimu!" kata Gion, Ayah Angga sangat marah.

__ADS_1


***


Tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉


__ADS_2