Dihamili Pria Asing

Dihamili Pria Asing
Episode 13


__ADS_3

...Sekarang udah hari Senin, aku harap kakak-kakak semua udah kasih vote gratis mingguan sebelum baca bab ini ya, makasih....


...****...


"Kamu yang siapa! Aku ini adek kak Ben!" ucap Cika dengan sombongnya.


"Ih, hanya adek. Aku nih, udah main sama punyanya si Ben," balas teman wanitanya Ben dengan jahil mengurut-ngurut benda pusaka Ben.


Cika semakin kesal. "Kasihan main sama bekas, aku nih udah deluan coba–"


"Ssstt diam deh Cika. Apa yang kamu inginkan, hem?" tanya Ben tidak ingin teman wanitanya tau apa yang terjadi di masa lalunya.


"Kak Beenn … Si Angga langsung keluar waktu tau aku ada di rumah! Terus dia ngomong tentang aku yang bukan wanita malam itu. Untung ibu dan ayah Angga ga percaya sama Angga. Kalau ga, ah … Aku ga tau harus lakuin apa!"


Ben terdiam bingung. Hati kecilnya berkata, Secepat itu dia tau semuanya?


"Ya udah, aku bakal cari tau nanti," jawab Ben dengan santai.


"Iiiiih kak Beeenn. Cika maunya sekarang! Bukan nanti!" teriak Cika kesal.


"Sekarang 'kan masih malam. Lagian sih kamu, datang malam-malam gini," ucap Ben kembali menarik selimut dan tidur.

__ADS_1


"Hah? Malam? Sekarang udah pagi! Kakak buta 'ya?!" Cika membuka gorden yang tertutup dan berdiri dengan marah-marah di depan Ben.


"Ayo 'kak. Tinggalin aja kupu-kupu malam kakak ini dan cari tau tentang Angga!"


Namun Ben tidak berkutik. Dia malah menarik teman wanitanya untuk bercinta di balik selimut.


Cika menggeleng aneh. "Kayaknya kakakku udah gila!" Cika yang tidak mau menjadi nyamuk dalam hubungan terlarang Ben dan wanita ranjangnya itu pun pergi ke luar kamar.


"Dasar kakak yang ga bisa diandalkan!"


Cika pergi ke dapur karena lapar. Siapa tau ada makanan yang bisa dimakan.


"Ga ada makanan? Terus mereka makan apa selama ini. Aku ingat be*cinta itu perlu tenaga, tapi mereka ga punya makanan apapun di sini."


Cika semakin setres melihat kondisi kakaknya yang memang suka bermain di atas ranjang saat waktu senggang.


***


Hari sudah siang.


Setelah bekerja di laptopnya seharian, Angga merasa lapar dan melihat, "Ternyata waktu secepat itu."

__ADS_1


Angga merasa bersemangat hari ini. Setelah tau keberadaan Debora yang baik-baik saja, Ia memutuskan bekerja untuk mengisi harinya yang sangat kaku.


Angga juga memutuskan untuk tidak menghubungi sekretaris nya itu. Apalagi setelah tau kejahatan Ben selama ini.


Ia ingin sekali memindahtugaskan Ben ke tempat terpencil supaya gerak kejahatan Ben dan kelicikan adiknya–Cika semakin sempit. Namun ia masih bingung harus menaruh pria itu di mana.


Angga menyimpan laptop-nya di atas ranjang. Mengambil ponsel dan kunci mobilnya. Ia turun ke basement serta mengendarai mobilnya ke restoran 'bahagia'.


Angga duduk di meja yang sama dengan meja yang pertama kali ia duduki. Melihat keadaan sekitar yang sangat ramai. Banyak waiters yang berkeliaran di dalam restoran. Namun pria itu tidak melihat Debora di sana.


Saat salah satu waiters mendatanginya untuk menanyakan apa yang akan dimakan atau diminumnya, Angga langsung bertanya, "Di mana waiters bernama Debora?"


"Dia tadi minta izin ke rumah untuk makan," jawab waiters yang seketika membuat kening Angga menyatu.


"Biasanya dia makan siang di rumahnya?" tanya Angga penasaran.


"Maaf, tapi anda siapa 'ya? Makanya bertanya banyak tentang waiters Debora," ucap waiters pria itu tidak ingin memberitahu hal tentang Debora lebih banyak lagi.


...*****...


Tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉

__ADS_1


__ADS_2