Dihamili Pria Asing

Dihamili Pria Asing
Episode 31


__ADS_3

Debora masih saja tidak berbicara apapun. Dia benar-benar merasa syok, dan Angga paham akan hal itu.


Kemudian Angga mengambil air putih dan duduk di samping Debora. Dia memberi wanita itu segelas air putih. "Kamu pasti takut. Minumlah dulu, jangan berpikir apapun selain kesehatan mentalmu," instruksi Angga.


Setelah Debora minum, keadaan hening. Angga tidak tau mau mengatakan apa untuk keadaan Debora. Ia paham betul, Debora pasti syok. Dan orang syok, jika semakin banyak ditanyai, dia pasti akan semakin pusing.


Tak lama terdengar suara orang berbondong-bondong dari jauh. Entah bicara apa, Angga tidak tau karena tidak terlalu mendengarnya secara jelas.


Orang-orang itu mulai memasuki rumah, Angga yang penasaran segera keluar.


"Ini dia Pak RT! Dia laki-laki yang mau menodai gadis di perumahan kita!" ucap Doin memutar balikkan fakta.

__ADS_1


Angga yang merasa diancampun langsung membela diri. "Apa-apaan ini. Saya tidak melakukan apapun! Saya justru menolong Debora dari serangan laki-laki ini!" ucap Angga seraya menunjuk ke arah Doin.


"Enggak pak. Jangan percaya sama orang asing! Dia jelas-jelas dari perumahan lain! Walaupun gue ga tau pasti dia dari mana, tapi kita bisa liat, Doin bukan anak akal kayak yang dia tuduhkan itu!"


"Ya udah. Kalau satupun dari kalian ga ada yang mau ngaku, kita tanya aja sama korban," ucap ketua RT dengan tegas.


Doin semakin panik. Debora pasti akan mengatakan yang sebenarnya. "Tunggu dulu. bukan maksud larang-larang. Tapi coba deh pak RT pikirin matang-matang, siapa yang salah. Gue 'kan anak perumahan sini. Ga mungkin aku pelakunya. Gue suka kok joging subuh-subuh. Tadi 'kan pak RT, Gue liat pintu terbuka dan kedengaran suara Debora yang teriak, terus gue datang, tapi langsung dihajar sama dia karna udah ganggu rencana dia!"


Angga terdiam tanpa perlawanan sedikitpun. Dia sedang menganalisa respon semua orang yang berbondong-bondong di sana. Ia paham, setiap perkataanya tidak akan diterima dengan baik oleh mereka.


"Ya kalau bapak-bapak semua percaya, silahkan. Kalau tidak, berarti mata bapak-ibu masih jernih." Angga memberi kalimat gamblang–yang jelas tidak akan mudah dimengerti jika tidak dipikirkan baik-baik.

__ADS_1


"Jangan percaya dia pak RT dan semuanya! Kita harus hukum orang asing ini sesuai ketentuan yang berlaku. Dia udah jahatin anak gadis di perumahan kita ini!"


Wajah Angga tidak berubah sama sekali. Dia tidak takut atau sedikitpun gentar. Ia tau ia tidak salah, dan untuk apa orang yang tidak bersalah harus merasa takut?


"Sebelum itu mungkin saya perlu melihat kondisi Debora-nya dulu." pak RT pergi sendirian.


Pria itu tentu tidak dapat memberi keputusan tanpa belakukan pengecekan terlebih dahulu. Dia adalah RT, meski bagian hukum ada di tangan polisi, ia tidak boleh gegabah karena jabatannya di perumahan ini.


Sementara RT mengecek, Doin mengomel kesal. Hal ini membuat para bapak-bapak yang malam ini bertugas ngeronda itu penasaran, "Kamu benaran nak Do? Dia pelakunya?"


Doin melihat bapak-bapak ngeronda yang malah bertanya hal yang cukup mengganggunya, "Jangan karena dia good looking, kalian jadi lebih memilih dia!" ucapnya sebal.

__ADS_1


****


Jangan lupa selalu tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉


__ADS_2