Dihamili Pria Asing

Dihamili Pria Asing
Episode 38


__ADS_3

Angga yang bingung mau lakukan apa untuk menenangkan Debora dari rasa takutnya.


Setelah berpikir dan akhirnya tau apa yang akan dikatakannya, ia langsung menyentuh bahu Debora dan berkata, "Sekarang aku adalah suamimu. Tidak ada pemerkosaan atau sejenisnya. Sadar atau tidaknya, aku tidak akan melakukan kekerasan untukmu." Angga berharap, kata-katanya dapat diterima dengan baik oleh Debora.


Debora hanya diam. Angga bingung kenapa Debora berlaku seperti ini. Dia yang pusing akhirnya memutar mobil dan mengembalikan Debora ke rumah asalnya.


Terdapat ibu pemilik kontrakan di sana. Dan Angga segera meminta izin untuk mengembalikan Debora supaya bisa tinggal di sana.


"Aku akan membayar berapapun supaya Debora tetap tinggal di sini," kata Angga berusaha menyakinkan Ibu pemilik kontrakan.


Wanita gendut itu mengangkat alisnya dan berkata, "Berapa yang bisa kamu berikan memangnya?"


"Berapapun! Tapi rumah ini akan menjadi milik Debora," pinta Angga.


"Em … untuk rumah ini aku meminta 300 juta! Harga khusus untuk rumah zaman sekarang." Ibu pemilik kontrakan yang haus harta benar-benar memperdaya Angga.


"Jangan!" Debora setengah berteriak. Jujur, dia merasa bersalah kala Angga akan melakukan apa saja untuk dirinya.

__ADS_1


Angga melihat ke arah Debora. Dia tersenyum tipis yang tidak dapat dilihat Debora. Angga sengaja meminta memilik kontrakan Debora untuk sedikit membuat drama dengannya. Dan Angga yakin, Debora yang masih punya hati akan menolak. Dan benar saja, sekarang Debora menolak 'ide' gila ini berjalan.


"Kenapa?" tanya Angga pura-pura tidak tahu dia sengaja berpikir polos supaya Debora tidak curiga dengan akting yang sedang melakukannya.


"A-aku akan tinggal saja di rumahmu saja. Di manapun kamu berada kau akan di situ," ucap Debora canggung.


Jelas aja wanita itu tidak menginginkan rumah ini lagi. Angga sudah sangat baik dalam hal memperlakukannya. Ditambah permintaan gila Debora juga justru ikuti Angga.


Menurut Debora, kali ini dia sudah menjadi orang jahat untuk lelaki yang mau memperbaiki segala kesalahannya itu.


"Ya. Aku mau tinggal di rumahmu saja."


Setelah itu Angga memperlihatkan anggukan kecil pada ibu pemilik kontrakan. Debora masuk ke dalam mobil, dan Angga memberikannya sejumlah uang, meski tidak banyak tapi bisa membantu.


Angga sangat senang sampai dia terus tersenyum lebar sepanjang perjalanan ke Villa milik Angga. Ya, Angga ingin membawa Debora menempati Villanya. Villa yang dibelinya di pulau lain, pastinya akan sangat menyenangkan melihat wanita pertama yang dibawanya tinggal di sana untuk sementara.


Debora tidak menaruh curiga. Karena Angga memasang musik rock yang tentunya membangkitkan senyum orang yang menyukainya. Angga ikut nyanyi untuk memperindah aktingnya.

__ADS_1


Satu jam perjalanan melewati lautan, akhirnya Angga dan Debora sampai ke Villa pribadi Angga.


"Ini Villa-ku. Maaf, Villanya kecil karena Villa ini bukan Villa tetapku. Aku biasanya hanya istirahat beberapa malam di sini. Kamu bisa tinggal di sini dan membangun jaringan dengan para pelayan yang aku tetapkan di sini," jelas Angga merendahkan diri.


"Ya ampun, Angga. Villanya indah sekali. Besar dan luas lagi, apa yang kecil?" Debora mulai berbicara meninggi-ninggikan pemberian Angga. Ini juga dilakukannya untuk menebus kesalahannya karena terlalu mementingkan ego.


"Jadi kamu mau tinggal di sini, angsa putihku?" Angga berbicara dengan suara layaknya anak kecil.


"Iya. Aku menyukainya."


Angga senang melihat senyuman Debora. Meski hanya senyuman kecil, tapi itu lebih baik dari pada sebelumnya.


Angga sengaja mengungsikan Debora keluar dari zona. Karena di dalam zona lokasi mereka, Angga masih perlu menghadapi banyak tantangan.


Angga memang sudah memiliki Debora sebagai Istri sah Agama dan Negara. Tapi Angga belum memiliki restu dari kedua orangtuanya, serta menyingkirkan beberapa pengganggu,


Ben dan Cika.

__ADS_1


__ADS_2