
Angga menghela nafas. "Perempuan itu berulah lagi." Angga memutuskan menyimpan semua berkas yang diberikan detektifnya tadi padanya di brangkas tersembunyinya.
Kemudian Angga keluar dari kamar yang menjadi kamar pribadinya, di hotel itu.
Angga datang ke rumah kedua orangtuanya dengan kesal.
"Dari mana aja kamu, Angga?!" tanya ayah Angga saat Angga baru saja memarkirkan mobilnya di depan rumah.
"Angga hanya me-"
"Sepenting itu kah pekerjaanmu sampai kau lupakan calon istrimu? Dia sudah rela memaafkanmu dan memilih menikah denganmu setelah semua hal buruk yang telah kau buat padanya. Kemana otakmu, Anggara Mike!"
Angga menggaruk tengkuk, dia kesal karena ayahnya selalu berpihak pada Cika.
Awalnya Angga merasa ayahnya melakukan semua ini demi nama baiknya.
Namun setelah tahu kebenarannya, Angga kesal.
__ADS_1
"Hal yang perlu ayah tahu, Cika sudah membohongi kita, Yah. Dia bukan perempuan yang Angga tiduri!" Angga berusaha menyatakan kebenarannya. Namun apa yang diterimanya?
Plak!
Gion menamparnya.
Angga melihat Ayahnya dengan raut wajah kesal. Angga menyentuh pipinya yang merah karena tamparan.
"Apa lagi sandiwara yang sedang kau ciptakan? Setelah menghancurkan kehidupan Cika, apa kau mau lari dari tanggungjawab?!" tanya Gion marah.
"Cika bukan perempuan di malam itu Ayah. Tapi orang lain, tolong percaya pada Angga. Angga … Angga bisa membuktikannya." Angga sangat bersemangat dengan semua bukti yang akan diberitahukannya pada sang Ayah.
Apalagi Angga punya nyawa kecil di rahim wanita bernama … ah, Angga tidak tahu nama wanita itu. Ia tidak sempat membacanya, Angga hanya terpesona melihat perempuan yang sangat mirip dengan perempuan yang dibawanya ke rumah sakit tadi sore.
"Jangan mengada-ngada. Ayah tahu kamu hanya menghindar dari ikatan ini. Cepat temui Cika dan minta maaf padanya. Sekarang Cika adalah tunanganmu, tak lama Ayah akan menikahkan kalian dan memperkuat posisimu di Mike company."
Angga menghela nafas. Bukan dia tidak bisa membantah kata-kata Ayahnya. Namun sekarang dia perlu bukti yang malah ditinggalkannya di kamar hotelnya. Ah, bodohnya.
__ADS_1
Angga masuk ke dalam rumah. Dan Cika, wanita itu terus menangis di samping Amaya, Ibu Angga.
Tak kusangka ternyata Dia sudah berhasil mengambil hati kedua orangtuaku.
Entah mengapa meski Angga tidak mengetahui kronologinya secara jelas, Angga tahu Cika yang merencanakan semua ini. Soalnya gerak-geriknya sangat mencurigakan.
"Angga, ke sini kamu," pinta Amaya dengan mata elang yang seolah berniat menerkam Angga.
Angga mendekat dan tangannya langsung dipegang sang Ibu. "Sekarang Cika udah menjadi tunangan mu yang berarti calon mantu Ibu. Tapi kamu sudah menyakiti Cika yang berarti menyakiti hati Ibu karena kami sama-sama perempuan. Cepat minta maaf pada Cika dan Ibu! Atau kualat nanti kamu ga pernah dapat kebahagiaanmu!"
"Ibu menyumpahiku?" tanya Angga tidak terima.
"Untuk anak sebejat kamu, siapapun jijik dan mulutnya pasti gatal mau terus memaki!" ucap Ibu garang.
Angga menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam, "Sebenarnya yang jadi anak ibu itu siapa sih? Cika atau Angga?"
"Sebentar lagi Cika akan jadi mantu Ibu. Tapi Ibu ga mau anggap dia menantu, Cika adalah anak perempuan Ibu mulai sekarang. Jadi ga ada alasan kuat untukmu meninggalkannya dan menyakiti hatinya seperti tadi!" jelas Ibu.
__ADS_1
***
Tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉