Dihamili Pria Asing

Dihamili Pria Asing
Episode 33


__ADS_3

"Apa benarrr?" goda Angga. Keduanya bersikap seperti anak remaja yang baru kenal cinta padahal Debora sudah berusia 24 tahun.


Tolong jangan menggodaku seperti ini! Hati Debora berteriak di dalam.


Tapi ia tidak berusaha menunjukkannya. Ya kali dia mengaku kalau dia menginginkan hubungannya dan Angga melewati jenjang yang lebih serius.


Jika pun Debora mau, belum tentu Angga juga mau. Debora lelah dibodohi lelaki, jadi untuk Angga, biarkan lelaki itu mengejarnya untuk membuktikan kalau Angga benar-benar serius pada Debora.


"Ya, itu semacam empel-embel. Tapi makasih ya, sudah mau datang menolongku." jawab Debora cuek. Padahal perasaan Debora sekarang sedang tidak baik-baik saja. Jantungnya berdetak tidak karuan saat ini.


Angga tersenyum tipis, "Terimakasih kembali," jawab Angga.


Debora akhirnya melihat wajah penuh senyum Angga. Senyum itu sangat menyejukkan hatinya. "Mungkin kalau kamu tidak datang dan kejadian itu sempat terjadi, mungkin kamu juga akan meragukan keberadaan janin ini."


Angga mengangkat sebelah alisnya karena kebingungan. Dia berpikir sebentar. Kemudian menemukan maksud Debora.

__ADS_1


"Tidak," jawabnya singkat. "Itu tidak mungkin terjadi. Aku percaya janin itu adalah anakku. Aku tau kamu hanya menghabiskan harimu dengan bekerja dan bekerja." Angga berusaha menyakinkan Debora, kalau ia tidak akan peduli omongan miring orang-orang tentang Debora.


Belum Debora menjawab, suara pak RT yang tiba-tiba datang mengatakan, "Kami akan mengurus nak Doin karena kesalahannya. Maaf sudah mengganggu kalian sesubuh ini."


Angga berdiri dan tersenyum pada pak RT. "Terimakasih atas kerja samanya pak. Tapi saya harap hal ini jangan sampai ketahuan seluruh warga. Kita tau 'kan, akan ada banyak gosip yang tentunya akan memperburuk nama Debora di sini," pinta Angga seraya menjabat tangan pak RT. Dia sempat mengeluarkan uang dua ratus ribu sebagai uang tutup mulut.


Merasakan ada uang di tangan Angga yang dijabatkan padanya, Pak RT sangat semangat, "Baik, itu bisa diatur."


Setelahnya keadaan tampak tenang.


"Apa aku boleh tanya?" tanya Debora memulai pembicaraan.


"Hem, ini hanya sedikit pertanyaan. Kenapa saat Doin datang, kamu juga ada di sana tak lama kemudian. Apa kamu berjaga di luar sepanjang malam tanpa kuketahui?" tanya Debora penasaran.


Angga justru mengangguk. "Aku menjaga hatiku tetap untukmu. Aku hanya merasa kamu butuh pertolongan, jadi aku datang eksklusif hanya untukmu," jelas Angga.

__ADS_1


Debora mengerutkan kening. "Maksudmu?"


Mungkin karena sekarang masih sangat pagi makanya otak Debora belum mampu seratus persen mencerna kata-kata. Pikir Angga maklum.


"Semalam aku terlalu kepi–" Angga berhenti. Dia tidak terlalu ingin jujur.


"Kepi apa? Kepikiran aku?" tebak Debora dengan senyum penasaran nya.


Angga akhirnya mengangguk. "Ya. Aku kepikiran kamu. Awalnya, aku hanya ingin datang untuk mengagetkan mu. Rencananya aku masuk ke rumahmu dan terus menunggu hingga kamu bangun. Lalu kamu terkejut. Tidak disangka justru aku yang terkejut melihat kamu hampir diperkosa laki-laki itu. Apa dia memang senang mengganggumu?" tanya Angga penasaran.


"Yaaa, tidak terlalu sering. Kadang-kadang, ya kadang-kadang dia datang dan menggangguku. Tapi perilaku nya yang datang ke rumahku malam-malamndan hampir memperkosaku, sungguh menakutkan."


Bayangan Angga terlintas kejadian saat Doin mulai menempelkan p***snya yang tidak seberapa di dinding v****a Debora.


"Tapi aku senang dia tidak jadi menjenguk janin kita," ucap Angga tanpa sadar.

__ADS_1


******


Catatan Author: Heheh😂 Ini maksudnya apa yaaa😄 Yuk, komentar


__ADS_2