Dihamili Pria Asing

Dihamili Pria Asing
Episode 19


__ADS_3

Matahari sudah semakin meninggi dan panas. Cika sudah menunggu berjam-jam sejak pagi, namun perempuan itu tidak kunjung melihat tanda-tanda Ben dan kekasihnya yang turun dari kamar.


Suara desah@n dan teriakan kegirangan entah sedang mempraktekkan gaya apa, membuat Cika semakin kesal dan telinganya benar-benar panas.


"Nasip buruuukk punya kakak seperti ini!" gerutu Cika sambil melangkah dari ruang tamu setelah memakan habis bakso mercon kesukaannya.


Brak!


Cika mendobrak pintu yang segera membuat pasangan yang sedang memadu cinta itu berhenti.


"Bisa tidak kalian hentikan permainan kalian itu?!" teriak Cika kesal. Aroma keringat dan sperm@ yang berserakan kemana-mana semakin membuat Cika semakin tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada kakak lelakinya itu.


"Kakak tidak ingat kita harus buat apa?! Si Angga sudah tidak mau dekat-dekat sama Cika lagi, kak! Cika ga tau, tapi mungkin Dia udah curiga kalau ada hal yang ganjal! Harus kujelaskan berapa kali kak! Dia bilang aku bukan wanita di malam itu! Kayaknya Dia udah tau kebenarannya. Coba cek kak! Kita tau Angga bukan orang yang akan memaafkan kesalahan kejam kita, jadi kakak harus mengeceknya!" ucap Cika memaksa Ben yang tampak lemah setelah percinta@nnya bersama wanita ranjangnya itu. Cika sampai menarik-narik tangan Ben dengan tangisan, dia benar-benar takut.


Ben yang melihatnya pun perlu minta izin untuk istirahat, "Sebentar lagi. Kakak lemah sekali," ucap Ben.

__ADS_1


Cika menggeleng, "Tadi Cika udah nunggu tapi kakak malah lanjutin kegiatan menjijikan ini. Liat, semua calon keponakanku kakak buang sembarangan! Ada jutaan calon manusia di seluruh kamar ini. Ah, mana bau lagi!" saat datang ke kamar itu, Cika sudah menahan nafasnya dan sekali-kali menarik hembusakannya meski jijik mencium aroma bekas percintaan kakaknya dan wanitanya itu.


"Ayo kak! Jangan di sini lagi! Cepat mandi, aku akan siapin baju kakak!" Cika tidak bisa menunggu waktu yang lebih lama lagi untuk mengetahui alasan Angga mendadak memperlakukannya dengan sangat buruk.


Akhirnya Ben mengikuti perintah adiknya yang luar biasa cerewet. Seraya Ben mandi, dia menatap tajam dan bersedekap saat melihat wanita ranjang kakaknya itu.


"Tunggu apa lagi, pakai bajumu dan pergilah dari sini!" usir Cika kesal.


Namun wanita itu tetap diam dengan wajah tak kalah angkuh.


"Baiklah, aku akan pergi!" Wanita ranjang Ben tentu tidak ingin merapikan apa yang sudah diperbuatnya. Dia hanya wanita ranjang bayaran, bukan pembantu yang harus merapikan sesuatu di rumah orang lain, meski itu perbuatnanya sendiri.


Hanya perlu lima menit Ben sudah keluar dari kamar mandi. Tubuhnya terasa segar, dia melihat adiknya sedang menunggu dengan baju yang digantung di lengannya.


"Pakai semua ini dan cari tau alasan Angga memperlakukanku sangat buruk!" perintah Cika.

__ADS_1


Ben mengangguk paham, dia segera memakai semua pakaiannya dan, terasa ada sesuatu yang kurang.


"Kemana dia?"


"Dia siapa?" tanya Cika bingung. Ben menggunakan nama orang yang tidak pasti.


"Wanita itu."


Cika paham maksud Ben. "Oh, dia. Sudah kuusir."


Mata Ben membulat lebar. "Oh, ya ampun Cika! Dia wanita bayaran, itu berarti dia harus kubayar setelah melakukan tugasnya!"


Cika mengangkat bahu. Dia masa bodoh. "Ya salah dia sendiri mau saja pergi setelah kuusir!"


...*****...

__ADS_1


Tinggalkan komentar sebagai dukungan📝💖 dan beri Vote mingguan jika novel ini cocok dengan selera kalian😉


__ADS_2