
πselamat membaca ...
...----------------...
Hari ini seperti biasa ,di meja makan keluarga Dinar menikmati sarapan pagi dengan tenang . sampai ahirnya Sovia membuka suara .
"Dinar apa benar kamu kemarin berantem di sekolah nak ?" tanya Sovia memandangi putri semata wayangnya .
" Dia yang mulai !" Jawabnya santai.
Nicolas memandangi Dinar dengan menghela nafas pelan .
" Dinar kamu sudah dewasa nak ! sampai kapan kamu bertingkah seperti ini ? .papa nggak mau kamu bikin ulah lagi di sekolah "
Gadis itu hanya melirik sang papa tanpa menjawab.rasanya males banget mendengar ceramah orang tuanya sepagi ini. bikin moodnya menghilang.
"pagi pagi udah ceramah . berasa anak tiri gue" batin Dinar sambil mengunyah roti isi di mulutnya.
"Dinar .dengarkan kalau papa lagi ngomong !" tukas Nicolas .
Ahirnya benteng pertahananya untuk tetap bertahan di meja makan runtuh. Dinar meletakan roti isi yang di pegangnya . berdiri menenteng tas berlalu melangkah untuk secepatnya berangkat sekolah.
"Dinarr!!!" teriakan Nicolas membuat Dinar menghentikan langkahnya" mau kemana kamu ?!" sambungnya .
" Sekolah " jawabnya simpel ,kembali melangkah
" Habiskan sarapanmu dulu sayang !" perintah Sovia .
Namun Dinar tak menggubris ucapan Mamanya.
"Mama lihat ! " Nicolas menatap Sovia " ini karna mama terus memajakannya seperti Ibuku " Tukas Nicolas .
" Pa... bagaimana pun Dinar anak kita satu satunya ." Sovia memegang tangan Nicolas .
" Tapi tidak harus selalu memanjakanya ma ."
Sovia tersenyum menatap sang suami " Pa.. kita kerja keras seperti ini kan juga buat Dinar "
" hmmmm ... selalu seperti itu " Nicolas memilih diam jika Sovia sudah mengatakan hal itu . seakan akan kata yang Sovia ucapkan adalah . senjata ampuh untuk membuatnya diam .
__ADS_1
...----------------...
Di sekolah DARMAWANGSA. hari ini Dewa sudah mulai masuk ke sekolah . setelah masa hukumannya selesai. dengan motor sportnya Dewa memasuki gerbang sekolah .melajukan motornya melewati Gavin and the gank yang duduk di atas motor mereka masing masing .
" Lah .. tu si kunyuk dah masuk Vin? " tanya Leo sambil menunjuk ke arah laju motor Dewa.
" Bukan urusan gua ! " jawab Gavin dengan muka datar.
" Wahh .. hawa hawanya bakalan panas lagi ni sekolah kita ! secara temen gua sang pangeran tamvan ini nih" Awan menepuk nepuk bahu Gavin " kagak pernah akur ama Dewa Cinta ! jhaaaahahaha!" Awan ketawa ngakak.
" Diem lu!!!" Gavin menatap tajam. Awan langsung menutup mulutnya π€.
Dewa berjalan dengan gaya cool nya dia. Gavin hanya menatapnya tajam setajam silett. wkwkwk.sedangkan Dewa hanya menyunggingkan senyum π. melewati nya .tanpa menoleh.
Gavin terus menanatap dengan perasaan emosi. mengepalkan kedua tangannya . karna selama ini Gavin dekat sama cewek di sekolahnya selalu berahir dengan penghianatan mereka dengan Dewa . sampai ahirnya mereka jadi Rival abadi .
"Sabar ngabbb... sabar..." Leo menepuk bahu Gavin.sampai ahirnya Dewa menghilang dari pandangan mereka . ..
Tiba tiba Awan menatap lekat wajah Gavin . menangkup dengan kedua tangan di putarnya ke kiri dan ke kanan.
Leo menatapnya heran ." Lu ngapain si?
" Kalo di pikir pikir kadar ketamvanan sang pangeran tamvan ini ama si Dewa cinta sebelas dua belas " sambungnya
"Bangsat lo !!!" Seketika Gavin menyingkirkan tangan Awan dari wajanya.
Leo menimpuk bahu awan dengan tasnya " Ehh mendung itu cocor di jaga kalo ngomong ! ngasal aja !!! .lu nggak liat ni hawa hawanya udah horor ! di gampar mampus lu "
" Lu pikir gua bebek ! di kata cocor " sahut Awan tak terima .
Mereka bertiga menghentikan perdebatanya saat mobil sport putih melaju memasuki gebang sekolah mereka .
pandanganya fokus mengarah kemana mobil itu melaju. hingga mobil sport itu berhenti di tempatnya .pandangan mereka tak berpaling .
" Vin kira kira siapa yang turun dari mobil itu?" tanya Leo pandanganya masih tak berpaling .
" Pasti anak sultan " timpal Awan
" Mana gua tau! emang gua supirnya! dah ah gua cabut " jawab Gavin yang turun dari motornya .
__ADS_1
baru berapa langkah Leo menghentikanya. menunjuk arah mobil terparkir.
seorang gadis cantik turun dari mobil itu. siapa lagi kalo bukan Dinar. seketika mulut Awan dan Leo menganga tak percaya .
" mata gua gak salah lihat kan ?? itu..." gumam Awan menoleh pada Leo, tangannya menunjuk dimana Dira berada.
" Tunggu Vin ! " Leo menarik kerah jasnya ." lu liat noh .. siapa yang turun dari mobil"
Gavin berbalik . pandanganya mengarah di mana mobil tadi berhenti . sama terkejutnya dengan kedua bestie nya .Gavin melongo tak percaya dengan apa yang di lihatnya .tapi benarlah itu memang Dinar .
" Itu.. ?? Bukanya dia si anak baru itu? " tanya Gavin .tangannya menunjuk Dinar dan menoleh pada dua temanya .
" La emang yang lu liat siapa ? Prili Latuconsina !" Celetuk Awan.
seketika Leo nabok kepala Awan . yang cocornya gak ada remnya.Awan hanya meringis mengelus kepalanya yang agak sakit akibat ulah Leo..
Dinar yang melihat dirinya di perhatikan .berjalan dengan gaya khasnya .sampainya di depan tiga cowok yang melihatnya dia berhenti sejenak .seketika ketiga cowok itu jadi salah tingkah .
"Hai bidadarinya abang " awan melambaikan tangan pada Dinar sambil tersenyum lebar.
Sedangkan Gavin dan leo masih tetap pada posisinya .Dinar menyunggingkan senyum di hadapan mereka .
" Gak pernah liat orang naik mobil !" ketus Dinar langsung berlalu melewati mereka.
" Huwww cantik cantik judes amat !" gumam Leo
"aku semakin penasaran sama gadis ini. kita lihat nanti" batin Gavin dengan seulas senyuman
Dan ahirnya mereka dan semua siswa siswi masuk ke dalam kelas masing masing. karena bel tanda masuk sudah berbunyi.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
jangan lupa like .. dantinggalkan jejeak yak!πππ
__ADS_1