Dinara The Arrogant Girl

Dinara The Arrogant Girl
24


__ADS_3

πŸƒπŸƒπŸƒselamat membacaπŸ’β˜•πŸ’˜πŸ‘


...----------------...


setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh .Akhirnya Rehan sampai di mansion keluarga mereka . Rehan buru buru masuk . namun di hentikan oleh Gavin .


"Re tunggu !"


"apa lagi ?"


Gavin menyodorkan tas milik Dinar sambil nyengir .Rehan hanya menghela napas .


Dengan cepat Gavin mengendong Dinar masuk .


kedatangan mereka di sambut Imas . asisten rumah tangga yang imut dari desa. usianya tak jauh beda dengan Gavin. kebetulan Imas lagi kebangun dari tidurnya.


" mas Rehan bawa tas siapa mas ? " tanya Imas yang melihat Rehan menenteng tas wanita.


pandangan mata Imas mengarah pada Gavin " lha .. itu mas Gavin ?" Imas menunjuk ke arah Gavin yang sedang menggendong Dinar .


" Gak usah cerewet bisa nggak Mas ? " Imas reflek menutup mulutnya dengan tangan


"mending cepet siapin kamar tamu " imbuh Rehan .


" kelamaan ! " ketus Gavin langsung membawa Dinar menuju kamarnya .


" lha .. Vin mau kemana ?" tanya Rehan heran.


" Mas Gavin .. yahh...."


Reyhan dan Imas buru buru menyusul Gavin di kamarnya . Gavin membaringkan Dinar di atas Ranjangnya dan menyelimuti tubuhnya ..


" Vin kenapa lu bawa ke sini ? rumah kita kan ada kamar tamu " ucap Reyhan .


" nih punya lo udah nggak di butuhkan ! "


Gavin melempar jas yang di gunakan untuk menutupi tubuh Dinar tadi .


" la emang ngapa si kalo di kamar gua ?" tanya Gavin sambil berkacak pinggang .


Rehan mencubit dan menarik pipi adik tamvan nya itu.


" A... agkhh ... sakit sakit ! " rengek Gavin


" Kalo Dia tidur disini lu mau tidur di mana ?"


" hooh mas lagian nanti kalo Bapak sama Ibuk tau ,Mas Gavin bisa kena omel " sahut Imas

__ADS_1


" Dasar Ikan Mas . ya kalo lo nggak bilang mereka gak akan tau ,gimana si ! " mendengar omellan Gavin ,Imas hanya nyengir kuda .


" lha.. itu muka mas Gavin kenapa bonyok semua gitu ? abis berantem mas ?"


" Berisik ! " ketus kakak adik barengan .seketika Imas diam .


" lagian dah dari tadi juga baru nyadar" imbuh Gavin


" gua tidur ma lu ya Bang ? " Rayu Gavin ..


" KAGAK ADA !" ketusnya .


" lu aja tidur kamar tamu sono " sambung Rehan


" Kamar tamu kan belom Imas bersihin mas " jelas Imas .


" noh dengerin kata Imas . Boleh ya Bang ?"


" Gak Gak ! enak aja .. giliran ada maunya aja manggilnya bener "


" yaudah gua tidur sini di sofa ! gampang kan " usul sang adik


"Jangan! " ucap Imas dan Reyhan barengan .


" kata simbok kalo laki laki dan perempuan berada dalam satu kamar dan bukan muhrim , nanti ada setan lewat bahaya mas Gavin " jelas Imas


" Ya udah lo tidur bareng gua . awas lu ! jangan tidur sini . gua ke kamar dulu "pamit Rehan


" yaudah Imas juga pamit mas mau lanjut istirahat . mas Gavin juga cepet istirahat besok masih harus sekolah jangan lupa itu lukanya di obati dulu " Imas pun berlalu dari kamar Gavin.


kini tinggallah Gavin dan Dinar di kamar . Gavin pelan pelan mendekat duduk di tepi ranjangnya .tanganya mengelus kepala Dinar .entah mengapa tiba tiba Gavin membungkuk dan mencium kening Dinara Tanpa sadar.


bibirnya membentuk sebuah senyuman .


"mimpi indah Dinara "


setelah mengatakan itu Gavin menuju kamar kakaknya untuk beristirahat


...****************...


Di mension keluarga Dinar . Darmi dan ujang sibuk mondar mandir .memikirkan nona mudanya sampai sekarang belom pulang juga .


" Jang ! ini udah jam tiga , kenapa non Dinar belom pulang juga " ucap Darmi panik .


" ya mana Ujang tau . tadi kan pergi ama mas Dewa "


" iya tapi kenapa sampai sekarang belom pulang juga "

__ADS_1


" udah biasa kali di luar negeri sono kayak gitu !"


Darmi melotot ke arah Ujang " ya jangan di samain ama di so Jang ! cepet telpon Tuan "


Ujang segera menelpon Nicolas .


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž


" hallo pak bos "


πŸ“ž " kenapa Jang ? ini saya Sovia "


" Oh .. maap Nya .ini .. non Dinar belom pulang ampe sekarang "


πŸ“ž" sampai sekarang ?"


" iya nya " jawab Ujang sedikit takut.


πŸ“ž" coba saya telpon Dewa ya Jang . soalnya tadi perginya sama dewa "


" baik nya "


.....


" Bagaimana Jang ?" tanya Darmi


" kita tunggu aja . barusan nyonya mau tanya ama mas Dewa"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


jangan lupa like πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2