
selamat membaca 😉
...----------------...
...----------------...
suasana pesta semakin meriah setelah beberapa rangkaian acara , juga acara tiup lilin . Malam ini keluarga Darmawangsa begitu baghagia ,apa lagi setelah memperkenalkan Dinara sebagai pewaris tunggal dari DARMAWANGSA GRUP .
setelah rangkaian acara seluruh tamu undangan menikmati sajian yang telah di hidangkan .terlihat orang tua Dinara pun berbincang bincang dengan para tamu undangan .
sedangkan Micell lebih dulu pamit meninggalkan pesta ,untuk mengantar Lily pulang setelah acara tiup lilin selesai .
kini terlihat Dinara sedang berdiri di tepi kolam . menikmati suasana malam pesta.
dari kejauhan Gavin terus memandangi Gadis Cantik itu dengan segelas wine di tangannya .senyuman terus mengiasi wajah tampannya .
" Bagaimana bisa gadis sepertimu bisa tampil begitu manis malam ini nona , semuanya berbanding terbalik dengan dirimu sehari hari " batin Gavin
Dewa yang melihat itu berjalan menghampiri Gavin dengan memainkan segelas wine di tanganya . sementara tangan kiri dia masukan ke saku celananya .
ia berdiri tepat di samping Rivalnya . sementara Gavin tetap pada pandangannya saat ini dia tak berkata apapun.
" setelah malam ini gue akan berusaha mendapatkannya " ucap Dewa
namun Gavin tak merespon , dia malah meneguk wine di tAnganya .
"gue gak peduli dengan setatus lo sebagai pewaris RA Company . lebih baik lo mundur . dari pada lo sakit hati untuk kesekian kalinya! ngerti " Ancam dewa
namun Gavin tetap tak merespon ucapanya .setelah itu Dewa berlalu meninggalkan Rivalnya . dan berjalan menuju tempat dimana Dinara berada.
__ADS_1
Gavin hanya tersenyum miring mengingat apa yang di ucapkan Dewa barusan . ancamanya sama sekali tak membuat dirinya mundur untuk mendapatkan hati Dinara.
" kita lihat kali ini siapa yang akan menang dalam permainan ini ! tunggu lah rasa sakit yang kudapatkan darimu akan aku kembalikan padamu ! " batinya sambil menenggak minumanya .
tiba tiba suara sang kakak mengagetkanya dari arah belakang .
" Di sini kau rupanya ! " Rehan menepuk bahu Adiknya
" ngapain lo di sini ?" tanyanya
"hanya melihat srigala mendekati mangsanya !" jawab Gavin yg tetap setia dengan pandanganya
Rehan menatap ke arah pandangan Gavin . kedua matanya menangkap sosok Dewa dan gadis yang di cintai adiknya di sana .
" bukankah itu laki laki yang berada di GREEN HOTEL waktu itu ?" tanya Rehan , Gavin mengangguk
" apa tak ada hal lain yang bisa kau lakukan selain menggeleng dan menganggukan kepalamu " protes Rehan
Gavin menoleh ke arah Kakaknya dengan berkata singkat ." tidak ada !" lalu meninggalkan Rehan
" eh ... lo mau kemana ?" tanya Rehan melihat Gavin meninggalkanya .
" ATLANTIS ! " jawabnya singkat
" sekalian aja ke kutub utara ! entah dulu Mama ngidam apa sampai jadi anak seperti dia "
Rehan menghela napas melihat kelakuan adiknya . dengaan terus menggerutu di dalam hatinya . diaengikuti Gavin dari belakang .
...----------------...
__ADS_1
Di lain tempat Dewa terus memandangi gadis cantik di hadapanya saat ini . siapa lagi kalo bukan Dinara . hingga Dinara Risih terus mendapat tatapan seperti itu .
" apa tak ada hal lain yang bisa lo kerjakan selain terus menatapku !" ketus Dinara
" tidak ada !" jawabnya singkat.
Dinara menatapnya tajam . dan melangkah ingin pergi dari tempatnya saat ini . namun dengan cepat Dewa menarik tanganya hingga saat ini Dinara berada di pelukan Dewa.
Dewa mengulum senyuman . namun Dinar segera mendorong tubuh Laki laki itu hingga menjauh darinya . Dinar yang merasa geram sontak memaki nya .
" menjauh dari hidup gue !dasar cowok Gila !kalo bukan karna Bokap ,Nyokap lo ,gue udah tendang lo keluar dari Mansion gue "
" bukankah Orang tua kita sama sama setuju kalo kita berhubungan lebih dekat ?" Dewa mengatakan itu dengan penuh keyakinan .
Dinara yang mendengar itu tiba tiba tertawa dengan begitu manis .berjalan mendekati Dewa , menyilakkan Rambut nya ke belakang telinga . dan menatap wajah Dewa.
" gue rasa lo terlalu banyak imajinasi tuan muda ! " Dinar metap kedua matanya dan sesaat kemudian dia berteriak .
" jadi bangunlah dari mimpimu sekarang dan jangan berhayal !!!" teriak nya lansung meninggalkan Dewa sendirian di tepi kolam.
Dewa tersenyum menatap punggung Dinara menjauh dari tempatnya berdiri saat ini . entah mengapa dirinya semakin menginginkan gadis itu . Gadis yang sejak awal ketemu telah mencuri perhatiannya .
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1