Dinara The Arrogant Girl

Dinara The Arrogant Girl
17


__ADS_3

πŸƒselamat membaca


...----------------...


Di kamar cowok paling tamvan di sekolah DARMAWANGSA sedang bermalas malasan di ranjangnya sedari pulang sekolah.siapa lagi kalo bukan Gavin.pandanganya mengarah ke langit langit kamar yang bisa di bilang besar.,Gavin masih memikirkan apa yang dia lihat tadi siang. entah mengapa pikiranya di penuhi Nama Dinar.


sementara Reyhan bersandar di pintu kamar Gavin sambil memakan apel . memandangi Adik kesayangannya .ngoceh seperti orang gila. Reyhan adalah kakak dari Gavin .


Gavin mengambil guling di sebelahnya . memandang guling yang selalu dia peluk .


" eh.. guling lu tau nggak mereka ada hubungan apa ? kasih tau gua napa ling ?


Gavin seperti orang setres ngomong sendiri sama gulingnya . kali ini dia mendudukan dirinya .masih asik memandangi guling yang ia pegang.


" lu ngomong kek . jangan diem aja ling " Gavin melempar gulingnya dan mengacak acak rambutnya.di ambilnya lagi guling yang baru saja dia lempar.


" ngomong kek ling. .. ngomong...apa lu nggak mau di panggil ling , maunya di panggil gul biar lu mau ngomong..."


" gua rasa lo udah mulai gak waras ." Reyhan tiba tiba masuk mengagetkanya .


" sejak kapan lu di kamar gua ? "


" sejak tadi . yang pasti gua denger dari awal lu ngoceh gak jelas !" Reyhan merebahkan tubunya di sebelah Gavin.


" ya Tuhan sadarkan lah adiku . jangan biarkan dia gila Tuhan " Reyhan menadahkan tangan .


" lu kalo ngomong di saring kek . " Gavin memukul Reyhan dengan bantal .


" Lagian segala guling di ajak ngobrol. sungguh tingkat kewarasanmu melebihi batas . gua salut sama lu ." Reyhan menggigit apel lalu mengacungkan jempol ke arah Gavin.


" gua heran ya . punya abang gak ada baik baiknya sama gua . "


Gavin yang merasa jengkel dengan sang kakak menarik tanganya .dan menyeretnya keluar kamar .


" lu .. keluar dari kamar gua ! kalo gak gua nggak mau bantuin lu lagi buat boong sama papi ! dasar abang gak ada ahlak ! " teriak Gavin

__ADS_1


setelah menyeret Rehan keluar dari kamarnya Gavin mengunci pintunya .


" ganggu aja bisanya " gumamya .


...----------------...


malam ini di mension keluarga Dinar makan malam sudah siap . berbagai hidangan sudah tertata rapi di meja makan .hanya tinggal menunggu kedatangan keluarga Ardinata .


Dinar nampak cantik dengan dengan riasanya malam ini.


tak lama tamu yang di tunggu tunggu akhirnya datang .Nicolas dan Sovia menyambut kedatangan keluarga Johan Ardinata .


" selamat malam tuan Nicolas . maaf kami terlambat " ucap Johan.


" tidak masalah .. ayo silahkan masuk " Nikolas mempersilahkan .


mereka langsung menuju meja makan .sambil ketawa bersama . layaknya rekan bisnis bila bertemu .


" o .. ya .. Jo kenalkan ini Dinara . putriku satu satunya ." Dinar ini om Johan dan tante Jeni . mereka rekan bisnis papa "


" apa kalian hanya berdua saja ?" tanya Sovia


" maaf Nico , Sovia . aku rasa putraku sedikit terlambat . mungkin sebentar lagi sampai .'


" tidak masalah . ayo ..silahkan duduk .. kita mulai saja makan malamnya" ajak Sovia .


" tau aja kalo cacing cacing di perut kita udah bunyi ya ma " canda Johan


canda tawa menghiasi ruang makan malam ini.Dinar merasa sedikit jenuh . dalam hatinya kapan makan malam nya akan selesai.


Tak lama putra Johan dan Jeni akhirnya sampai .


" maaf mom ,dad.. tante ,om saya terlambat "


semua orang melihat ke arah sumber suara . terkecuali Dinar .matanya membulat ketika melihat siapa yang barusaja datang.

__ADS_1


Dewa pun juga sama terkejut nya . saat tau Dinar adalah putri dari keluarga Darmawangsa .


" Kau _" tanganya menunjuk ke arah Dewa


berbeda Dengan Dinar yang mood nya berantakan pada saat kehadiran Dewa. justru Dewa sangat senang saat tau Dinar putri dari Rekan bisnis Daddy nya. itu artinya Dewa bisa leluasa dekat dengan Dinar.


" kalian sudah saling kenal rupanya ?" ujar Johan ." Nicolas ,Sovia .kenalkan ini Dewa . satu satunya putraku "


Dewa menyalami mereka bergantian . lalu melirik Dinar yang wajahnya tidak sedap untuk di pandang saat itu ..


" Dewa ini Dinara anak om " tutur Nicolas Dewa hanya tersenyum melihat ke arah Dinar..


" o.. iya Dewa . apa kalian sudah saling mengenal sebelumnya ?" Tanya Sovia .


" kebetulan kita satu sekolah tante !" jawab Dewa


Sedangkan Dinar hanya melirik pembicaraan Dewa dengan orang tuanya .


" begitu rupanya . kalo begitu sekalian om titip Dinar ya . kamu jaga dia " pesan Nicolas


" Dinar bisa jaga diri sendiri pa !" ketusnya


Dinar menatap tajam ke arah Dewa. sedangkan Dewa tersenyum puas . dia meras jika dirinya sudah mendapatkan lampu hijau untuk dekat dengan Dinar.


" om tenang aja .Dewa pasti jagain Dinar " Dewa tersenyum puas ke arah Dinar


berbeda dengan Dewa . saat ini isi hati Dinar di penuhi Umpatan umpatan rasa kesalnya sama cowok yang duduk di seberangnya saat ini.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


like.N.sajen yak πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ’πŸ‘β˜•


__ADS_2