Dinara The Arrogant Girl

Dinara The Arrogant Girl
54


__ADS_3

selamat membaca 💐


...----------------...


...----------------...


...----------------...


sebuah mobil RUBICON hitam memebelah jalan saat ini . dengan Gavin dan Dinar di dalamnya . selama dalam perjalanan suasana di dalam mobil terasa hening . pandangan Mata Dinara Fokus ke depan .


tak jarang laki laki tampan yang di sebelahnya saat ini melirik ke arahnya . beberapa saat kemudian mobil yang mereka kendarai menepi di depan sebuah apotik .


Dinar yang baru saja menyadari mobilnya berhenti langsung menoleh dan bertanya pada Gavin


" kenapa berhenti di sin_" ucapan nya menggantung karna melihat gavin sudah tidak ada di sebelahnya .


Dilihatnya Laki laki itu sudah berjalan memeasuki apotik .


beberapa menit kemudian Gavin masuk kembali ke dalam mobil dan membawa sebuah kantong kresek berisikan peralatan P3K . dengan cekatan gavin membersihkan luka di kening Dinar yang sedikit berdarah karna tergores .


" sebentar gue obati luka lo biar gak infeksi "


" luka lo juga harus di obati " ucap Dinara pelan.


Dinar menatap Gavin dengan Rasa bersalah .karena menolong dirinya Gavin jadi terluka .


"Diam lah sebentar lagi selesai " ucap Gavin membuka plester dan menempelkanya pada luka di kening Dinar


saat ini pandangan mata Dinara dan Gavin saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat . saling memandang satu sama lain .bahken dinara bisa merasakan hembusan nafas Gavin .jantung Dinara saat ini berdegub kencang karna laki laki di hadapanya .


" kenapa jantung gue deg deg an ya , cepatlah lo menyingkir dari hadapan gue ! jangan menatap gue seperti itu " batin Dinara memejamkan mata karna rasa yang tak karuan di dadanya.


Melihat Dinara memejamkan matanya membuat nafasnya memburu tak karuan .


" dia semakin cantik !" batin Gavin namun dia segera menyadarkan pikirannya .


" ehemmm..! selesai ! " dengan cepat Gavin menjauh darinya .


dengan rasa sedikit kikuk Gavin mengambil salep memberikanya pada Dinara


" ambil ini obati luka lebam lo ! dalam lima belas menit lebamnya akan memudar " Dinar segera mengambilnya dan mengoleskan pada lukanya .


" sudah jam segini , sebaiknya lo segera gue anter pulang ,takut nanti Bokab Nyokab lo nyariin"


" bentar Gue telpon Nyokab gue dulu " Dinar segera mencari Hp di kantong celananya .


namun barang yang di cari tidak ada di kantongnya


" perasaan tadi gue kantongin " gumam Dinar pelan

__ADS_1


" kenapa ?" tanya Gavin melihat Dinara kebingungan.


" Hp gue gak ada !"


" kok bisa " tanyanya lagi tiba tiba Dinar menepuk jidatnya .


" pasti jatoh di tempat tadi ! akhhh ..! sial banget gue " umpat Dinara


" apa perlu gue putar balik buat cari hp lo?" tawarnya


" gak usah , balik aja !" jawab Dinar singkat


Gavin segera menyalakan mesin dan kembali melajukan mobilnya untuk amengantar Dinara pulang ..


🍀🍀🍀


di mension Dinara kedua orang tuanya sedang duduk menunggu Dinara di gazebo taman ,depan mension .


karna dari pagi sampai siang putrinya belom pulang juga .


" Pa udah jam segini kok Dinar belom juga pulang ya ? Mama sudah telpon tapi nomornya gak aktiv !" ucap Sovia panik


" Papa juga gak tau Ma "Jawab Nicolas sambil memijit keningnya .


Takut terjadi apa apa dengan putrinya Nicolas segera mengambil hpnya di kaantong celana dan menelpon seseorang .


📞 ... " Hallo Tuan "


📞.." Baik tuan , segera saya lakukan "


panggilaan pun di matikan .melihat Sovia panik Nicolas segera menenangkannya .


" Mama tenang ya , Dinara pasti pulang ! kalo sampai ada yang menyentuh putriku ,aku pastikan hidupnya tak akan pernah tenang !" . tegas Nicolas


sedangkan di pavilion belakang Deri sedang duduk bersama Dedi sopir pribadi Nicolas .mendengar sang majikan belom pulang dia pun juga ikut khawatir .


" bagaimana bisa kamu tinggalin nona muda sendirian di taman ?" tanya Dedi


" nona muda yang memintanya Ded , aku tidak bisa menolak " jelas Deri


" kalo terjadi sesuatu sama nona muda , kamu sudah pasti di pecat ! dan tidak akan dapat pekerjaan di manapun" ucap Dedi


Darmi yang saat itu baru datang dengan membawa dua cangkir kopi . menenangkan kedua sopir itu yang sedang berasumsi sendiri itu.


" sudah jangan bicara aneh aneh . berdoa saja Non Dinar gak papa. lain kali jangan di ulangi lagi Der. kalo nonDinar gak bawa mobil sendiri jangan tinggalkan dia apapun yang terjadi " ucap Darmi sambil menaruh cangkir kopi di meja .ereka berdua mengangguk dengan perkataan bik Darmi


🍀🍀


sebuah mobil sampai di depan gerbang utama .

__ADS_1


" tin tin "


dengan cepat Jajang melihat siapa yang datang .kebetulan kaca mobil terbuka lebar . mengetahui Dinara ada di dalam mobil tersebut, jajang buru buru membuka gerbang .


mobil melaju memasuki mension . juga tak luput Dari pandangan Sovia dan Nicolas .melihat Dinara di dalamnya mereka mendekat dimana mobil itu berhenti .


Dinara keluar dari dalam mobil tersebut di ikuti oleh Gavin .


" Om ,Tante " Sapa Gavin menyalami mereka .


" astaga Dinar dari mana kamu ? kita sampe panik , kenapa bisa bersama Gavin " tanya Nicolas


" kebetulan tadi Ketemu di taman Om ,jadi sekalian aja Saya anter pulang " jelas Gavin sedang Dinar hanya diam .


" terimakasih ya Vin sudah antar Dinara pulang " ucap Sovia


" sama sama Tante . kalo gitu Gavin pulang dulu ya Tante ,Om " pamit Gavin .


" kenapa buru buru , sekalian aja makan siang Bareng " ajak Sovia


" makasih Tante , naanti aja di rumah , Gavin pulang dulu ya Om Tante ,Dinara gue duluan " pami Gavin.Dinara hanya mengangguk pelan


" Salam ya buat Mama papa kamu " Sovia tersenyum manis .


Gavin segera masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan mension keluarga Darmawangsa .


Sedangkan Dinara hanya diam mendengarkan obrolan mereka . rasanya dia ingin buru buru masuk dan membersihkan diri .


" Dinar masuk dulu ya Pa,Ma " baru mau melangkah namanya Di panggil oleh sang Papa


"Dinar !" panggil Nicolas seketika Dinar menghentikan langkah kakinya .


" kenapa Mama telpon gak di jawab ?" tanya Nicolas pada putrinya


" Hp Dinar ilang " jawabnya singkat .


" kok bisa sayang ?" tanya Sovia


" Dah lah Ma ! Dinara capek mau masuk Dulu " Dinara kembali melangkah memasuki mension .


" Dinara ! " teriak Nicolas namun tak di Gubris oleh putrinya .


" Astaga ! Lama lama papa bisa serangan jantung menghadapi kelakuan putrimu Sovia" Sovia hanya tersenyum menghela nafas


" sabar Pa dia Putri kita satu satunya " Sovia menggandeng tangan Suaminya untuk masuk kedalam mension .


sampai di Dalam mension , Nicolas menelpon orang suruhanya utuk kembali karna Dinara sudah pulang dengan keadaan baik bai saja .


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2