
selamat membacaπ
...----------------...
...----------------...
pagi yang cerah .setelah melewati malam yang penuh ketegangan . karna insiden jatuhnya Lily ke dalam kolam saat pesta berlangsung .
Dinara baru bangun dari tidurnya. gadis itu menggeliat menatap langit langit kamarnya .
" eghhh ... Capek banget gue ! Jam berapa sih ini ? "
Dinara buru mengambil Hp nya yang ada di nakas samping tempat tidur .di lihatnya layar Hp yang menunjukan sudah jam 8 pagi.
Dinara segera bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .namun dirinya teringat Dengan Lily.
" Lily " gumam Dinar
ia bergegas keluar dari kamarnya menuruni anak tangga menuju ke kamar tamu .
"tok tok tok " Dinara mengetuk
Beberapa saat kemudian terlihat Micell membukakan pintu kamar.
"Bagaimana keadaan Lily?" tanya Dinar
"Lily baik-baik aja kok ra , lo tenang aja . dia baru aja bangun ,sekarang masih di kamar mandi !" jelas Micell
"Ya udah Cell lo juga buruan mandi gih , habis ini kita sarapan Terus anterin Lily pulang !" Micell menganggukkan kepalanya
Dinara segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri .
Beberapa saat kemudian Dinar terlihat menuruni anak tangga dengan pakaian seperti biasanya .Saat ini Lily dan Micell sudah berada di meja makan . Dinara langsung bergabung dengan mereka berdua untuk sarapan .
" Gimana keadaan lo Ly ? Udah mendingan " tanya Dinara sembari mengambil Roti dan selai .
" aku gak papa kok Din , makasih ya udah nolongin aku " ucap Lily menatap Dinara
" eh ngomong ngomong kenapa lo bisa jatoh ke kolam Ly ?" tanya Micell
" Aku juga gak tau , yang aku inget tadi malem aku lagi jalan di tepi kolam , tiba tiba ada yang mendorongku dari belakang !" Lily menjelaskan sambil mengingat kejadianya .
" Dasar Sampah ! " ketus Dinara masih fokus pada makan nya .
" Hahh !" ucap Micell tak mengerti
kedua sahabatnya seketika menatap Dinara . mereka binggung dengan ucapan Dinara . sedang gadis itu masih asik memakan Roti di tangannya tanpa menggubris .Lily dan Micell saling pandang sambil mengangkat bahu .
" udah buruan makan ! abis ini gue anter lo pulang Ly " Lili hanya mengangguk sedang Micell menggaruk kepalanya
Setelah sarapan . Mereka bergegas bersiap Untuk mengantar Lili pulang.
__ADS_1
Ketika keluar rumah mereka bertiga kaget dengan keberadaan sebuah mobil sport mewah berwarna merah di halaman.
"Itu mobil siapa Ra?.". Tanya micell.
"Bagus banget mobilnya " Lily kagum melihat bobil tersebut.
Pak Deri sang supir pribadi Dinara sudah berada didepan menunggu mereka . Dia memegang kunci mobil tersebut dan menyerahkannya pada Dinara.
"Ini non kuncinya , tuan menyuruh saya mengantar mobil ini kemari ,kata tuan mobil ini hadiah ulang tahun buat non Dinara !" .
Dinara menerimanya dengan perasaan begitu senang .Tak disangka sang Papa memenuhi permintaannya.
"Astaga ini keren .Gue bareng lu ya Ra,gue juga pengen coba mobil baru lo. " Ucap Michelle yang sudah mendekat di samping mobil
"Pak Deri nanti tolong itu di dalam diberesin Ya. semua hadiahnya Bawa aja ke Mansion taroh di kamar aja" perintah Dinar
"Baik non kalau gitu Saya permisi dulu " Deri membungkukkan kepalanya.
Dinar bergegas menuju ke mobilnya. Dia segera memasuki mobilnya Tak sabar ingin segera mencoba mobil barunya tersebut. Begitu juga dengan dua sahabatnya.
"Baiklah girls kita coba mobil baru. " Dinar segera menyalakan mesin .
"Baiklah jalanan kota ! kami datang "
Dinaran segera melajukan mobilnya keluar dari Mansion.
πππ
Di lain tempat ,tepatnya di mension keluarga Anggara . Kedua kunyuk sudah berada di halaman mension. sedangkan Gavin masih setia dengan alam mimpinya .
" lo berdua .. sengaja ya ? mau buat rumah Gue Roboh " tanya Rehan dengan bertolak pinggang .
" hehe ... ya maap bang " jawab Leo
" lagian ngapain sih lo berdua pagi pagi udah di sini " Tanya Rehan lagi
" ya elah dia kata pagi .. bang ini udah hampir jam 9 .. pagi dari mane " Protes Awan
Melihat Rehan yang Menghadang pintu dan tak membiarkan mereka masuk. Leo berinisiatif untuk membohongi Rehan. Agar segera bisa masuk ke dalam mension.
Leo menatap awan sambil tersenyum jahil. Awan yang menyadari tatapan Leo. Langsung paham dengan apa yang ada di pikiran temannya.
" Pagi tante " sapa Leo menatap ke arah belakang Rehan .
Rehan pun langsung balik badan mendengar Leo menyapa Mamanya. Namun ternyata kedua kunyuk itu membohonginya . Dengan cepat Leo menerobos masuk dari sebelah kiri Rehan di ikuti Awan dari samping kanan .
" Beraninya kalian bohongin gue awas lo berdua !" umpat Rehan
Leo dan Awan berlari masuk ke dalam mension dengan mentertawakan Rehan . kala itu Robi dan Grisel sedang berada di meja makan . mereka yang melihat Awan dan Leo langsung menyapa nya .
" Awan ,Leo kalian kapan datang ?" tanya Grisel
__ADS_1
mendengar nama mereka di sapa . bergegas keduanya menghampiri ke meja makan dan menyalami mereka berdua bergantian
" pagi Om, Tante " sapa keduanya
" barusan Kok tan " jawab Leo sopan
tiba tiba dari arah belakan seseorang menarik telinga keduanya . siapa lagi kalo bukan Rehan .
" Aduh..akhhh ... bang sakit sakit !" keduanya meringis kesakitan .
Robi dan Grisel menatap ketiga laki laki tersebut . dengan menggelengkan kepala . karna mereka tau .bagaimana mereka jika berkumpul .
" nah tu hukuman siapa suruh bohongin gue ! dasar cicak !" ucap Rehan kesal
" ya maap ! becanda !" jawab Leo mengusap telinganya .
" kalian ini ,, ada aja ! selalu berantem kalo bertemu " ucap Robi
" iya ni Pa ! Bang Rehan .Awan cuma canda gitu doang ! main tarik tarik aja " Robi hanya tertawa. sedang Rehan melotot ke arah Awan .
" Dasar Kecebong ! bisa aja ya ngadu ...! lagian sejak kapan Bokab gue jadi bapak lo ?!" tanya Rehan tak terima
" Kemaren ! " jawab Awan tanpa dosa .dia langsung kabur dari Rehan menuju kamar Gavin .
" eh mau kemana lo !" teriak Rehan
" Ke bulan " jawabnya sambil berlari .
Rehan bergantian menatap ke arah Leo .
" hawa hawanya udah gak enak ini mah !" Gumamnya
" Om ,tante Leo ke atas dulu ya " pamit Leo
merasa sudah dapat jawaban Leo dengan cepat menyusul Awan menuju kamar Gavin .
" Jangan marah-marah Bang nanti cepet tua " Sindir Leo dengan berlari meninggalkan Rehan.
"Sialan lo !!!" umpat Rehan
"Lho itu Leo sama awan nggak diajak makan dulu Re?" tanya Grisel
"Nggak usah Ma nanti kalau kelaparan juga minta makan sendiri " Jawab Rehan
Robi mendengar pernyataan putranya hanya menggelengkan kepala.meneruskan kegiatan sarapan mereaka .
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
.