
......................
......................
Gavin terus berjalan dengan menggandeng tangan Dinara hingga sampai di halaman sekolah . Dinar yang terus memberontak namun tak di lepaskan oleh cowok tamvan di sekolah itu.
" Lepasin tangan gue ! " seketika Gavin melepaskan genggamanya
" ngapain si lo pake gandeng gandeng gue segala ? lo pasti nyari kesempatan dalam kesempitan kan ? ngaku lo!" Dinar menunjuk Gavin dengan tatapan mengintimidasi .
Gavin langsung menepis tangan Dinara " nggak usah kePD an jadi orang , yang ada lo bakalan kabur kalo gak gua gandeng , ngerti! "
" kalo mau bersihin ,lo aja sendiri ! gue ogah !"
Dinar baru akan melangkah pergi namun tanganya kembali di tarik oleh Gavin .
" tunggu ! enak aja lo main pergi pergi aja ! beresin dulu " perintahnya
" ENGGAK " Dinar menekankan kata enggak sambil melotot menatap Gavin.
" o iya dan ini buat lo karna lo.... udah buat bad mood gue hari ini "
sebari mengatakan itu Dinar menginjak kaki Gavin sekuat tenaga .membuat Gavin meringis kesakitan .
baru Dinar ingin melangkah pergi ,tiba tiba Pak Kepsek sudah berdiri di hadapannya . hingga membuat Dinara gelagapan .
" kalo kalian ribut terus begini ,apa halaman bisa tiba tiba bersih ?!" ucap Kepsek dengan santainya .
Dinar pun kebingungan harus alasan apa lagi. sampai akhirnya terlintas di benaknya untuk pura pura sakit perut .
" aduhh pak perut saya tiba tiba sakit pak !" alasan Dinar sambil kedua tangan nya memegangi perut untuk meyakinkan Kepala sekolah.
__ADS_1
Sedangkan Gavin hanya menonton tanpa berkomentar. dia menahan diri agar tidak ketawa melihat akting Dinara .
" bisa bisanya ya lo .pake alesan basi kek gitu . bukanya di suruh ke uks yang ada lo di kasih hukuman tambahan iya. kalo di kasih uang jajan tambahan mah enak . hahah" Batin Gavin ia tertawa dalam hati
" kamu sakit perut ? " tanya Kepsek denar Dinar mengangguk sambil sesekali meringis .
" bai kalo begitu . kalo kamu sakit setelah selesai membersihkan halaman kamu bersihkan juga semua toilet di lantai 2"
" hahhh " Dinar tersentak kaget .
sementara Gavin sudah tidak bisa menahan tawanya lagi . seketika Gavin tertawa terbahak bahak sampe sampe dia mendapat tatapan tajam dari Dinara .
"engak Pak ... enggak jadi. .. sakit perutnya udah sembuh . saya ambil sapu dulu π"
" baik segera bersihkan "
akhirnya mereka berdua membersihkan halaman sekolah bersama sama .
***
mengingat sebentar lagi hari ulang tahun putri tunggalnya . mereka tidak ingin melewatkan momen itu mengingat mereka tak pernah punya banyak waktu luang untuk putrinya .
di ruang keluarga mereka berdua duduk menikmati secangkir teh yang baru saja di buatkan Darmi .
" ahirnya kita bisa pulang lebih cepat dari perkiraan kita Pa " Ucap Sovia dengan tersenyum manis .
" benar Ma . Dinara pasti senang Ma kita bisa ada di sisinya saat perayaan ulang tahunnya " Jawab Nicolas
" o iya Pa , Mama berencana menjodohkan Dinara dengan putra Johan . bagaimana menurut papa?"
" kenapa Mama tiba tiba membahas perjodohan" tanya Nicolas .meletakan majalah yang ia pegang .
__ADS_1
" ya apa salahnya Pa .lagi pula kalo kita dengan Johan bisa jadi satu keluarga itu akan semakin baik ." tutur Sovia
" tapi putri kita masih sekolah Ma . dia masih SMA " Nicolas menatap dalam Sovia
" tapi sebentar lagi Lulus pa mereka bisa tunangan dulu . menurut Mama Dewa anak yang baik ." ucap Sovia penuh harap.agar suaminya setuju dengan niatnya .
" entahlah Papa tidak yakin . Biarkan Dinar memilih jalan hidupnya sendiri Ma ."
" apa salahnya mencoba Pa , siapa tau Dinar setuju dengan niat kita . iya kan ?" Sovia terus mendesak suaminya .
" baik . besok kita coba bicara sama Dinara . tapi Mama jangan mendesak Dinar. biarkan dia membuat keputusannya sendiri ." ucap Nicolas yang sedikit ragu akan rencana sang istri .
Sovia tersenyum menganggukkan kepala tanda ia setuju dengan nasehat suaminya .
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
......................
__ADS_1
......................
jangan lupa dukungan nya ya . anak gabut yang iseng nulis iniπ