
selamat membaca ๐
...----------------...
...----------------...
pagi yang cerah ,pukul tujuh pagi .setelah malam yang melelahkan bagi Dinara . pagi ini Dinara berada di taman untuk joging . agar badannya lebih fress .
berbeda dengan biasanya kali ini Dinara pergi di antar sang supir sampai ke taman. karna dia sudah nggak mau pake mobilnya saat ini meskipun sudah di perbaiki orang suruhanya . hingga kini sebuah mobil mewah berhenti di pinggiran taman .
" sudah sampai nona !"
" oke ! pak Deri langsung pulang aja ya . gak usah nungguin Dinar .nanti pulangnya biar aku pake taxi aja !" pinta Dinara
" Baik nona " jawab pak Deri singkat
Dia berlalu meninggalkan area taman begitu nona muda nya turun dari mobil .
Dinar berlari sambil menikmati suasana taman pagi ini . dengan celana pendek dan teng top ,dengan rambut yang di kucir kuda .
penampilanya sangat sederhana namun terlihat tetap cantik dan menawan .tak sedikit pengunjung lain yang memandang ke arah nya . namun Dinara sama sekali tak menghiraukan hal itu .dia tetap melakukan aktifitasnya .
sekitar satu jam laimanya Dinara Joging di taman . karna merasa agak kelelahan .dia mendudukan diri di bangku yang di sediakan di salah satu stand ice tea . tak lupa memesan satu cup Leci tea dingin untuk menyegarkan tenggorokan. sembari memainkaan Hpnya
" Hai lo di sini juga ?" seseorang tiba tibaa menyapanya .
Dinara langsung menoleh ke arah sumber suara .terlihat seorang laki laki tampan berdiri sampingnya .
" lo ..! ngapain lo di sini ? jangan bilang lo lagi buntutin gue ?" tanya Dinar menyempitkan matanya .
Dan ternya orang itu adalah Gavin .
" kurang kerjaan banget gue ngikutin lo " Bantah Gavin yang kini duduk di bangku yang ada di sebelah Dinara.
" Jasmine tea ice satu ya bang " pinta Gavin pada penjaga stand dengan mengangkat sebelah tanganya .
" lo sendiri ngapain di sini ? " Tanya Gavin pada Dinar yang saat ini memainkan Hpnya .
" menurut lo ? "jawabnya sambil memincingkan sebelah mata .
" atau jangan jangan lo yang ngikutin gue !" tebak Gavin sedikit mendekatkan wajahnya ke arah Dinar
__ADS_1
" GAK USAH NGAREP !! "
Gavin hanya tersenyum mendendengar jawaban dingin dari Dinara . tanpa permisi Dinar berdiri meninggalkan Laki laki yang bersamanya kini ,dengan sedikit berlari .namun kini gadis itu sedikit mengulum senyumnya .
" ehh .. lo mau kemana ?" teriak Gavin .
namun Dinar hanya melambaikan tangan tanpa menoleh ke arahnya .
" heem๐ nona muda yang lucu " gumam Gavin
hari sudah semakin siang .. keadaan taman pun sudah semakin sepi . Dinara kini berada di pinggir taman untuk menunggu taxi . namun sudah sekitar setengah jam dia menunggu tak satupun terlihat taxi yang melintas .
tiba tiba seorang nenek nenek mendekatinya .
" apa kamu sedang menunggu seseorang nak?" tanya si nenek yang kebetulan melihatnya berdiri sana sudah lebih dari lima belas menit.
" tidak nek ,saya sedang menunggu taxi " si nenek tersenyum ke arahnya
" di sini mana ada taxi nak . tidak ada taksi yang melintas lewat jalan taman seperti ini. kalau kamu mau cari taxi , kamu harus jalan jalan dulu . dari sini lurus belok kanan . di situ ada jalan raya ,banyak taxi melintas di sana " jelas sang nenek menunjukan arah pada Dinara .
" begitu ya nek . kalo begitu saya jalan dulu ya nek . terimakasih sudah memberi tau saya " Dinar tersenyum manis pada nenek itu.
" sama sama gadis manis , hati hati " Dinar melambaikan tanganya dan mulai berjalan ke arah jalan Raya .
" astaga ! capek banget gue " Dinar berhenti sejenak membungkuk memegangi kedua lututnya ,lalu melihat jam di pergelangan tangannya .
" mana udah hampir jam sepuluh lagi ! mau patah rasanya kaki gue " Dinar clingak cinguk berharap ada taxi yang lewat namun nihil.
Dinara terus berjalan menyusuri jalan itu . tiba tiba terlihat tiga orang laki laki yang seumuran denganya sedang duduk di trotoar, melihat Dinara yang sendirian mereka berjalan menghampirinya . Dinar tak memperdulikan hal itu . dia terus berjalan hingga jaraknya semakin dekat .
" suit .. suit ... " suara siulan salah satu orang itu .
ketiga pemuda itu tiba tiba menghadang Dinara . namun gadis itu tetap bersikap biasa saja .
" Mau kemana cantik ,mau abang anterin gak " salah satu orang mencolek lengan Dinar .
" mau apa lo ! jangan macem macem !" ancam Dinar menunjuk mereka. tiga orang laki laki itu tertawa
" kita gak macem macem macem , cuma mau satu macem doang ! " seorang mencoba memegang tanganya .
Namun dengan cepat Dinar menarik tangnya . memelintinya ke belakang dan menendang kakinya hingga orang itu terjatuh .
__ADS_1
" ohhh ... boleh juga ni cewek ! " salah satu dari mereka manggut manggut dan langsung memberi kode pada yang lain untuk menyerang secara bersamaan .
mereka bertiga ahirnya berkelahi .namun sepandai pandainya Dinara dalam bela diri , satu lawan tiga tetaplah tak sebanding .apalagi mereka laki laki ,jelas dalam segi kekuatan pun lebih unggul .
saat ini Dinar sudah tersungkur akibat pukulan dari para berandalan itu . tangannya agak sedikit tergores .dan beberapa lebam .
sebuah mobil RUBICON berhenti tak jauh dari mereka .seorang laki laki keluar dari mobil ,siapa lagi kalo bukan Gavin ,melihat kejadian itu dengan cepat dia menghampirinya
" dasar berandalan jangan cuma berani main keroyokan ! . apa lagi sama cewek ! gak malu kalian !" ucap Gavin
" ada pahlawan kesiangan rupanya ,minggir ! jangan ikut campur atau kami akan membuat perhitungan denganmu ! " ancamnya
" kalian mengganggunya ? itu jadi urusanku !" Gavin segera menghajar para berandal yang mengganggu Dinara.
mereka pun ahirnya berkelahi, tak jarang juga Gavin mendapat pukulan dari mereka hingga kini ujung bibirnya sedikit berdarah ,sampai ahirnya kini mereka tersungkur akibat pukulan bertubi tubi yang di berikan Gavin .
" kalian harusnya dirumah nonton Dakocan ngerti !" Gavin menunjuk mereka .
" cepat kalian pergi dari sini sebelum aku panggil polisi " Ancam Gavin sambil memegang Hp di tangannya .
tiga berandal itu pun lari meninggalkan mereka berdua .Gavin melangkah ke arah Dinara untuk segera menolongnya .
" lo gak papa?" Gavin mengulurkan tangan
" gak papa " Dinar meraih uluran tangan Gavin untuk berdiri .
" bibir lo berdarah " Ucap Dinar menunjuk ujung bibirnya sendiri .
" gak papa cuma luka kecil " Gavin mengusap dengan jarinya .
Gavin melepas jaket yang saat ini melekat di tubuhnya .dan memberikannya pada Dinara untuk menutupi tubuhnya .mengingat Saat ini Dinara hanya menggunakan tengtop dan celana pendek .
" pake ini ." Gavin mengulurkan jaketnya
walau sedikit agak ragu namun Dinara ahirnya menerima jaket yang di berikan Gavin .
" ikut gue ! gue anter lo pulang " Dinara menganggukkan kepalanya mengekor di belakang Gavin
mereka ahirnya masuk ke mobil milik Gavin dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...