
selamat membaca 💐
...----------------...
...----------------...
,,,Sementara di sisi lain Dara Michelle dan juga Lilisedang berjalan-jalan dengan mobil barunya. Mereka berkeliling Tanpa Tujuan yang jelas. Hari semakin siang Jam menunjukkan pukul 11. Tiba-tiba perut Micell berbunyi. Micell yang menyadari cacing-cacing di perutnya sudah kelaparan dia Memegang perutnya sambil nyengir ke arah Dinara.
Dinar yang menyadari tatapan sahabatnya mengerti Kalau sahabatnya sedang kelaparan.
"Lah ngapain lo lihatin gue ?" Tanya Dinar
"Yaelah Ra !gak peka banget lo jadi temen ! Gue laper Ini tadi cuma makan roti selembar doang " jawab Micell memelas .
Dinara hanya menghela nafas melihat tingkah laku sahabatnya. ia segera mencari tempat untuk makan. Akhirnya dia mampir di sebuah warung tenda pinggir jalan. Di mana tempat dia pernah makanbersama Gavin waktu itu.
Kita sampai yuk turun . Micell hanya melongo menatap tempat makan yang di tuju sahabatnya.
" Mau makan nggak udah yuk buruan turun ! " ajak Dinar
"Lo nggak salah Din makan di warung tenda gini ?" Micell menatap heran sahabatnya .
"Udah tenang aja, aman 👌nggak bakalan mati ! " gurau Dinar
Lili yang melihat Michelle agak sedikit ragu ,bisa dibilang gak pernah makan di tempat pinggir jalan langsung menarik tangannya.
" udah ayo dijamin enak nggak kalah sama restoran bintang 5 ..hihihi .." Ucap Lily
Walau agak sedikit ragu akhirnya Micell mengikuti sahabatnya untuk masuk ke warung tenda tersebut
"Mang mau ayam penyetnya 3 ya sama es teh 3 " . Dinara langsung memesan makanan untuknya dan sahabatnya.
"Lah si Eneng cakep , pacarnya mana neng ? Mas Gavin gak di ajak neng " tanya si abang Dinar langsung salah tingkah
"Nggak Mang ! ini Kebetulan lagi muter-muter terus mampir " jawabnya pelan
"Oh begitu Oke bentar ya mama bikinin pesanannya "
Micell yang mendengar langsung menatap danara dengan menyempitkan matanya.
"Loh lo pernah kesini sama si Gavin Din ?kenapa lo rahasiain ini dari gue" Micell mulai mengintrogasi
Dinara menjadi salah tingkat tak karuan ia langsung garuk tangguknya yang tidak gatal.
"Enggak ! itu cuma kebetulan !" elak Dinara
__ADS_1
"Nah itu ! tadi si Abangnya bilang Lo pernah ke sini sama Gavin" Micell masih tak percaya
"Mana ada ! " protesnya
Micell dan Lily menatapnya intens . seakan akan menunggu penjelasan sahabatnya . Dinar ahirnya mau tak mau jujur sama kedua sahabatnya itu .
"Hehehe ...Sebenarnya,,, waktu itu gue pernah ke sini sama Gavin . tapi dia bukan pacar gue sumpah Abangnya aja yang ngaco.
" Oh jadi Gavin orangnya." Micelll tersenyum tipis dan mengangguk-anggukkan kepalanya menatap Lily
"Ehem ehem !" Ejek Lily.
" udah berhasill move on ni dari Yossi !" timpal Micell
"Lo berdua apaan sih gue beneran Gak pacaran sama dia!" Dinara terus membantahnya .
"Iya juga nggak apa-apa ra bener nggak sih" Micell menyikut lengan Lily . sedang yang punya tangan hanya tersenyum
Akhirnya perdebatan mereka dihentikan dengan Apanya yang membawa pesanan mereka.
"Mangga Neng ! pesanannya , ayam penyet 3 sama es teh 3 .silakan menikmati .."
Dinara segera memakan makanan yang dihadapannya saat inimenggunakan tangan kosong Begitu juga dengan Lily.
Lili yang menyadari itu menatap ke arah Micell sambil Tersenyum.
"Kamu kenapa nggak dimakan Cell ? tanya Lily
Dinara memandang Micell dengan sedikit ketawa " udah makan aja ,nggak akan ada racunya ."
"Kayak gini nih" Dinara memperagakan cara makannya.
Akhirnya dengan ragu-ragu Micell mengikuti sahabatnya ,mengambil secuil ayam dan Mengambilnya dengan sedikit nasi lalu memakannya dengan tangan .
Pelan pelan dia mengunyahnya . dan lama kelamaan makanan itu terasa nikmat di mulutnya .
" enak juga " Micell manggut manggut .
ahirnya dengan bercanda tawa mereka menikmati makanan di warung tenda . sambil bercanda .
Sementara di depan warung tenda . sebuah mobil Rubicon sudah terparkit tepat di samping mobil milik Dinara . tiga orang laki laki turun dari mobil tersebut dia adalah Gavin and the gank.
" widih mobil siapa nih ? keren anjirrr" ucap Awan sambil melihat mobil tersebut
" yang pasti , bukan punya lo !" jawab Leo dengan datar .
__ADS_1
Gavin tertawa mendengar penuturan Leo .
" Udahlah ! yuk makan !" ajak Gavin mulai melangkah memasuki warung .di ikuti dua sahabatnya .
" mang ! Biasa ya ." ucap Gavin sambil tersenyum .
" pucuk di cinta ulam pun tiba .. baru aja ceweknya datang ,eh ... sang pacar nyusulin " mereka bertiga diam sejenak . heran dengan apa yang di katakan si abang .
" Pacar siapa mang ?" tanya Awan penasaran .
" ya pacar mas Gavin . masak pacar saya mas ! yang ada di gantung ama bini !" jelas nya. sedangkan leo langsung menatap Gavin
" emang lo punya pacar ngab ?" tanya Leo semakin penasaran .
Gavin menjadi semakin bingung . karna kedua sahabatnya menatapnya .sedangkan dia hanya mengangkat bahu . yang menandakan dia tak mengerti.
" ya elah mas Gavin ! Pake pura pura. itu pacarnya Di lesehan pojokan " tunjuk si abang ke arah Dinara
seketika mereka bertiga menoleh ke arah yang di tunjuk si abang . mereka kaget melihat Dinara ,Micell dan Lily .
" Dinara !" teriak Awan dengan tersenyum tanpa aba aba .
Awan langsung menghampiri ketiga cewek itu . Leo yang melihatnya langsung mengikuti dari belakang . sedang Gavin paling belakang
" Kalian di sini juga ?" Sambing Leo
Lily dan Micell mengangguk menatap mereka . sedangkan Dinara membuang pandanganya ke sembarang arah . begitu juga dengan Gavin .
" Kalo gini mah ... kayakya jodoh ini .. kita boleh gabung kan ?" tanya Awan yang langsung mendudukan diri si samping Lily .
lagi lagi Micel dan Lily mengangguk dengan sedikit tersenyum .Leo langsung duduk di sebelah Awan.melihat Gavin masih berdiri , Awan langsung memanggilnya .
" lo ngapain berdiri di situ ? duduk ! " perintah Awan .
" iya no di samping sang putri masih kosong !" sambung Leo
ahirnya Gavin mendudukan dirinya di samping Dinara . mereka berdua terlihat tak menyapa satu sama lain .
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1