
selamat membaca🥳
...----------------...
...----------------...
malam ini di ruang makan ,Dinara sedang melangsungkan makan malam dengan keluarga nya .
dengan berbagai macam hidangan yang di sajikan Darmi . tak lupa Darmi menuangkan air di gelas masing masing . tak terkecuali milik Dinara .
" makasih Bik " ucapnya setelah Darmi menuangkan air untuknya .
" sama sama non " ucap Darmi tersenyum
"tumben non Dinar nggak marah marah . biasanya angkuh bener . tapi sukur deh kalo jadi baek " batin Darmi
" apa di sini bibik hanya sendirian saja ?perasaan yang laki ada mang Ujang ,Jajang ,mang Dedi ,sama sopirnya papa juga . kenapa bibi sendirian " tanya Dinar heran .
karna hampir dua minggu dinar di mension cuma ada bi Darmi saja seorang diri .
" enggak kok non di sini bibik juga bertiga .ada bik asih sama asri . cuman kalo bi Asih lagi pulang kampung non anaknya sakit .si Asri ada no di belakang cuma non Dinar aja yang belom pernah ketemu " Dinar hanya manggut manggut mendengar penjelasan Darmi.
" yaudah bibi permisi dulu mau ke belakang" pamit Darmi
" banyak juga pelayan di sini . kok aku gak tau ya " gumam Dinar pelan . kedua orang tuanya hanya bisa geleng geleng kepala meliat tingkah putrinya .
" Dinar besok di acara ulang tahun kamu. rencananya Papa mau undang rekan rekan bisnis Papa mau mengenalkan kamu pada mereka " jelas Nicolas di sela sela makanya .
alih alih menanggapi pembicaraan Papanya Dinar justru hanya Diam menikmati makananya sambil memikirkan kok bisa dia gak tau semua art di rumahnya🤣.
" iya sayang mama juga mau ngundang temen temen mama nanti . kamu bisa kenalan nati sama anak anak rekan bisnis Papa sama Mama . siapa tau kamu bisa berteman dengan mereka " timpal Sovia .
Mendengar itu Dinar menghela napas . langsung mengambil gelas di sebelahnya dan meminumnya hingga tandas .
__ADS_1
" harus banget ya Ma ?" tanya Dinara malas
"o ..iya sayang Mama sama Papa berencana mau menjodohkan kamu sama Dewa _"
" uhukk .. uhukkk"ucapanya menggantung ketika mendengar Dinar tersedak .
" astaga .. pelan pelan makan nya .. ini minum dulu " Sovia menyodorkan gelasnya .
Dinar kaget dengan apa yang di bicarakan Mamanya . ini yang dia takutkan .
"Mama apa apa an sih . Ini bukan jaman siti nurbaya Ma. lagian aku masih sekolah" bantah Dinar tak terima dengan keputusan Mamanya .
" Jangan di paksakan Ma . hargai keputusan Anak kita " Nicolas menasehati istrinya ketika melihat putrinya menolak dari awal.
" kalian bisa tunangan dulu setelah lulus nanti . biar kami tenang jika meninggalkan kamu sendirian di rumah . jadi kamu ada yang jaga sayang .. itu pun jika kamu mau , Mama gak akan memaksa "
" prangg ..." suara sendok garpu yang nenghantam piring terdengar nyaring .
"Dinar gak mau Ma ! Dinara bisa jaga diri! Mama aja sendiri kalo mau . jangan paksa Dinara! Dinara gak suka !" teriak Dinar
" kalo tau begini Dinara gak akan pulang ke sini .. lebih baik Dinara tetap di Amerika ,di rumah oma sama pengasuh Dinara"
" Sayang Papa dan Mama gak memaksa jika kamu gak mau nak " Nicolas ikut bicara
"pokoknya Dinar gak mau !!"
setelah itu Dinar meninggalkan meja makan . dan lari ke taman belakang .
"Dinar maaf mMama nak .. Mama gak akan maksa Sayang "ucap Sovia menyesali perkataanya .
"sudahlah biar Dinar dengan keputusanya sendiri jangan di paksakan Ma ,biar nanti Papa yang bicara " Nicolas menggenggam tangan istrinya .
...----------------...
__ADS_1
di taman belakang rumah Dinara duduk sendirian di bangku tepi kolam .dia menangis menatap kerlipan bintang di langit malam .
" Oma .. Dinara kangen sama Oma " gumamnya
sejatinya Dinara adalah gadis yang baik saat bersama dengan sang Oma . karna menurutnya hanya Omanya lah yang setia ada untuknya .
di tengah kesedihanya tiba tiba seseorang mengagetkanya . dengan cepat dia mengusap air matanya. Nicolas menghampiri putrinya . melihat putrinya menangis merindukan Omanya . hatinya pun ikut sedih .
Nicolas mendudukan diri di samping putri tercintanya .meraih bahu Dinar untuk berada di pelukanya .
" Oma pasti liat Dinar dari surga . kalo Dinar sedih Oma pasti juga ikut sedih " hibur Nicolas
" Dinar gak mau Pa . hikss.." Dinar memeluknya erat.
baru kali ini dia melihat putrinya menangis . selama ini Dinar selalu terlihat arogan di matanya . tapi malam ini dia lihat putrinya itu begitu cengeng .
" sayang dengarkan Papa .. kita tidak akan memaksa jika kamu tidak menyetujuinya nak . semua tergantung keputusanmu . jadi jangan sedih lagi " Nicolas mengusap air mata purinya .
mendengar penuturan papanya Dinar memeluknya semakin erat .dan berkata bahwa dia menyayangi kedua orang tuanya .
" Papa juga menyayangimu 🙂 sudah jangan sedih lagi . papa tinggal dulu . kamu jangan lama lama di sini ini sudah malam " Dinar menganggukan kepalanya
Dia kembali melihat bintang di atas sana .
" apa oma benar benar melihat Dinara dari sana Oma?" batinya
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1