Dinara The Arrogant Girl

Dinara The Arrogant Girl
56


__ADS_3

selamat membaca💐


...----------------...


...----------------...


STAR ONE PLAZA , butuh waktu sekitar tiga puluh menit Dari mension keluarga Anggara untuk menuju ke tempat ini.


kini Gavin and the gank sudah sampai di mall terbesar ini . mereka bertiga berjalan sambil melihat lihat kira kira barang apa yang akan mereka beli untuk hadiah ulang tahun Dinara .


Mereka masuk ke tempat pernak penik yang ada di sana . Leo melihat lihat jam tangan , sedangkan Awan masih berkeliling mencari .


" Menurut lo , yang ini cocok gak ngab sama si Dinar ?"tanya Leo


dia memperlihatkan salah satu jam berwarna pink tangan pada Gavin .


" bagus modelnya ,tapi kayaknya lebih cocok yang warna coklat deh " usul Gavin


"lah kan biasanya cewek identik dengan warna pink, gimana sih lo " protesnya


" iya kalo ceweknya feminim cocok ! lo kira dia se anggun itu " Ucap Awan yang baru mendekat


" TUL !" Gavin menunjuk Awan singkat


" nah lo.. ,udah dapet " tanya Leo


" udah ! ni " awan mengangkat syal di tanganya sambil nyengir


" punya lo mana Vin ? belom dapet " tanya Awan


Gavin hanya mengangkat bahunya ke atas .


" ya elah , lo nyari kado udah kaya nyari bini aja , gak dapet dapet ! " Mendengar itu Leo langsung nonyor kepala Awan .


" lo daripada ngomongin bini mending bantuin gue milih ini " Leo menunjuk ke etalase jam tangan


" udah .. , bantuin Leo tuh ! gue mau coba nyari ke sana bentar " ucap Gavin dengan ekor matanya ke arah toko perhiasan ,dia langsung melangkah pergi .menuju ke sana .


namun kedua kunyuk itu bukan melihat toko perhiasan. tapi yang mereka tangkap malah toko sebelahnya , yang menjual berbagai macam mainan .


" ngapain sang pangeran tamvan ke sono , mau beliin sang putri yang cantik jelita kotak musik !?" ucap Awan heran


" mau beli Dino Saurus kembar kali " jawab Leo kembali memilih milih jam tangan .

__ADS_1


" lo kira jaman purba " Awan melempar syal yang dia pegang ke wajah Leo


🍀🍀


Gavin melihat lihat etalase perhiasan . kedua matanya menangkap sebuah kalung dengan liontin berlian . sangat indah dan juga elegan . dia bergegas meminta pelayan toko tersebut mengambilkanya untuk di lihat .


" mbak bisa saya lihat yang itu " Gavin menunjuk ke arah kalung yang dia mau .


" yang ini Mas " Gavin mengangguk


Pelayan toko segera mengambilkanya dan di berikan kepada Gavin.


" silahkan Mas di lihat dulu . ini salah satu model terbaru limitid edition dan baru louncing hari ini di toko kami. hanya ada delapan pcs model seperti ini . kebetulan saat ini lagi promosi ,jadi ada diskon lima persen untuk tiga pembeli pertama . jika anda berminat ,anda bisa mendapat dikon nya karna kebetulaan anda adalah pembeli pertama. untuk harganya ,seratus delapan puluh juta belum termasuk diskon " pelayan menjelaskan panjang kali lebar


Bagi Gavin harga bukan masalah untuknya .


Gavin melihat kalung itu . dalam hatinya pasti akaan terlihat cantik jika di pakai Dinara . tanpa di sadari Gavin menampakkan senyum manisnya .


" Saya ambil ini ya mbak " ucap Gavin memberikan kalung itu pada pelayan .


" baik mas akan kami siapkan " jawab pelayan dengan Ramah .


Gavin segera memberikan sebuah black card pada pelayan untuk melakukan pembayaran . Gavin memasukan kotak liontin yang dia beli ke dalam saku jaketnya.


" udah ayok kita balik " Ajak Gavin .


" dateng dateng main ayo ayo aja ! makan dulu napa , gue laper nungguin lo" Ucap Leo tanganya memegang perut


" ngemeng ngemeng lo beli apaan ngab ? napa tu tangan kosong kagak bawa apa apa " tanya Awan heran melihat Gavin datang dengan tangan kosong .


" Kepo ! " jawab Gavin berbisik di telinga Awan .


" udah ah yok kita cari makan " sambungnya langsung melangkah pergi . kedua sahabatnya mengikutinya di belakang.


mereka bertiga ahirnya makan di salah satu restoran jepang di mall tersebut .


di waktu yang sama ternyata trio lampir ,Siska Lora dan sarah juga berada di mall tersebut.tak sengaja mereka lewat di depan restoran dimana Gavin dan dua sahabatnya makan.


saat sedang asik dengan obrolan mereka tiba tiba kedua mata Lora menangkap sosok Gavin .


" eh Sis , itu bukanya Gavin ya " Sarah menunjuk ke dalam restoran Di mana Gavin duduk .


" Gavin! " gumam Siska langsung menatap arah yang di tunjuk Sarah

__ADS_1


" ngapain mereka di sini ?" tanya Lora


bukanya menjawab Siska justru tersenyum ,dan langsung masuk kedalam restoran menghampiri Gavin and the gank .


" lah lo mau ke mana Sis " teriak Lora . mereka berdua ahirnya ikut masuk .


" Hai Vin " sapa Siska , mereka bertiga yang asik makan sontak menoleh ke arah sumber suara .


" ngapain lo di sini ! " ketus Leo


" gue boleh gabung kan Vin " Siska langsung duduk satu meja dengan mereka .


" Di tanya bukanya jawab " umpat Leo


sedang dua sahabatnya duduk di meja sebelah. yang kebetulan kosong .


" Dasar ulet bulu ! Ganggu orang makan aja ! " ketus Awan


'' lagian siapa yang ngijinin lo duduk di situ !" sambungnya Siska melirik ke arahnya


" gue gak butuh persetujuan lo , lagian gue ngomong sama Gavin bukan sama bangsa Jenglot " Awan langsung melotot ke arahnya .


Sedangkan Gavin hanya diam tanpa expresi , tak bicara satu kata pun . dia mengambil beberapa lembar uang ,dia taruh di meja dan langsung berdiri meninggalkan mereka .


" Vin , kamu mau kemana ? " tanya Siska melihat Gavin pergi .


sementara Leo dan Awan langsung menatap tajam Siska .


" Hobbi banget lo gangguin orang " ketus Leo mengambil paper bagnya untuk menyusul Gavin


" idih apaan sih " Siska melirik


" gara gara lo ! ngerusak suasana aja ! dasar cewek jadi jadian ! " Awan buru buru menyusul kedua temanya


" Liat aja ntar gue bikin lo bertekuk lutut sama gue Vin " gumam Siska .


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2