
๐selamat membaca ๐โ๐
...----------------...
Di mension keluarga Darmawangsa .Nicolas dan Sovia sedang bersiap siap untuk berangkat ke luar kota . di bantu pak Ujang dan bik Darmi .memasukan koper ke bagasi mobil .
" Mama udah kasih tau Dinar kalau kita mau ke luar kota ma ?" tanya Nicolas .
" Udah Pa ! tadi mama udah telpon . mereka dalam perjalanan pulang !"
" Nyonya pergi ke luar kota berapa hari nya? " tanya Darmi kepada Sovia.
" mungkin sekitar seminggu Bik"
" Tuan dan Nyonya nggak nungguin non Dinara pulang Dulu ? " sahut Ujang .
" enggak Jang . Saya tadi udah kabari kok"tutur Sovia
" kami pergi dulu .titip rumah ya pak Ujang bik Darmi. sama titip jagain Dinara.kami pergi dulu . kalo ada apa apa segera telpon saya " sambung Nicolas
" Baik Tuan ,Nyonya " jawab mereka barengan .
Nicolas Dan Sovia bergegas masuk ke mobil . dan melaju meninggalkan Mension .
...****************...
GREEN HOTEL tempat dimana mobil Dewa berhenti .sampai di depan lobby Hotel Dewa di sambut oleh orang suruhannya . Dewa Keluar menghampiri orang tersebut.
" Bagaimana ?" tanya Dewa.
" semua sudah siap bos .sesuai apa yang anda minta . di lantai 8 kamar VIP 201 dan ini ID card nya "
__ADS_1
" bagus . sekarang antar kan aku " perintah Dewa memberi kode .
Orang suruhannya mengangguk kan kepala . dewa segera mengangkat Dinar . menuju kamar yang sudah di sediakan orang suruhannya .
...----------------...
smentara mobil yang di kemudikan Gavin berhenti tak jauh dari mobil Dewa. kedua matanya menatap tajam melihat Dewa membopong Dinar dalam keadaan tak sadarkan diri ke dalam Hotel.
" Bukanya ini Hotel Vin . ngapain mereka ke sini ?"Tanya Reyhan .
" lha .. bukanya itu _"
Reyhan menatap Gavin sambil jarinya menunjuk ke arah Dewa yang melangkah masuk ke dalam Hotel.
" ngapain mereka kesini ? jangan jangan _" ucapanya menggantung .
tanpa menjawab Rehan Gavin keluar dari mobil .berlari mengikuti mereka . dengan cepat Reyhan menyusul adiknya . namun kakak beradik itu kalah telak . pintu lift sudah tertutup.
" hahh sialll!" umpat Gavin .
Mereka bergegas menuju ke lantai delapan dengan lift yang sebelah . hanya selisih beberapa menit mereka sampai di lantai delapan . pintu lift yang di naikki Gavin dan Reyhan terbuka . mereka berpencar berlari mencari kemana Dewa membawa Dinar .
" sial ! kemana mereka ?! " Umpat Gavin sambi kedua tangan memegang kepalanya . dia terlihat frustasi .
dari arah berlawanan Terdengar suara Reyhan .
" itu mereka Vin ! kamar VIP 201"
Gavin dan Reyhan dengan cepat menuju kamar dimana Dewa masuk .sayangnya pintu kamar sudah tertutup rapat .hingga mereka tak bisa masuk .
" br3ngsekk ! "
__ADS_1
Gavin menniju tembok dengan keras beberapa kali .hingga tangannya terluka dan berdarah.dia terlihat khawatir .pikiranya sudah kemana mana .Rehan menarik Gavin.
" Vin tenangkan dirimu ! "
" lo gak liat Rey !? mereka masuk ke dalem , hah sial ! brengs3k ! Brengs3k ! Brengs3k ! " umpat Gavin menendang tembok berkali kali .
" kita pikirkan bagai mana kita bisa masuk .kalo lo kayak gini bisa bisa kita di usir . lo mau ?" ucap Reyhan.
Gavin tertunduk tak terasa cairan bening keluar dari ujung matanya . pikiranya di penuhi hal yang bukan bukan. entah apa yang Dewa lakukan . apa kali ini dia harus merasakan sakit kembali . seperti luka yang di berikan Clarissa Dulu . luka yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya .
walaupun dia belum yakin tentang perasaanya terhadap Dinara .tapi saat ini hatinya begitu sakit melihat Dinara dan Dewa. dan sepertinya sakit hatinya saat ini lebih sakit dari luka yang di torehkan Clarissa.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
jangan lupa like๐