
ππslamat membaca ππβ
...----------------...
Dinar berjalan kaki menjauh dari mension Gavin . sambil mengingat ingat apa yang terjadi hingga dia bisa sampai nginep di rumah Gavin . namun Dinar tak ingat sama sekali kejadian semalam . dia mengambil ponselnya di dalam tas . namun sial, ponsel nya kehabisan daya .
" Astaga .. kenapa pake mati sih " umpat Dinar
tak jauh dari tempatnya berdiri terlihat halte bis . hanya berjarak sekitar 200 meter .
" masak iya gua harus naik bis " pikirnya
" bodo amat lah... dari pada jalan kaki .. bisa bisa kaki gua patah "
akhirnya Dinar berjalan menuju halte. kebetulan saat itu sepi hanya ada Dinar seorang . dia duduk menunggu bis yang tak kunjung datang . perutnya juga sudah berbunyi . cacing cacing di perutnya sudah mulai bergulat meminta makan .
" panas banget sih mana laper lagi " gumam Dinar sambil memegangi perutnya
tiba tiba sebuah motor sport berhenti di depanya. dia tak lain adalah Gavin . Dinar menatap sinis . Gavin membuka kaca helm nya menatap Dinar .
" Buruan naik !" pintanya .
" gua bisa pulang sendiri !" jawab Dinar acuh .
Gavin mematikan motornya menghampiri Dinar. lalau menarik tanganya menuju motor tanpa bicara. Dinar pun terus berontak .
" ngapin lo narik narik tangan gue .. lepasin gak !" namun Gavin tak menggubrisnya .
" Lepasin gak .. kalo lo gak lepasin gua teriak "ancamnya
mendengar itu Gavin langsung melepaskan genggaman tanganya .
" Gua anter lo pulang "
" gak usah ! "
" keras kepala banget lu jadi orang ! serah deh mau pulang apa nggak ! "
"kruyuk. kruryuk.."
baru mau melangkah Gavin mendengar suara cacing cacing di perut Dinar . dinar hanya diam melihat ke sembarang arah . Gavin berdecak . dia kembali menarik tangan Dinar dan memakaikan nya helm .
__ADS_1
" sini in gua bisa sendiri !" Dinar mengambil helm dari tangan Gavin.
" serah !" Gavin menaiki motor sport nya " buruan "
" iya .. berisik amat !"
Dinar buru buru naik ke motor Gavin . daripada dia nunggu lama kepanasan .. perutnya juga laper . mending ngikut aja pikirnya .
"pegangan !" perintah Gavin
lalu kedua tangan Dinar memegangi bahu Gavin .
" lu pikir gua tukang ojek apa ! lo pegang i bahunya "
" sama aja ! buruan jalan "
akhirnya Gavin melajukan motor sportnya dengan kecepatan agak tinggi . Dinara yang baru kali ini naik motor ketakutan .
" pelan dikit bisa nggak !" teriak Dinar .
mendengar itu tiba tiba terlintas di benak Gavin untuk ngerjain Dinara .Gavin sengaja mendadak dengan kecepatan tinggi . Dinara yang ketakutan sontak menutup matanya memeluk erat pinggang Gavin . dan menyandarkan kepalanya di punggung .
Gavin diam diam tersenyum melihat tangan Dinar yang memeluknya erat . tak lama motor sport itu berhenti di depan sebuah warung tenda pinggir jalan .
" ehmm ... ehmmm" cowok tamvan yang kini di peluknya sangat erat berdehem.
mendengar itu Dinar baru sadar kalo tanganya masih memeluk erat pinggang Gavin . sontak dia menarik tanganya .
" turun !" perintah Gavin .
" ngapain berhenti di sini?" tanya Dinar .
" mandiin kuda nil !.... ya makan lah .. emang lo pikir mau ngapain ?" jawab Gavin
" d_di sini ?"
" kenapa? jijik ? yaudah .. gua sendiri aja .. lagian siapa juga yang ngajak lo.. "
Gavin melangkah menuju warung tenda tersebut. baru beberapa langkah dia berhenti ,berbalik menatap Dinar yang masih tak bergeming .
" oh ..iya .. lo tungguin aja di situ bentar ya .. gua makan dulu ... laperr " ejek Gavin sambil mengusap perutnya .
__ADS_1
" Eee... tunggu gua ikut !"
Dinar yang merasa dirinya juga lapar buru buru membuntuti Gavin yang menuju tempat lesehan di belakang tenda . mereka duduk berhadapan dengan meja kecil di tengah tengah mereka.
Gavin yang melihat Dinar belum nyaman di sini . segera memesan makanan .
" lo mau makan apa ?" tanya Gavin
" apa aja yang bisa dimakan ." jawabnya singkat
" Bang mau ayam penyet dua sama es teh dua ya "
" siap mas Gavin " jawab sang penjual .
tak heran kalo abang abang yang jual kenal sama Gavin . karna dia sering makan di sini bertiga dengan Leo dan Awan warung makan yang buka dari jam delapan sampai jam sebelas malam . Dinar kaget dengan penjual yang kenal dengan Gavin .
" kalian kenal ? " tanya Dinar heran .
"hmm"
mendengar jawaban Gavin Dinar tak bertanya lagi. mereka berdua sibuk dengan ponsel masing masing . sambil menunggu pesanan datang .
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
jangan lupa like ππππ