Dinara The Arrogant Girl

Dinara The Arrogant Girl
27


__ADS_3

πŸƒπŸƒslamat membaca πŸ’˜πŸ’β˜•


...----------------...


Dinar berjalan kaki menjauh dari mension Gavin . sambil mengingat ingat apa yang terjadi hingga dia bisa sampai nginep di rumah Gavin . namun Dinar tak ingat sama sekali kejadian semalam . dia mengambil ponselnya di dalam tas . namun sial, ponsel nya kehabisan daya .


" Astaga .. kenapa pake mati sih " umpat Dinar


tak jauh dari tempatnya berdiri terlihat halte bis . hanya berjarak sekitar 200 meter .


" masak iya gua harus naik bis " pikirnya


" bodo amat lah... dari pada jalan kaki .. bisa bisa kaki gua patah "


akhirnya Dinar berjalan menuju halte. kebetulan saat itu sepi hanya ada Dinar seorang . dia duduk menunggu bis yang tak kunjung datang . perutnya juga sudah berbunyi . cacing cacing di perutnya sudah mulai bergulat meminta makan .


" panas banget sih mana laper lagi " gumam Dinar sambil memegangi perutnya


tiba tiba sebuah motor sport berhenti di depanya. dia tak lain adalah Gavin . Dinar menatap sinis . Gavin membuka kaca helm nya menatap Dinar .


" Buruan naik !" pintanya .


" gua bisa pulang sendiri !" jawab Dinar acuh .


Gavin mematikan motornya menghampiri Dinar. lalau menarik tanganya menuju motor tanpa bicara. Dinar pun terus berontak .


" ngapin lo narik narik tangan gue .. lepasin gak !" namun Gavin tak menggubrisnya .


" Lepasin gak .. kalo lo gak lepasin gua teriak "ancamnya


mendengar itu Gavin langsung melepaskan genggaman tanganya .


" Gua anter lo pulang "


" gak usah ! "


" keras kepala banget lu jadi orang ! serah deh mau pulang apa nggak ! "


"kruyuk. kruryuk.."


baru mau melangkah Gavin mendengar suara cacing cacing di perut Dinar . dinar hanya diam melihat ke sembarang arah . Gavin berdecak . dia kembali menarik tangan Dinar dan memakaikan nya helm .

__ADS_1


" sini in gua bisa sendiri !" Dinar mengambil helm dari tangan Gavin.


" serah !" Gavin menaiki motor sport nya " buruan "


" iya .. berisik amat !"


Dinar buru buru naik ke motor Gavin . daripada dia nunggu lama kepanasan .. perutnya juga laper . mending ngikut aja pikirnya .


"pegangan !" perintah Gavin


lalu kedua tangan Dinar memegangi bahu Gavin .


" lu pikir gua tukang ojek apa ! lo pegang i bahunya "


" sama aja ! buruan jalan "


akhirnya Gavin melajukan motor sportnya dengan kecepatan agak tinggi . Dinara yang baru kali ini naik motor ketakutan .


" pelan dikit bisa nggak !" teriak Dinar .


mendengar itu tiba tiba terlintas di benak Gavin untuk ngerjain Dinara .Gavin sengaja mendadak dengan kecepatan tinggi . Dinara yang ketakutan sontak menutup matanya memeluk erat pinggang Gavin . dan menyandarkan kepalanya di punggung .


Gavin diam diam tersenyum melihat tangan Dinar yang memeluknya erat . tak lama motor sport itu berhenti di depan sebuah warung tenda pinggir jalan .


" ehmm ... ehmmm" cowok tamvan yang kini di peluknya sangat erat berdehem.


mendengar itu Dinar baru sadar kalo tanganya masih memeluk erat pinggang Gavin . sontak dia menarik tanganya .


" turun !" perintah Gavin .


" ngapain berhenti di sini?" tanya Dinar .


" mandiin kuda nil !.... ya makan lah .. emang lo pikir mau ngapain ?" jawab Gavin


" d_di sini ?"


" kenapa? jijik ? yaudah .. gua sendiri aja .. lagian siapa juga yang ngajak lo.. "


Gavin melangkah menuju warung tenda tersebut. baru beberapa langkah dia berhenti ,berbalik menatap Dinar yang masih tak bergeming .


" oh ..iya .. lo tungguin aja di situ bentar ya .. gua makan dulu ... laperr " ejek Gavin sambil mengusap perutnya .

__ADS_1


" Eee... tunggu gua ikut !"


Dinar yang merasa dirinya juga lapar buru buru membuntuti Gavin yang menuju tempat lesehan di belakang tenda . mereka duduk berhadapan dengan meja kecil di tengah tengah mereka.


Gavin yang melihat Dinar belum nyaman di sini . segera memesan makanan .


" lo mau makan apa ?" tanya Gavin


" apa aja yang bisa dimakan ." jawabnya singkat


" Bang mau ayam penyet dua sama es teh dua ya "


" siap mas Gavin " jawab sang penjual .


tak heran kalo abang abang yang jual kenal sama Gavin . karna dia sering makan di sini bertiga dengan Leo dan Awan warung makan yang buka dari jam delapan sampai jam sebelas malam . Dinar kaget dengan penjual yang kenal dengan Gavin .


" kalian kenal ? " tanya Dinar heran .


"hmm"


mendengar jawaban Gavin Dinar tak bertanya lagi. mereka berdua sibuk dengan ponsel masing masing . sambil menunggu pesanan datang .


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


jangan lupa like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2