
selamat membacaπ
...----------------...
...----------------...
Dinara dan Micell berjalan menuju kelas mereka . rasa jengkelnya sudah memasuki level tertinggi .gak di rumah gak di sekolah . semua orang membuatnya kesal .
" Hahh bete banget gue hari ini ! "umpat Dinar
" Sabar beib ,, jangan marah marah mulu " Sedangkan Dinar hanya melirik sahabatnya .
" kenapa gue mesti pindah ke sekolah ini . hidup gue udah kaya di neraka tau nggak .. ada aja yang bikin gue kesel . seakan gak rela banget dunia ini melihat gue happy dikit ajaπ€ "
Sedangkan Micell hanya menyimak keluhan sahabatnya . seakan sudah terbiasa menjadi pendengar setia Dinara .
" kita ke kantin yuk , beli minum agar lo bisa sedikit lebih tenang gitu . gue yang traktir ! ok π" bujuk Micell.
Dinar menghela napas panjang .
" huhhh ... gue mau ke toilet dulu bentaran ya " Micell menganggukan kepala .
πππ
Di tempat lain Dewa dan Gavin sedang duduk mendengar omelan dari kepala sekolah. setelah luka mereka di obati di UKS tentunya .
mereka berduaa hanya menundukan kepala mendengar omelan Dari kepala sekolah yang terus terusan tanpa henti.
" kalian ini ! sudah berapa kali saya menghukum kalian berdua .! saya saja sampe bosen menghukum kalian berdua ! " kepala sekolah terus menggelengkan kepalanya .
" kamu juga Dewa , baru berapa hari masuk sekolah sudah berulah lagi . belom cukup saya skors kamu satu minggu hah..?" Dewa hanya diam tak menjawab .
" sekarang sebagai hukuman kalian lari keliling lapangan lima puluh kali ."
" Hahhh ... yang bener aja Pak ?" protes Dewa seketika mengangkat wajahnya menatap kepala sekolah ,sedang Gavin hanya diam .
" kenapa ? apa mau bapak tambah lagi hukumanya ?"
__ADS_1
" E_enggak pak .. engakk! " jawab Dewa gelagapan .
ya kali harus di tambah hukumanya . keliling 50x aja udah bikin napas engab " Batin Dewa
" kalo begitu cepat kalian mulai sebelum saya berubah pikiran . Udin akan mengawasi kalian berdua !" tegas kepala sekolah .
ahirnya dengan terpaksa mereka menuju lapakan untuk melaksanakan hukuman .
mereka mulai mengelilingi lapangan . dengan pengawasan Pak Udin tukang kebon sekolah yg menghitung mereka keliling lapangan .
πππ
sampainya di toilet ,belum sempat masuk Dinar dan Micell mendengar suara tangisan dari dalam toilet.mereka berdua berhenti sejenak untuk memastikan pendengaran mereka .
" hikh... hikh.. "
" lo denger ga ?" tanya Dinar
" kaya suara orang nangis . tapi siapa ? kita pergi aja yuk Ra. gue jadi takut . siapa tau itu hantu toilet !" ajak Micell yang merasa merinding .karna memang dia penakut
" mana ada hantu siang bolong gini " Dinar ingin melangkah namun tanganya di tarik sahabatnya
" Apa an sih lo "
Dinar bergegas masuk .dan betapa kagetnya dia melihat Lily duduk menangis di depan wastafel .
Dinar bergegas mendekatinya dengan sedikit berlari.
" Ya Tuhan LiLy ! lo kenapa ?" tanya Micell panik melihat Lily dalam keadaan basah kuyup.
" lo kenapa ? cerita sama gue " Dinar menggenggam tangannya yang gemetar. sementara Lily hanya bisa menangis .
" Cell lo tolong ambil baju di mobil gue , ini kuncinya " perintah Dinar menyodorkan kunci mobilnya .
Micell bergegas mengambilnya .karna saat ini pasti Lily kedinginan .mengingat seragam yang ia pakai basah kuyup.
beberapa menit kemudian Micell membawa paper bag di tangannya menyerahkan pada Dinar .
__ADS_1
Dinar membantu Lily Berdiri dan menyodorkan paper bag berisikan hoody dan celana jins panjang kepadanya .
" Lo ganti dulu pake ini , biar lo gak sakit " Lily menganggukan kepala untuk mengganti bajunya .
" kira kira siapa yang lakuin ini ke Lily ya Ra ?" tanya Micell heran.
" gue juga gak tau , yang pasti dia akan berurusan sama gue udah bikin temen gue kaya gini !"
melihat Lily keluar dari bilik toilet . Dinar dan Micell menoleh ke arahnya .mereka mengajak Lily menuju kantin sekolah .
sampainya di kantin mereka duduk berdua sedangkan Micell memesan minuman untuk mereka .
" ni Ly minum dulu biar badan lo anget " Micel menyodorkan segelas teh hangat pada lili .
" Terimakasih " ucap Lily seraya meminum teh di tangannya .
" sekarang lo cerita sama gue apa yang terjadi " tanya Dinar
namun Lily hanya diam , seakan takut untuk cerita .Micell yang paham dengan ketakutan Lily mengusap bahunya dengan lembut.
" lo cerita aja Ly jangan takut .kita akan belain lok kok " ucap Micell dengan pelan.
dan ahirnya Lily mulai cerita dengan kedua teman di hadapanya saat ini . mendengar penuturan Lily Dinara mengepalkan tangannya .apa lagi setelah mendengar nama Siska ,Lora dan Sarah yang membuat Lily seperti ini . dia semakin emosi .
Dinar seketika bangkit dari duduknya dan meninggalkan Lily dan Micell tanpa sepatah kata . berniat menghampiri ketiga manusia sampah itu.
" Ra .. lo mau kemana ,? " teriak Micell namun Tak di gubris .
" Dinaraaaa" sekali lagi Micell memanggil tetap gadis cantik itu melajukan langkah dengan gayanya .
ahirnya mereka berdua mengikuti kemana Dinara pergi..
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...