Dinara The Arrogant Girl

Dinara The Arrogant Girl
58


__ADS_3

selamat membaca 💐


...----------------...


...----------------...


Sesampainya di dalam mereka menghampiri Dinara yang sedang bercanda dengan Micell. Gavin tersenyum .ke arahnya.


" Happy birthday ya !" Gavin memberikan kotak kecil dengan pita berwarna merah menghiasi kotak itu.


"Aduh cakep bener Bidadari Abang " celetuk awan


Mendengar ocehan Awan semua tertawa.tak terkecuali Dinara .Jika biasanya di kehidupan sehari-harinya Dia bersikap arogan, tapi tidak dengan malam ini..dia ingin ulangtahun nya yang ke-17 ini berkesan untuknya.


tak Lama kemudian si trio lampir datang menghampiri mereka . dengan sombongnya .


"Hai Dinar!Happy birthday ya..nih gue Bawain kado buat lo " Siska memberikan paperbag yang dia bawa .


Di ikuti juga Oleh Sarah dan Lora . mereka memberikan hadiah yang mereka bawa buat Dinara .


" BTW .. lo tau nggak kalo Bokab gue juga punya rumah di sini " Ucap Siska dengan Sombongnya .


" o ya ! " jawab Dinar singkat


" ya iya lah . keluarga Siska kan Orang kaya . secara Bokabnya aja manager di PT. DG CROP . iya nggak Sis " Siska memasang wajah sombong .


mendengar penuturan Sarah . Dinara tersenyum miring . secara perusahaan itu di bawah naungan DARMAWANGSA GRUP. namun Dinara hanya mengikuti alur permainan Siska .


" waw .. berarti lo bener bener orang kaya dong !" Dinar menyunggingkan senyum


" Dan lo tau nggak barang yang di beli Siska buat lo itu harganya mahal, limitid edition cuma orang kaya yang mampu beli " Ucap Lora dengan bangganya .


" apa lagi orang miskin lo Ly , pasti gak mampu beli ! iya kan " Siska mendekatkan wajahnya pada Lily

__ADS_1


" Beli lemond tea aka gak mampu ! " sambungnya


" tu baju pasti hasil minjem kan ? gak mungkin lo mampu beli !" Sarah tersenyum puas .


Lily hanya diam memendam sakit hatinya karna hinaan Siska dan temen temenya .kedua matanya berkaca kaca. mendengar mereka merendahkan sahabatnya , Dinara mrnggenggam erat tangan Lily.


Leo ,Awan dan Micell geram mendengar celotehan mereka yang gak jelas sama sekali itu .


Siska mendekat ke hadapan Lily . namun entah mengapa Awan menghadang Siska di hadapan Lily.


" belom puas lo menghina Lily ! " Bentak Awan


" lo semua kalo cuma mau ngancurin acara orang , mending balik aja !" ketus Micell


"lagian ni ya banyak yang lebih kaya dari Bokab lo ! mereka biasa aja ga sombong kek lo " Sambung Leo


" Sirik aja jadi orang !" jawab Siska , mereka langsung pergi untuk bergabung dengan yang lain .


Micell yang merasa Geram,kedua tanganya mengepal .inging rasanya dia merobek mulut Siska .namun baru dia melangkah tanganya di cekal oleh Leo .


" tapi tu cewek _" Micell menunjuk ke arah Siska pergi


" udah ... yok bentar lagi mulai acaranya " Ajak Dinar


dia gak mau pestanya malam ini hancur gara gara ketiga manusia sampah gak tau diri itu. maka dari itu dia lebih memilih mengabaikan mereka


mereka semua berkumpul di taman belakang tempat di adakannya acara .Mc mulai menjelaskan rangkaian acara demi acara . suasana begitu meriah .karna hanya ada teman teman sekolahnya .


kali ini tiba saatnya di acara tuip Lilin .dimana ini acara yang di nanti nanti .Dinara tak lupa melakukan Make a wish sebelum sebelum meniup lilin.


Suara tepuk tangan begitu meriah di malam. Dinara memotong kue ulang tahunya kini .


" Baik kita lihat gaesss...kira-kira buat siapa ya potongan kue pertamanya " ucap sang Mc antusias.

__ADS_1


Dinara tersenyum menatap ke arah dimana Dewa Dan Gavin Berdiri . dia membawa kue di tanganya melangkah ke arah Dewa berdiri .


saat itu Dewa begitu percaya diri , Dinara akan mendatanginya dan memberikan potongan pertama untuknya . Dewa melebarkan senyumanya menatap Dinara .


Namun tak disangka Dinara justru melewatinya begitu saja. dia terus melangkah hingga kini berada di hadapan Gavin . seketika Senyuman Dewa menghilang begitu melihat pemandangan itu.


Dinara memberikan potongan kue pertamanya pada Gavin .dengan senyuman yang begitu manis . semanis gula .


" Terimakasih karna lo udah nolongin gue " Gavin menerima kue pemberian Dinara.


mendengar ucapan terimahkasih dari Dinara . Gavin tersenyum menatap gadis cantik di hadapanya . tatapan mata mereka saling bertemu .


" kenapa gue selalu deg degan tiap gue bertatapan dengan dia " batin Dinara


" wawww ternyata kue itu diberikannya pada sang pangeran tepuk tangan buat merak berdua huuu !" teriak Mc tersebut


" whattt ...! " ucap Siska .


" Dasar cewek gatel . dia pasti sengaja mau manasin lo Sis" sementara Sarah mengangguk membenarkan ucapan Lora


seketika suara tepuk tangan semakin Riuh di malam ini. Dinara begitu bahagia .


tapi berbeda dengan yang lain Justru Dewa terlihat begitu emosi dengan pemandangan yang dia lihat saat ini .kedua tanganya mengepal menatap tajam ke arah Gavin .


"setelah malam ini gue pastikan akan buat perhitungan sama lo ! liat aja nanti " batin Dewa


Sementara Gavin yang menyadari tatapan Dewa tersenyu miring .membalas tatapan mata Dewa.


" kita lihat siapa yang akan kalah dalam permainan ini .. gue atau elo !" Batin Gavin dalam hati .


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2