Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Hadiah yang cantik


__ADS_3

Marco berhenti di sebuah rumah yang terletak di gang terpencil, Marco masuk dalam rumah itu, karena pintunya memang sudah terbuka sejak awal ia datang.


"kau datang?" kata seorang wanita ketika Marco berada di dalam rumahnya.


"kau tahu aku akan datang?" tanya Marco


"tentu saja aku tahu, bahkan aku tahu apa niatmu datang kemari!" jawab wanita itu


"kalau begitu segera kerjakan tugasmu," kata Marco dengan sedikit sombong


"pria sombong! kau tahu jika kau terus sombong seperti ini, maka kesombonganmu sendiri yang akan memakan dirimu!"kata wanita itu memperingatkan Marco.


"itu bukan urusanmu! aku kemari hanya ingin memintamu agar Haura dan Bryan lebih tepatnya arwah Bryan tidak bisa mendekati Haura," kata Marco menyebutkan tujuannya.


"aku sudah mempersiapkannya, wanita hantu itu telah menemuiku, sebelum kau menemui diriku!" kata wanita itu sambil memberikan sebuah kotak kecil kepada Marco.


"baiklah terima kasih!" kata Marco lalu membalikan badannya.


"tunggu!" kata wanita itu mencegah Marco melanjutkan langkahnya.


"tidak semudah itu kau mendapatkannya! wahai pemuda!" wanita itu berdiri dan menghampiri Marco


"Dengar! ini bukan sembarang benda, tapi di dalamnya memiliki, kekuatan yang bisa mencegah manusia bertemu dengan sosok hantu atau arwah dan ini semua tidak gratis!" kata wanita itu kepada Marco


"kalau begitu, sebutkan saja berapa harga dari benda ini!" kata Marco kepada wanita itu


"Aku bukan mau minta bayaran seperti itu!" wanita itu menatap tajam ke arah Marco sorot matanya seperti ingin mencekik dan menerkam Marco.


"apa yang kau inginkan?" tanya Marco tanpa mengedipkan matanya sedikitpun.


"Aku ingin, setiap malam Jumat kamu memberikan setetes darahmu ke dalam cawan ini." wanita itu memberikan sebuah cawan kecil kepada Marco.


"untuk apa cawan ini?" kata Marco bertanya


"ini sebuah perjanjian! jika kau melanggarnya maka benda itu tidak akan mengeluarkan kekuatannya dan mereka bisa saling bertemu," jelas wanita dukun itu


mendengar penjelasan dukun itu, membuat Marco mengambil cawan itu, lalu pergi meninggalkan rumah dukun wanita itu.


Marco masuk dalam mobilnya dan kembali mengendarai mobil yang ia gunakan, selama di dalam mobil Marco terus memandangi benda yang diberikan oleh wanita itu.

__ADS_1


"hari ini ada hari Kamis, berarti malam ini benda ini akan bekerja, aku akan melakukannya sesuai permintaanmu!" kata Marco sambil menyimpan benda itu ke dalam kotaknya lagi.


*****


"dokter Haura, bagaimana keadaan anak saya?" katanya wanita itu kepada Haura yang sedang memeriksa kondisi putranya


"nafasnya sudah mulai stabil sepertinya tenggorokannya juga sudah tidak terlalu gatal, benar, kan, anak manis? tanya Haura kepada anak itu.


"benar dokter! tenggorokanku tidak lagi gatal dan dadaku juga tidak merasakan sesak lagi," jawab anak itu sambil memegang dadanya.


"syukurlah kalau begitu, kemungkinan besok pagi, kamu sudah bisa pulang dan bisa kembali bertemu dengan teman-teman," Haura menyentuh pundak anak itu dan mengelusnya


Haura memang sangat menyukai anak kecil, sehingga membuatnya mudah untuk dekat dengan pasien-pasiennya, terutama pasien-pasien yang masih dibawah usia 17 tahun.


"dokter Haura, Aku ingin memberikan sesuatu," kata wanita itu kepada orang sambil memberikan paper bag kepada Haura


"tidak perlu, aku bekerja di sini sebagai seorang dokter dan lagi pula kau juga sudah membayar biaya rumah sakit," kata Haura kepada Wanita yang merupakan ibu dari pasiennya.


"tidak apa-apa dokter Haura, selama satu bulan anakku di sini, anda telah menjaga dan merawatnya, bahkan terkadang aku menitipkannya kepada anda, karena aku harus bekerja, jadi hadiah ini tidaklah sebanding dengan kebaikan anda," wanita itu meminta Haura untuk menerima bingkisan yang ia bawa.


melihat ketulusan di wajah wanita itu, membuat Haura menjadi sangat terharu, baru kali ini, ada seseorang yang memperhatikan dirinya begitu baik.


"Haura!" panggil seseorang dan Haura pun menoleh


"Hai dokter Marco!" kata Haura ketika melihat sosok Marco berjalan menghampirinya.


"Haura, Aku ingin bicara empat mata denganmu!" Marco lalu menarik tangan Haura agar mau mengikutinya.


Haura melihat tangannya yang digandeng oleh Marco, langkah kakinya mengikuti irama kaki Marco, ia tidak tahu kenapa jantungnya berdegup kencang ketika Marco menyentuh tangannya, Haura tidak pernah menyimpan rasa kepada Marco, adapun rasa hanya karena ia kagum dengan Marco dan Marco adalah kakak dari sahabatnya.


Marco mengajak Haura ke dalam ruangannya, sesampainya di sana Marco mempersilahkan Haura untuk duduk.


"Haura aku akan langsung ke intinya, aku ingin tahu apakah kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Marko tiba-tiba membuat mulut Haura menganga karena pertanyaan yang begitu mengejutkan.


"Mak- maksud kak Marco kau?" tanya Haura pura-pura tak mengerti.


"Haura aku yakin kau adalah wanita yang cerdas, kau tahu maksud dari pertanyaanku, jadi jawablah pertanyaanku," kata Marco kepada Haura.


Marko seakan mendesak Haura untuk menjawab pertanyaan darinya, entah apa yang dimaksud Marco bertanya seperti itu, sedangkan semua orang tahu Marco memiliki seorang wanita di sisinya.

__ADS_1


"aku ... aku belum memiliki seorang kekasih, tapi ada seseorang yang sedang dekat denganku dan aku menghargainya seorang pria yang harus aku hormati saat ini," kata Haura


Haura tidak bisa menjelaskan siapa pria itu dan apa statusnya bersama dengan pria itu, karena tak ada yang akan percaya dengan kata-katanya, terlebih lagi pernikahannya dengan Bryan dilakukan di alam mimpinya, sehingga membuat Haura bingung harus mengungkapkan statusnya.


"Haura aku menyukai dirimu, tapi aku menghargai jika kamu memang memiliki seseorang pria yang sedang dekat denganmu, tapi satu hal yang ingin aku sampaikan Haura, Aku ingin kamu menerima sesuatu dariku," Marco mengeluarkan kotak kecil dari kantong


jasnya.


Haura terkejut melihat sebuah kalung yang ada di dalam kotak itu, Haura senang tetapi dia rasa, dia tidak pantas menerimanya.


"maaf kak, tapi untuk apa kalung ini dan aku sebenarnya tidak bisa menerimanya," kata Haura menolak dengan halus.


"Haura anggap saja ini hadiah yang aku berikan adalah untuk tanda keberhasilanmu, yang sudah bisa melawan rasa takutmu," kata Marco memaksa.


Haura tidak tahu lagi harus menolak Marco seperti apa, dia juga merasa tidak enak karena harus menolaknya lagi, sehingga membuat dia terpaksa menerima hadiah pemberian dari Marco.


Marco memasangkan kalung itu di leher Haura dan Haura memegang liontin kalung itu, liontin yang sangat cantik dia suka dengan hadiah yang diberikan oleh Marco.


"terima kasih kak Marco untuk hadiahnya," kata Haura tersenyum.


"aku pamit dulu," Haura bangun dari duduknya dan dia berpamitan kepada Marco.


melihat Haura keluar dari ruangannya, Marco menarik salah satu sudut bibirnya, dia tersenyum menyeringai puas karena usahanya berhasil.


"bagus Marco! kau sudah melaksanakannya dengan baik, rencana kita akan berjalan lancar" Susan tiba-tiba muncul di hadapan Marco


.


.


.


.


.Hai bestie,,, baca juga karya temanku


pastinya seru juga loh...


__ADS_1


__ADS_2