Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Ada apa denganku?


__ADS_3

Haura menyelesaikan tugasnya, dan bersiap untuk pulang ke rumahnya, Haura membawa tas miliknya dan keluar dari ruangan dokter.


"Haura!"


Panggil Marco ketika Haura membuka pintu, Haura kaget Marco ada di depan ruangan dokter magang.


"Ada yang bisa saya bantu dokter Marco?" tanya Haura yang bicara formal ketika masih di rumah sakit.


"Panggil aku biasa saja, hanya ada kita berdua di sini!"


Perkataan Marco membuat Haura menjadi salah tingkah, memang mereka akan bicara santai jika hanya berupa saja, tapi masalahnya mereka ada di depan ruangan dokter, di mana ada beberapa perawat dan dokter lain lalu lalang.


"Ada apa kak?" tanya Haura.


"Ikut aku, kita akan pergi ke suatu tempat!" ajak Marco yang langsung berjalan tanpa mendengar jawaban dari Haura.


Merasa tidak diberi kesempatan untuk menjawab, membuat Haura mengikuti langkah Marco meski dia tidak tahu kemana mereka akan pergi.


Marco berjalan ke arah parkiran rumah sakit, dia sesekali melihat ke belakang memastikan Haura tetap mengikutinya, Marco masuk ke dalam mobilnya.


"Masuk!" teriak Marco setelah menurunkan kaca mobil.


Haura mempercepat langkahnya, dia tidak mau Marco menunggu, karena itu akan membuatnya merasa bersalah


Haura duduk di bangku yang berada di samping Marco, Marco menyalakan mesin mobil dan melakukan mobilnya.


Marco sama sekali tidak memberitahukan Haura kemana tujuan mereka pergi, Marco juga tidak memberitahukan kenapa mereka pergi berdua.


"tidak pernah dia mengajakku pergi berdua saja! kami juga sangat jarang bicara, tapi kenapa akhir-akhir ini, kak Marco terlihat lebih sering menemuiku?!" Haura bertanya-tanya dalam benaknya tentang sikap Marco yang berubah tiga ratus enam puluh derajat.


Ciiiiiit


Mobil berhenti tepat di sebuah restoran, Cyra semakin bingung karena Marco mengajaknya pergi ke restoran.


"turunlah, kita makan malam bersama, aku dengar kamu belum makan siang juga, karena banyak pasien hari ini." Marco membuka pintu mobil dan turun.


"Aku benar-benar tidak tahu lagi harus mengartikan apa dengan sikap kak Marco, dia bahkan memiliki seorang kekasih," gumamnya setelah Marco menutup pintu.


tok tok tok


Marco mengetuk kaca jendela mobil, membuat Haura terkejut dan langsung membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Maaf," kata Haura setelah menutup pintu mobil.


Mereka berdua berjalan menuju restoran, Haura tak menyangka dia akan diajak ke restoran mahal malam ini oleh seorang pria, Haura sejak menginjakkan kakinya di rumah sakit tempatnya bekerja, memang mengagumi Marco, pria yang tampan tapi sedikit misterius, bertubuh atletis, dan memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai seorang dokter, yang membuat Marco menjadi kepala kardiologi beberapa tahun terakhir.


"Makanlah, jangan hanya di pandangi, nanti dia malahan malu karena terus dipandangi oleh wanita cantik." Marco mengucapkan kata-kata yang membuat Haura terkejut.


"Kak Marco, bisa juga sedikit nyeleneh? aku bahkan baru kali ini mendengar ucapannya yang tidak ada keseriusan di dalamnya, biasanya dia selalu serius, bahkan dulu saat kami semua berada di villa keluarganya, dia sama sekali tidak menunjukkan ketertarikannya untuk bergabung dengan kami!" Haura kembali mendapat kejutan dari sikap Marco.


Mereka berdua menikmati makan malam dengan menu wagyu sirloin steak, menu yang sangat-sangat jarang di nikmati Haura, selain harganya mahal, bagi Haura makan-makanan mewah cukup dia nikmati saat bersama Kiki di acara-acara pesta.


"Makan yang banyak, jangan sampai kamu sakit!" ucap Marco.


mendengar perkataan Marco yang memperhatikannya dan terdengar seperti menghawatirkan ya, membuat Haura rasanya tidak mampu untuk mengangkat garpunya, jangankan mengangkatnya, bahkan memegangnya saja dia tak mampu karena tangannya yang tiba-tiba seperti orang yang menderita penyakit Tremor tangan (tangan yang bergetar saat memegang sesuatu).


Perut yang memberontak, membuat Haura tersadar kembali dan tidak lagi hanyut dalam perkataan Marco.


Dia makan seperti biasa, dan secepatnya menghabiskan makanannya, dia tidak mau terlalu lama bersama dengan Marco, semakin dia bersama Marco, semakin fikirannya terbuai.


selesai makan malam bersama, Marco mengantar Haura pulang sampai depan rumah.


"Terima kasih kak Marco!" kata Haura sambil melambaikan tangannya.


Haura berjalan ke dalam rumahnya dan bersiap untuk istirahat, tubuhnya lelah, fikiranya pun masih tertuju kepada Bryan yang tidak menemuinya beberapa hari ini.


"Kalau dia ada disini, pasti aku bisa terus makan masakan yang enak! aku merindukannya." setelah berbicara dengan dirinya sendiri Haura menutup mulutnya rapat.


"Apa yang sedang aku pikirkan! ada apa denganku?" ujarnya sambil menarik selimut dan tertidur.


*****


Marco keluar dari dalam mobilnya, dia selalu memarkir mobil sendiri di dalam garasi khusus miliknya, dia tidak pernah membiarkan, siapapun menyentuh mobil miliknya itu.


Mobil sport yang di desain khusus, berwarna merah doff, membuat mobil itu sangat terlihat gagah.


Marco menaiki tangga rumahnya, dan dia tidak menyangka adiknya, Lidya seperti sedang menunggu dirinya pulang.


"Sudah selesai bermain-mainnya?" tanya Lidya dengan langkah mengikuti Marco menuju kamar tidurnya.


"Lidya! aku lelah, kita bicara besok saja!" Marco menolak berbicara dengan adiknya.


tapi sayang, Lidya bergerak dengan cepat, dia menghalangi kakaknya menutup pintu kamar dengan tangannya, Lidya yang terkenal jago pencak silat dan juga taekwondo, membuat Marco menyerah kali ini.

__ADS_1


Lidya masuk ke dalam kamar Marco tanpa perlawanan dari kakaknya itu.


"Kenapa, kakak seperti sedang bermain-main dengan perasaan Haura? apa tujuan kakak sebenarnya?" tanya Lidya.


"Aku, tidak sedang bermain-main dengannya!" jawab Marco sambil melepas jam tangannya.


"Jangan berkelit! aku tahu persis tipe wanita yang bisa menarik perhatianmu! Haura bukanlah tipe wanitamu!" Lidya terus mendesak kakaknya untuk berterus terang.


Marco masih sangat bersikap santai menghadapi ocehan adik kecilnya. Lidya adalah adik yang sangat dia sayangi, menjadi seorang kakak, dia berkewajiban melindungi Lidya, tapi sayang, ada kerenggangan di antara mereka setelah penobatan Marco sebagai kepala kardiologi yang baru.


"Aku peringatkan sekali lagi! jika kakak berani menyakiti sahabatku! aku tidak segan-segan memberimu peringatan keras! bukan dengan ucapan tapi dengan tindakan!" Lidya memberikan peringatan kembali.


"Apa yang akan kamu lakukan? menghajarku?!" Marco menoleh ke arah adiknya yang sejak tadi dia abaikan.


"Kakak tau betul bagaimana aku?! aku tidak akan pernah memukul jika orang itu hanya sedikit menyakitiku! tapi jika dia sudah sangat keterlaluan, aku akan menitipkan salam untuk dokter kepadanya!" Lidya bicara tanpa jeda.


gemuruh amarah di hati Lidya semakin memuncak, dia mencoba terus menahan diri agar tidak lepas kontrol. dia sangat ingin bertindak, agar bisa membuat kakaknya sadar dan juga mereka yang menjabat di rumah sakit memberhentikan kakaknya.


"Aku akan memberikan kejutan yang tak terduga, yang bisa membuatmu tersingkir dari keluarga kita dan juga seluruh rumah sakit.


Lidya keluar dari kamar Marco dan membanting keras pintunya.


Lidya sangat kesal, dia pergi ke kamarnya untuk menenangkan hatinya yang penuh kekesalan.


"Ku pastikan! kau tidak akan pernah bisa mendekati sahabatku lagi!"


.


.


.


.


.


hai hai hai semuanya... semoga tetap setia dengan ceritaku. terimakasi sudah membaca, baca sampai tamat ya teman-teman 🙏


yuhuuu baca juga novel karya temanku... patinya seru...


__ADS_1


__ADS_2