Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Kesedihan Haura


__ADS_3

Haura terbangun ketika mendengar suara memanggil namanya.


Haura mencari suara itu sambil memanggil, "Bryan! Bryan!" namun tidak ada sosok yang suaranya terdengar ditelinga.


"Aku yakin sekali! tadi aku mendengar suaranya! kamu di mana?" Haura berjongkok dan dia menangis.


"Aku tidak sanggup jika menghadapi ini sendiri! aku belum banyak belajar darimu! Bryan munculah." Haura menangis histeris sambil membayangkan dirinya menghadapi pasien seorang diri.


Haura berhasil menghilangkan, delapan puluh persen traumanya, tapi masih perlu dirinya melawan rasa takut ketika berhadapan dengan ruangan operasi.


Tangan yang suka bergetar masih di rasakan oleh Haura, tapi semenjak dia mampu mengobati pasien, akhirnya besok dia bisa mencopot gelar dokter magang yang melekat pada dirinya.


Haura masih terus menangis, di hati terdalamnya, dia sangat merindukan Bryan, hanya saja dia tidak menyadari akan hal itu.


*****

__ADS_1


Lidya yang kembali ke kamarnya sehabis meluapkan emosinya kepada sang kakak, masih terus menggerutu, dia masih tidak habis pikir, Marco bisa-bisanya mendekati Haura.


"Aku tidak tahu apa rencanamu, kak! tapi aku tidak akan pernah menerima jika kamu menyakiti sahabatku!" Lidya meremas boneka yang dipegangnya.


"Twister, beri tahu kepadaku, apa rencana kak Marco?! aku tidak mau dia membuat sahabatku terluka! meski dia kakakku! aku tidak akan memaafkan tindakannya yang membuat kerugian terhadap sahabat baikku!" Lidya menatap boneka yang dia beri nama 'Twister'.


Sahabat memang harus saling support, melindungi, menyayangi, tidak ada saling sikut meski berada dalam satu profesi yang sama, seorang sahabat juga harus saling mengingatkan, sahabat ada bukan hanya saat ada suka, tapi juga saat ada duka, disitulah peran sahabat sangat penting dan dibutuhkan.


Lidya yang mengetahui sesuatu tentang kakaknya, tidak mau menyeret Haura dalam rencana konyol kakaknya, dia sangat mengenal sikap Marco, pria itu tidak akan berpaling dari pilihan yang sudah dia tetapkan, jadi dia tidak mungkin berpaling dari kekasihnya.


*****


"Maafkan aku Haura! maafkan aku yang lemah ini! aku masih belum bisa menemukan cara agar kita bisa bertemu!" ujar Bryan sambil menatap Haura lekat.


Kalung yang dikenakan Haura tertutup oleh baju kerah yang dipakai Haura, sehingga Bryan tidak melihat, hal ganjil dari benda yang dipakai wanita yang mengisi ruang hatinya.

__ADS_1


"Aku akan berusaha semampuku, bersabarlah! dan tunggu aku!" Bryan menghilang, dia tidak kuat melihat wanita yang dia cintai menangisi dirinya.


"Bryan! aku ingin bertemu, besok hari yang spesial untukku, seharusnya kamu berada di sisiku, berkatmu, aku bisa menjadi seorang dokter sungguhan!" Haura mengangkat kepalanya, terlihat kelopak mata yang sembab diwajahnya.


Haura bangun perlahan, berjalan ke dapur untuk mencuci mukanya, dia kembali ke kamarnya untuk tidur.


*****


Kiki sedang sibuk olah raga, setiap pagi dia selalu menyempatkan untuk joging. dirinya harus terus terlihat prima, menjadi sosok seorang pemimpin perusahaan yang sukses, menuntut dirinya untuk memiliki tubuh yang atletis, ideal antara berat badan dan juga tinggi badannya.


"Lihat, pria itu sangat tampan!" seorang wanita tidak di kenal yang juga sedang berolahraga, memuji Kiki.


setiap Kiki melangkah, maka wanita muda bahkan ibu-ibu, pun, ikut memandangi dirinya, mereka kagum dengan bentuk tubuh Kiki, menggemaskan, membuat hati yang melihatnya meronta-ronta.


Kiki mengerakkan badannya ke kiri dan kanan, dia juga menaruh kedua tangan di pinggang lalu memutar pinggulnya, membuat setiap mata yang memandang terpana.

__ADS_1


"Ki!" teriak Haura yang hampir sampai di hadapannya.


Hanya satu wanita yang tidak mengaguminya, menganggapnya biasa saja, menganggapnya sama dengan pria lain, meski status Kiki adalah seorang sultan yang banyak uang.


__ADS_2