
Haura dan Bryan masih belum bisa bertemu untuk sementara, Bryan masih mencari tahu semua yang terjadi, namun belum mendapatkan info dari teman-temannya.
Bryan terus berada di dunia arwah, dia tidak mau pergi ke dunia manusia, karena jika dia bertemu Haura dan melihat kondisi wanita itu, membuat dirinya ingin melakukan sesuatu tapi tidak bisa, itu membuat dirinya merasa tidak berguna.
"Apa sudah ada petunjuk?" tanya Ato Dalang kepada Bryan yang terlihat murung.
Bryan menggelengkan kepalanya, dia masih berfikir keras, dia sedang berusaha mengingat benda apa yang biasa dan tidak biasa di pakai oleh Haura.
"Coba kamu perhatikan lagi dari dekat, apa yang tidak biasa dari wanita itu, aku yakin pasti benda itu melekat di tubuhnya, hanya dengan cara itulah, mantra itu bekerja, dan cari tahu siapa yang melakukan perjanjian dengan dukun itu!" jelas Ato Dalang.
Mendengar penjelasan dari pria tua itu, Bryan langsung berdiri dan melangkah pergi.
"Anak muda sekarang, sangat kurang terhadap sopan santun!" keluh Ato Dalang atas sikap Bryan.
"Aku mendengarnya! aku pamit dulu! setelah ada petunjuk, aku akan kembali!" Bryan tiba-tiba kembali dan muncul di hadapan Ato Dalang.
Pria tua itu langsung lompat ketika melihat wajah Bryan ada di hadapannya.
"Haaaaah! anak itu selalu berbuat semaunya!"
****
Bryan muncul kembali di dunia manusia, dia memperhatikan Haura dengan seksama, dia terus mengikuti gerakan Haura, karena tidak terlihat, Bryan bebas memandangi Haura.
__ADS_1
"Tidak ada! disini juga tidak ada!" Bryan celingukan di sekitar tubuh Haura.
Dia memeriksa setiap benda yang di pakai Haura, tidak ada yang berbeda dan semua itu memang benda yang biasa di gunakan Haura.
"Gelang tangan sama, jam tangan sama, anting sama, apa yang dia pakai sampai membuat aku dan dirinya terhalang?" Bryan semakin menggila.
"apa aku harus melihat sampai ke dalamnya? jika aku melihatnya, yang ada aku bisa menjadi arwah mesum!" Bryan menepuk keningnya agak keras.
Bryan kembali ke dunia arwah dengan langkah seperti manusia yang sudah tidak makan selama tiga hari, tak bertenaga, tak memiliki keinginan hidup dan tak memiliki harapan lagi.
Lesu dan putus asa menghampiri dirinya, tak bisa dia berfikir lagi, bahkan tubuhnya tak bisa menopang dirinya sendiri.
"Dokter! Dokter!" kata hantu laki-laki yang sudah agak paruh baya, memanggil Bryan.
"Aku yakin tadi dia memanggilku! tapi kemana dia pergi?" Bryan tak menemukan pria tua itu.
*****
"Kau mau apa?" tanya pria tua itu yang leher tercekik.
"Seharusnya aku yang bertanya! kau mau apa memanggil dokter pria itu?!" kata hantu yang mencekiknya.
"Uhuk! Uhuk!" pria tua itu batu karena cekikan di lehernya semakin kencang.
__ADS_1
"Lepaskan aku!" pria itu mulai merasa sesak.
"Dengar! jangan macam-macam! jika kau berbuat nekat! maka aku dengan sekejap bisa menghancurkan rohmu, pasti kau tahu, resiko jika rohmu hancu?" Susan mengancam pria itu.
"Jiwamu akan hancur dan kau! tidak bisa reinkarnasi!" Susan menggemparkan tubuh pria tua itu dan meninggalkannya yang tersungkur di lantai.
pria tua itu melihat ke arah Susan, dia tidak menyangka, Susan mampu menindas sesama hantu.
"Aku akan terus melakukannya! aku harus menyelamatkannya! demi sebuah nyawa! aku tidak perduli, aku bisa reinkarnasi atau tidak, yang terpenting adalah dirinya!" pria itu menangis, dia membayangkan seseorang dalam fikirannya.
.
.
.
.
.hai semuanya,,, aku akan up lagi malam ini beberapa bab, stay tune yaaa...
oh iya baca juga karya teman ku yang pastinya seru.
__ADS_1