
"Lidya ...Lid." Sefya memanggil sahabatnya yang tiba-tiba pergi tanpa pamit.
"Aah, kenapa sih aku ditinggal." Sefya mengeluh.
Brugh
Sefya tersenggol.
"Maaf," kata pria dengan setelan jas dokter.
"Kak Marco," bisik Sefya saat Marco berlalu.
"Kenapa dia lewat tembok itu? Apa tembok itu adalah pintu?" Sefya bertanya-tanya lalu hendak menghampiri tembok diujung lorong.
.
.
"Dokter Mesum, Ah maksudku Dokter Jack." Lidya mengatur napasnya.
"Kenapa kamu? Habis dikejar setan juga?" tanya Jack.
"Itu, aku mau bertanya soal kabar Haura yang menghilang saat di posko pengungsian." Lidya duduk di sebelah Jack dengan nafas yang masih diburu.
"Kamu telat datangnya, aku sudah selesai bercerita, aku mau pergi dulu," Jack beranjak, namun Lidya menghentikan.
"Jika kamu tidak mau bercerita, aku akan sebarkan video mesummu dengan salah seorang perawat di sini." Ancam Lidya dengan tatapan mautnya.
"Oh ya? Benarkah ada video itu ada? Jika aku aku ingin melihatnya, sekeren apa saat aku ber ...." Jack menggerakkan bibirnya dan membuat Lidya jijik sampai menamparnya.
"Aaaw, sakit. Kamu ini wanita apa pria sih? tamparanmu, sangat menyakitkan." Jack berakting kesakitan.
"Hai, cepat katakan, atau kamu di pecat." Lidya kembali mengancam sambil menunjukkan rekaman video.
Jack terduduk, dia benar-benar terkejut melihat Lidya benar-benar memiliki videonya.
"Baik, aku akan cerita." Jack menarik napas panjang, lalu bercerita semua yang diketahuinya.
.
.
__ADS_1
Bryan menyentuh wajah Haura. "Haura mulai sekarang kamu harus lebih berusaha lagi, aku harus secepatnya diselamatkan, kita harus mengungkap kejahatan Marco."
Haura mengangguk mengerti, dia sudah bertekad akan lebih keras lagi belajar, dia ingin menyelamatkan pria yang disukainya.
"Aku akan berusaha sekuat tenagaku." Haura bertekad.
.
.
Setelah mendengar seluruh penjelasan dari Jack si dokter mesum, Lidya langsung berniat bertemu dengan Haura.
"Lidya, tunggu." Sefya menghampiri Lidya.
"Aku mau cari Haura dulu," kata Lidya dan hendak pergi tapi ditahan Sefya.
"Lid, ada sesuatu yang harus aku kasih tahu kamu." Sefya menatap Lidya.
"Apa?" tanya Lidya mencoba menanggapi.
"Ikut." Sefya menarik tangan sahabatnya kuat, dia takut Lidya kabur.
"Udah ayo cepet." Sefya semakin menarik Lidya.
"Ini." Tunjuk Sefya.
"Ini? Maksudnya?" tanya Lidya.
"Haura tadi Kak Marco keluar dari sini." tunjuk Sefya lagi.
"Ngigok kayaknya nih anak." Cengir Lidya.
"Serius." Sefya menatap.
"Fy, enggak usah becanda deh, ini kan tembok." Lidya berpaling dari Sefya.
"Ini liat, terbuka." Sefya membuktikan.
Melihat dinding itu terbuka, Lidya langsung menghampiri.
"Dia tadi keluar dari sana dengan wajah yang penuh rasa kesal." Sefya mengingat kembali kejadian tadi saat dia berpapasan.
__ADS_1
Lidya dan Sefya masuk ke dalam dan menutupnya kembali setelah di lihat ada gagang pintu di bagian luar.
Mereka berdua melihat sebuah pintu lagi, saat mereka masuk, betapa terkejutnya Lidya dan dia langsung menangis.
"Kak Bryan." Teriak Lidya.
Haura langsung terkejut dan menyingkir ketika melihat emosi yang penuh haru dari wajah sahabatnya.
"Kenapa adikku bisa ada di sini?" tanya Bryan yang membuat Haura untuk kedua kalinya terkejut.
"Adik?" tanya Haura.
"Dia adik sepupuku." Jujur Bryan.
"Jadi kamu dan Marco ...,"
Bryan mengangguk. "Kami saudara sepupu."
Mereka kembali melihat ke arah Lidya yang sedang menangis di sisi kasur, sedangkan Sefya mematung melihat kondisi yang tidak dia mengerti.
"Kak, sejak kapan Kakak berada di sini? Kenapa aku tidak tahu?" Lidya terus menangis.
.
.
Hai maaf baru update lagi, terus ikuti kisah mereka.
Aku juga ingin memberikan rekomendasi novel bagus karya temanku.
Gabriel Arshaka, pria dengan sejuta pesona yang digilai banyak wanita. Tak ada satupun wanita yang memiliki tahta tinggi dihatinya selain kekasihnya.
Namun karena sebuah kesalahan, ia terpaksa menikahi Jingga, wanita yang menjadi sahabat adiknya dan juga sudah dianggap sebagai adiknya sendiri.
"Aku tidak akan berhenti mengejarmu, sebelum aku berhasil membuatmu jatuh cinta padaku kak" ~ Jingga Oceana.
"Berhentilah melakukan hal sia-sia, tidak ada dalam kamusku jatuh cinta pada bocah ingusan sepertimu" ~ Gabriel Arshaka.
Akankah cinta tumbuh di hati Gabriel untuk Jingga? Bagaimana caranya Jingga menaklukkan hati Gabriel yang selalu menganggapnya seperti anak kecil?
__ADS_1