
Bryan menemukan Haura yang sedang berjalan sendirian seakan pikirannya kosong, Bryan berusaha menghentikan Haura, tapi Haura tiba-tiba bertingkah kasar kepadanya.
Haura mendorong tubuh Bryan yang hendak menghentikan langkahnya.
"Haura! Haura!" teriak Bryan sambil berusaha berdiri kembali.
Bryan kembali mengejar Haura, dia berhasil meraih tangan Haura segera untuk menghentikannya.
"Haura! sadar Haura!" Bryan mulai merasa khawatir, dia melihat mata kosong, pikiran kosong dan melangkah sendirian.
"Dia dikendalikan!" gumam Bryan, saat menyimpulkan kondisi Haura.
"siapa yang mengendalikannya? mengapa dia bisa seperti ini? Haura ada apa denganmu? Haura ... Haura! Bryan terus memanggil-manggil Haura, berusaha untuk menyadarkan wanita yang menjadi istrinya itu.
Haura tidak juga menyadarkan dirinya, ia malah terus berbuat kasar kepada Bryan, Bryan berusaha menguasai tubuh Haura, tetapi sayangnya tenaga Haura dua kali lipat lebih besar dari pada dirinya, Bryan semakin merasa khawatir, dia yakin seseorang telah mengendalikan, dan orang itu bukanlah seorang manusia biasa, pasti seorang yang memiliki ilmu tinggi.
"Lepaskan wanita itu! jangan menyentuh dirinya, jika kau menyentuh dirinya, maka kau akan hilang dari dunia ini," sebuah suara terdengar Bryan langsung menoleh mencari asal suara tersebut, tetapi tidak ada sosok lain selain dirinya dan juga Haura di tempat itu.
"Siapa kau? mau apa kau? aku tidak akan pernah memberikan kesempatan untuk menguasai istriku!" kata Bryan dengan tegas.
Angin kencang terasa di sekitar Bryan dan Haura, angin kencang itu bahkan mampu membuat Bryan kehilangan kendalinya, Bryan berusaha sekuat tenaga untuk bisa bertahan di tengah angin kencang.
__ADS_1
"Haura ... sadarlah Haura!" teriak Bryan terus-menerus, dia berusaha untuk menyadarkan Haura dari hal yang mengendalikan dirinya.
Saat Bryan ingin membuat Haura terbangun, tiba-tiba ia diserang oleh beberapa makhluk-makhluk yang sangat menyeramkan, Bryan melepaskan Haura dan dia berusaha melawan beberapa makhluk yang ada di hadapannya. Makhluk-makhluk itu kemudian membuat lingkaran, melingkari Bryan membuat Bryan yang terperangkap di tengah-tengah mereka semua, Bryan bersiap untuk menerima serangan dari mereka.
"Siapa kalian semua? mengapa kalian menyerangku? apa tujuan kalian, dan siapa yang menyuruh kalian?" Bryan melontarkan begitu banyak pertanyaan kepada para makhluk menyeramkan itu.
Para makhluk itu tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Bryan, membuat Bryan semakin bersiaga, dia tidak mau kalah dalam pertempuran ini, dia harus menyelamatkan Haura demi tujuannya selama ini dan demi cintanya.
"Lawan aku jika kalian ingin menyerangku?" kata Bryan dengan nada suara yang keras.
Mereka mulai melawan Bryan, satu lawan satu, membuat Bryan merasa jengah, karena pertempuran satu lawan satu sangatlah ringan bagi Bryan.
"Cepat kalian maju semuanya! pertemuan seperti ini hanya memakan waktu, jika kalian semua maju ini akan mempercepat aku menghabisi kalian semua!" Bryan menantang mereka semua.
Sesekali Bryan yang terjatuh, tetapi dia berusaha untuk bangkit lagi, Bryan dengan cepat mengeluarkan beberapa jurus untuk menyelesaikan pertarungan ini, dia tidak ingin Haura semakin jauh darinya, dia juga sekali melihat Haura dari sudut ekor matanya.
"Haura bertahanlah, Haura! aku mohon lindungilah dirimu sendiri saat ini!" doa yang memejamkan matanya sambil bergumam sendiri dan ia mulai menyiapkan kuda-kudanya.
Melawan mereka semua, sedangkan Haura terus berjalan menuju sebuah jurang. Bryan melawan mereka sambil perasaannya yang sangat khawatir, dan tiba-tiba ada beberapa hantu datang lagi. Bryan makin panik beberapa hantu yang cukup banyak sekali menghampiri mereka, tapi ternyata kekhawatiran Bryan tidak terjadi, para hantu itu membantu Bryan mengalahkan makhluk-makhluk jahat.
Bryan mendapatkan kesempatan untuk menolong Haura, karena salah satu hantu yang memimpin mereka, memberi kode kepada Bryan untuk meninggalkan dan menyerahkan makhluk-makhluk jahat itu kepada mereka.
__ADS_1
"Haura!" Bryan kembali meraih Haura, dia menarik tubuh Haura, ia melingkarkan tangannya di pinggang Haura.
Bryan membisikkan sesuatu di telinga Haura, membuat Haura sedikit tersadar, tetapi tiba-tiba mata kosongnya kembali, akhirnya Bryan memeluk Haura, dia kembali membisikan nama Haura dan memberitahukan,.bahwa dia adalah Bryan dan berakhir mengungkapkan rasa cintanya kepada Haura.
"Haura, dengarkan Aku! aku, mencintaimu, Aku tidak ingin kehilangan dirimu!" bisik Bryan.
"Jadi kamu sangat mencintai dia? sungguh?" tanya sosok yang sangat dia kenal.
Bryan terkejut dengan kedatangannya, dengan mengerutkan kedua alis matanya Bryan mulai menyelidik.
"Kenapa kamu di sini?!"
"Susan!" lanjutnya dengan menyebut nama sosok dihadapannya.
.
.
.
hai semuanya,,, baca terus keseruan kisah Haura dan Bryan.
__ADS_1
aku juga mau merekomendasikan novel karya temanku.