Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Mencari cara


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Kiki. Lidya akhirnya menemukan cara untuk membuat kakak sepupunya itu bisa kembali mengingat sosok Haura.


Lidya merasa Haura pantas untuk diingat dan dia tidak mau kalau Bryan terus menempel dengan wanita yang sudah pernah mengkhianati cinta.


"Lihat saja aku akan membuat dia menangis karena sudah menjadi wanita jahat. Seenaknya saja dia membuat Kak Bryan kembali menempel dengannya." Lidya menutup kotak bedak miliknya.


Lidya akan pergi ke suatu tempat. Dia ingin menemui seseorang yang bisa membantunya memberikan solusi untuk masalah yang sedang dia hadapi.


Lidya juga bingung terhadap tantenya yang tidak mencari cara agar Bryan dan kekasih yang sudah mencampakkan anaknya itu tetap berada di sekitar Bryan.


Lidya saja sangat geram terhadap mantan ke kasih kakaknya itu.


Lidya terus mengendarai mobilnya hingga dia berada di sebuah rumah yang tidak jauh dari komplek rumahnya. Rumah pria paruh baya itu hanya berbeda beberapa gang saja. Pria itu pula yang sejak awal merawat Bryan pasca kecelakaan.

__ADS_1


Lidya keluar dari dalam mobilnya dan melepas kacamata yang dikenakannya. Lidya langsung disambut oleh seorang pelayan dan mengantarkan dirinya kepada pria yang dicarinya.


"Selamat datang, Lidya." Pria itu merentangkan tangannya dan Lidya menyalaminya.


"Apa kabar om?" tanya Lidya kepada pria paruh baya yang rambutnya sudah mulai memutih.


"Om, Baik. Kamu sendiri bagaimana? Baikkan? Kemari bukan ada sesuatu masalah'kan?" tanya Agung.


Agung adalah dokter spesialis Neurologi. Lidya harus memastikan kondisi saraf kakaknya agar dia bisa menjalankan rencana.


Lidya tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan tentang Bryan. Dia ingin tahu secara detail dulu kondisi kakak sepupunya itu.


"Sebenarnya keadaannya baik-baik saja. Dia hanya tidak boleh berpikir terlalu berat. Jika kamu membangunkan saraf yang tertidur. Kamu pasti sudah tau resiko terbesarnya. Keadaan bisa membuatnya buruk dia . Namun, bisa jadi membaik hanya saja presentasenya sangat kecil yaitu sepuluh persen." Agung menjelaskan kondisi terburuknya terlebih dahulu.

__ADS_1


Lidya kembali merenungi apa yang akan dia lakukan terhadap Bryan.


"Sekarang kamu harus perlahan membangunkan saraf yang tertidur itu. agar dia terbangun dengan sempurna." Pesan Agung.


Lidya mendapatkan ide untuk membangunkan saraf yang tertidur itu. Dia akan membangunkannya dengan lembut dan perlahan agar Bryan tetap dalam kondisi baik, tapi bisa tetap mengingat hal yang pernah terjadi di luar alam sadarnya.


Lidya kembali ke rumahnya. Minggu ini dia mengambil cuti dua hari kemarin dan hari ini.


Lidya di dalam perjalanannya membayangkan beberapa hal yang sedang dia rencanakan. Di kadang tertawa biasa namun, terkadang dia sangat kegirangan.


Lidya tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat Bryan kembali mengingat semua tentang Haura.


"Kamu tenang saja Haura. Aku akan membantumu untuk membuat Kak Bryan mengingat dirimu lagi." Lidya menginjak pedal gas mobilnya lebih cepat lagi.

__ADS_1


Dia ingin segera sampai di rumah dan akan membuat beberapa catatan rencana. Dia akan membuat list beberapa rencananya. Dia ingin mencoba satu-satu dan ingin mengetahui momen seperti apa yang akan bisa membangkitkan si saraf yang sedang tertidur itu.


"Kita lihat saja. Aku akan pastikan Kak Bryan mengingat semuanya dan aku pastikan kamu akan ditendang dari sisi Kak Bryan." Lidya memicingkan kedua matanya


__ADS_2