
Bryan yang sudah kembali ke posko pengungsian, langsung mencari keberadaan Haura, dia ingin menunjukkan apa yang dia dapatkan.
namun setelah mencari kesana kemari, Haura tidak terlihat, Bryan terus mencari, dan bertanya kepada orang yang mengenal Haura.
Jack bertemu dengan Bryan, lalu bertanya mengapa wajahnya sangat cemas, lalu Bryan menjelaskannya.
"Haura?! aku tadi melihat dia di sekitar sini." Jack ikut celingukan mencari Haura.
"Aku akan coba mencarinya! haaah wanita ini ditengah keadaan seperti ini, kemana dia pergi!" gerutu Jack sambil membantu mencari Haura.
Jack sebenarnya cukup perhatian terhadap rekan kerjanya, hanya jasa dia tidak suka diganggu apalagi saat sedang melakukan pemeriksaan fisik dengan perawat atau dokter yang suka rela menyerahkan tubuhnya.
"Haura!" teriak Jack.
Bryan dan Jack menyusuri sekitar posko pengungsian, Bryan bahkan tidak bisa mendengar suara hati Haura, biasanya dia bisa mendengarnya saat mencari keberadaan Haura.
"Haura! kamu dimana?" teriak Bryan sambil meletakkan kedua tangannya di samping wajah nya.
Bryan tak menyerah, meski mata hari sudah menunjukkan sore hari, dia tetap mencarinya, keadaan sudah sangat gelap, karena mereka berada di atas gunung, membuat suasana sore sudah cukup menunjukkan gelapnya.
*****
"Siapa kamu!" teriak Haura.
"Haura! aku adalah hantu yang tidak perlu kau ketahui siapa aku atau bagaimana wujudku!" ujar wanita hantu itu kepada Haura.
Haura merasa wanita itu pernah dia lihat sebelumnya, tapi dia lupa, suaranya pun sudah pernah terdengar di telinganya, tapi entah kenapa Haura tidak bisa mengingatnya.
"Apa mau mu?!" tanya Haura.
"Aku mau! kamu menjauhi Bryan! jangan pernah mencarinya! aku benci kamu berada di sekitar dirinya!" jelas sang hantu.
__ADS_1
Haura menggeleng. "Aku tidak bisa melakukannya, kami terikat perjanjian dan kami juga terikat pernikahan, bahkan cincin di jari manis ku pun, tidak dapat aku lepas, dia selalu menempel!" kelas Haura.
kekesalan hantu wanita itu memuncak, dia mendekati Haura, dan ternyata Haura sama sekali tidak takut dengan kehadirannya.
"Jangan pikir aku bodoh! aku tahu, kamu ingin. mengacaukan pikiranku dan membuatku merasa ketakutan! benarkan?!" Haura maju satu langkah mendekat ke arah hantu wanita.
wanita itu terlihat terkejut, tidak biasanya seorang manusia tidak takut melihat wajahnya yang menyeramkan itu.
*****
Bryan baik keatas gunung lebih tinggi lagi, dia akan terus mencari keberadaan Haura meski malam sudah datang.
"Aku tidak akan menyerah! aku pasti akan menemukanmu Haura!" gumamnya.
"Hah ... Hah ..." Bryan mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
Bryan istirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaganya lagi.
Bryan mengira-ngira kenapa Haura pergi dan berusaha berpikir kemana perginya wanita itu.
*****
Haura masih berhadapan dengan hantu wanita itu, dia tak ada sedikitpun rasa takut, baginya ruang operasi dan gagal menyelamatkan nyawa pasien adalah hal paling menakutkan baginya.
"Dengar! siapapun kamu! aku tidak akan pernah takut! kamu adalah hantu, makhluk kasat mata yang kedudukannya lebih rendah dari manusia!" ujar Haura
"Hahahaaaa ... Manusia memang sangat sombong! tidak pernah mau mengalah, tidak pernah mau mengakui kekurangannya dan kesalahannya!" teriaknya kesal.
"Ooh mungkin itu manusia seperti dirimu saat masih hidup! manusia sepertiku tidak seperti yang kamu ucapkan tadi! keberanian bukanlah kesombongan!" timpal Haura.
Hantu wanita itu terdiam, dia semakin merasa kesal setelah menerima jawaban dari Haura.
__ADS_1
Dia kemudian menggerakkan tangannya dan seketika Haura merasa lehernya terlilit sesuatu, lilitan itu membuat dirinya sesak tak bisa bernafas dengan bebas.
"A-apa yang kamu lakukan?" Haura bicara sambil tersengal-sengal.
"Aku ingin kamu mati! aku tidak mau ada wanita lain yang berada di sisi Bryan!" kata hantu itu sambil melotot kearah Haura.
Haura merasa semakin tercekik, dia tidak bisa bernafas sama sekali.
Haura melemas, tubuhnya yang tak bisa mendapatkan oksigen, membuat tubuhnya terkulai di tanah.
"Ini akibat kesombongan mu Haura! kamu berani-beraninya melawanku! Susan!" ucapnya.
Susan membawa tubuh Haura pergi, dia tidak mau ada yang menemukan Haura, dia harus segera menyingkirkan Haura.
"Kalian! halangi siapapun yang datang mencari wanita ini!" perintah Susan kepada beberapa hantu lainnya yang menjadi anak buahnya.
tubuh Haura dibawa oleh Susan sampai ke dalam hutan.
*****
"Si Haura kemana sih? udah sampe malem begini belum juga balik!" gerutu Jack yang tidak menemukan Haura.
Jack akhirnya kembali ke posko pengungsian, dia sudah buntu dengan pencariannya.
"aku istirahat saja! tidak perduli dengan Haura! mau hilang atau tidak, siapa suruh berkeliaran sendirian!" Jack merebahkan tubuhnya.
.
.
.hai semua baca novel karya teman ku ya... seru banget...
__ADS_1