Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Dinding pembatas


__ADS_3

Haura dan Bryan tidak bisa saling bertemu lagi, mereka terhalang dinding yang sangat tebal, dinding penghalang antara dunia manusia dengan dunia para arwah, Bryan tidak bisa mendekati Haura, Haura tidak bisa lagi melihat mahkluk kasat mata.


"kemana Bryan? kenapa aku tidak melihat dia belakangan ini?" Haura mencari-cari sosok Bryan dimana pun dia berada.


"Ra!" tepuk seseorang.


"Bryan!" teriak Haura sambil menoleh.


"Bryan? siapa?" kata Kiki yang ternyata memanggil Haura tadi.


"Kiki! ngagetin ajah sih!" kesal Haura.


"kenapa? ada yang salah? biasa juga begini dan enggak masalah?!" Kiki menjadi bingung dengan sikap sahabatnya itu.


"sorry ... sorry!" ujar Haura sambil memegang keningnya dan sedikit menggaruknya.


Haura terlihat begitu kebingungan, dia bahkan bertingkah tidak seperti biasanya.


"kenapa sih Ra? ada masalah?" tanya Kiki sambil menghentikan gerakan Haura yang mondar mandir tidak karuan.


"enggak kok!" jawabnya dan mulai fokus.


"Ra! Bryan siapa?" tanya Kiki


"B- Bryan? si- siapa?" Haura menjadi gugup.


Haura tidak boleh keceplosan menceritakan tentang Bryan yang menjadi suaminya karena sebuah perjanjian yang mengikat antara dia dan Bryan.


"ya Bryan, nama yang tadi kamu sebut Ra!" ujar Kiki.


"Oooh ... itu pasien ... Iyah pasien, biasa lagi kepikiran pasien!" jawab Haura dengan wajah bohongnya.


"Ya udah, kita langsung pergi sekarang?" ajak Kiki.


Haura kemudian mengikuti kiki, dia dan sahabatnya itu akan pergi kesebuah pesta pernikahan, karena Kiki belum memiliki pasangan, sehingga dia mengajak pergi Haura.


"kamu tidak keberatan, aku ajak pergi?" tanya Kiki kepada Haura saat Meraka berada di dalam mobil.


"aku tidak keberatan, asalkan ada makanan gratis masuk ke dalam perutku! sudah dua hari aku tidak makan enak!" kata Haura sambil mengerucutkan bibirnya.


"Waaaah! apa akhir-akhir ini kamu suka makan enak?" tanya Kiki.


"tentu dong!" jawab Haura.

__ADS_1


"aku tidak percaya!" ledek Kiki.


Haura kembali mengerucutkan bibirnya, bahkan dia juga memberikan tatapan maut kepada Kiki.


"Jangan menatap seperti itu kepadaku! kamu membuatku menjadi takut!" Kiki merasakan kemarahan Haura.


Haura langsung terkekeh karena melihat sahabatnya ketakutan dengan tatapan matanya.


Kiki adalah sahabat pria pertama untuk Haura, dia berteman cukup lama, sehingga mereka berempat akhirnya memutuskan bersahabat.


Kiki jadi ikut tertawa karena ternyata lagi-lagi dirinya terkena tipu daya Haura, si wanita yang suka bercanda dan membuat hati Kiki tergoda.


"kenapa pria ini terlihat menyukai Haura? apa kini sainganku bertambah satu lagi? Marco saja sudah begitu merepotkan! ditambah lagi pria ini!" keluh Bryan yang duduk di bangku penumpang.


Bryan sejak tadi mengikuti kemanapun Haura pergi, Bryan memanggil Haura tapi Haura tidak mendengarnya, Bryan juga berusaha menyentuhnya tapi tidak bisa, semua kejadian itu membuat pikiran Bryan menjadi kacau.


"Haura! Hauraaaa!" Bryan kembali berteriak di telinga Haura tapi tetap diacuhkan.


Kiki dan Haura tiba di sebuah salon, Kiki mengajak Haura ke salon langganan bundanya untuk mendandani Haura.


menginjakkan kaki di sebuah salon yang terkenal, baru pertama kali ini Haura mengunjungi salon kelas atas.


"dandani dia, buat dia menjadi wanita tercantik!" perintah Kiki kepada penata rias salon.


selesai dengan menata rambut, Haura mengganti pakaiannya, dia memakai pakaian yang diberikan oleh Kiki.


"Waaaaaw!"


"Waaaw!"


Kiki dan Bryan sama-sama terkesima dengan pahatan tuhan yang begitu indah, Haura sangat sempurna sebagai seorang wanita, membuat beberapa pria yang berada di dekatnya menjadi memiliki perasaan, bahkan yang tadinya sudah bucin dengan kekasihnya, bisa dengan mudah berpaling ketika melihat kecantikannya.


"perfecto" puji Kiki sambil mengacungkan kedua jempol nya.


Haura menjadi semakin percaya diri, bukan kali pertama dia pergi kesebuah acara bersama Kiki, tapi baru kali ini dia pergi di hari kerja bukan saat libur, kalau saat libur pasti Haura akan berdandan sendiri dirumah.


*****


Bryan berusaha untuk bisa kembali menyentuh Haura, tapi entah mengapa dia tidak bisa menyentuh Haura.


"Aku harus mencari tahu, ada apa dengan Haura!" Bryan pergi ke dunia arwah dan berbicara dengan beberapa arwah.


Bryan berjalan menuju ruangan khusus, disana terdapat seorang dukun laki-laki yang sering dipanggil 'Ato Dalang', pria yang memberikan kesempatan kepada Bryan untuk bisa hidup kembali tapi dengan satu syarat, dia harus bisa membuat beberapa pasien koma sadar kembali dengan bantuan dokter yang kemampuannya setingkat dengan dirinya.

__ADS_1


"Di mana kakek tua itu!" rutuknya saat mencari Ato Dalang.


"Aku di sini!" Ato Dalang memukul kepala Bryan dari belakang.


"Jangan sebut aku kakek tua! aku bahkan tampak semuda dirimu!" kata Ato Dalang.


"Ck! sudah usia lanjut masih juga ingin diakui muda!" Bryan menarik salah satu sudut bibirnya keatas, dia menyeringai karena kesal kakek tua yang usianya sudah tua, tapi tetap tubuhnya muda.


Ato Dalang seorang dukun sakti pada zamannya, dia sudah hidup di dunia arwah selama seratus tahun, kalau di hitung dengan usia sebelum dia meninggal berarti sekarang usia Ato Dalang sekitar seratus empat puluh tiga tahun.


meninggal di usia empat puluh tiga tahun, membuat tubuh Ato Dalang tetap muda meski usianya melebihi seratus tahun.


Ato Dalang meninggal karena sebuah malapetaka yang dia buat sendiri, sebagai hukuman sebelum naik ke surga, dia diperintahkan harus bisa menyelamatkan seratus nyawa, dalam kurun waktu satu tahun, namun sayangnya setiap tahun dia tidak bisa menggenapkan jumlah nyawa yang ditolongnya, maka dari itu kini dia juga meminta bantuan Bryan yang koma, agar bisa menyelesaikan misinya.


"ada apa kamu kemari?" tanya Ato Dalang dengan kedua tangan ditaruh di belakang badannya.


"aku tidak bisa berkomunikasi dengan Haura!" jelasnya.


Ato Dalang langsung menatap Bryan.


"Tidak mungkin! seorang manusia yang sudah bisa melihat dan bersentuhan denganmu, tidak akan begitu saja kehilangan kemampuannya, bahkan seharusnya kemampuan itu meningkat, semakin sering dia bertemu dan bersentuhan dengan arwah, dia akan bisa melihat dunia arwah." Ato Dalang merasa heran.


kejadian seperti ini baru pertama kali dia alami, dan membuat dirinya kini kebingungan.


"Apa benar tidak pernah ada kasus serupa seperti ini?" tanya Bryan yang mendesak Ato Dalang untuk mengingat.


"Sebentar! aku ingat-ingat kembali!" Ato Dalang menaruh dua jarinya di depan dahinya dan memejamkan matanya agar bisa fokus berpikir.


setelah berpikir beberapa detik, dia kembali membuka mata dan mengingat sesuatu.


"Aku ingat! lima puluh tahun lalu, ada seorang dukun sakti, keluarga dukun itu seharusnya sudah aku musnahkan tujuh puluh tahun lalu, tidak mungkin ada pengurus generasi mereka! karena aku ditugaskan untuk memusnahkan semua keturunannya!" kata Ato Dalang setelah mendapat ingatan tentang kejadian di masa lampau.


"Dinding pembatas!"


.


.


.


.


.hai teman baca juga novel karya temanku, dijamin seru!

__ADS_1



__ADS_2