Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Menatapmu membuatku sakit


__ADS_3

Haura kembali ke rumah sakit. Dia bertugas siang ini karena memang ada beberapa operasi yang harus dia tangani. Haura masuk ke dalam ruangan kerjanya dan mengganti pakaian dengan pakaian dinas dokter. setelah selesai Haura kembali keluar dan bersiap dengan tugasnya sebagai seorang dokter spesialis.


Haura melihat beberapa kondisi di unit gawat darurat. Di sana ada beberapa pasien yang memerlukan penanganan medis segera.


"ada apa ini?" tanya Haura kepada perawat.


"dokter Haura. Untung dokter ada di sini. kami butuh bantuan dokter. ada seorang anak kecil yang harus segera diberi tindakan. dia terkena pisau karena sebuah tauran terjadi di jalanan." jelang perawat.


Haura sangat terkejut dan meminta perawat mengantarnya ke anak kecil itu. Haura melihat anak kecil berusia tujuh tahun itu mengeluarkan banyak darah di area bahunya.


"Segera ambil kain kasa. obat bius dan peralatan medis lainnya. kita harus lakukan operasi darurat di sini. kasihan dia kalau sampai kehabisan darah." perintah Haura.


perawat memberikan kain kasa terlebih dahulu untuk Haura agar bisa menghentikan pendarahan yang cukup signifikan. Haura menekan perlahan dan anak itu meringis kesakitan. untungnya anak itu bukan tipe cengeng sehingga Haura lebih mudah menghentikan darah.


Melihat anak kecil itu membuat Haura miris. dia pasti sangat ketakutan ketika lewat disekitar orang yang sedang tauran. Anak kecil itu menangis menahan rasa sakitnya.


"Nak, tetap sadar. aku mohon." Haura menepuk pelan pipi anak kecil itu agar dia tetap sadar.


"Apa yang kamu lakukan? kenapa tidak segera melakukan tindakan?" teriak seseorang kepada Haura.

__ADS_1


Haura menoleh dan dia lihat itu adalah Bryan. Dengan lantang pria yang sangat dicintai meneriakinya. Haura sangat terkejut melihat sikap Bryan yang sangat berbeda dari yang dikenalnya.


"Apa yang kamu lihat?" tanya Bryan dengan menatap Haura.


"Cepat berikan pertolongan kepada anak ini " lanjut Bryan dengan memberikan perintah ketika perawat sudah membawa peralatan medis yang diperlukan.


Haura yang awalnya bengong karena teriakan dari Bryan. langsung sadar ketika perawat menyenggol tangannya.


"Bantu aku." pinta Haura kepada perawat.


Dengar cepat Haura menggunting baju pada bagian lengan anak itu. Dia lalu membersihkannya dengan larutan garam untuk menghilangkan kotoran dan juga bekas darah yang menempel di kulit. untungnya luka yang diderita oleh anak itu tidak terlalu dalam sehingga tidak melukai otot atau saraf lengannya.


Haura selesai membersihkan luka langsung memberikan antibiotik untuk menghindari terjadinya infeksi. setelah selesai mengobati dia membalut luka sayat dengan perban anti air. Haura tidak perlu menjahitnya karena memang lukanya tidak memerlukan hal itu.


"Kamu adalah anak yang hebat." puji Haura sambil tersenyum lebar.


"Anakku." seorang ibu muda menghampiri ranjang sang anak.


Haura melihat betapa cemasnya sang ibu terhadap putranya yang mengalami kecelakaan.

__ADS_1


"Dokter bagaimana kondisi anak saya?" tanya ibu itu kepada Haura.


"Dia baik-baik saja. dia anak yang sangat kuat dan pemberani. lain kali, tapi harus lebih hati-hati. jika melihat hal berbahaya cepat sembunyi atau lari." pesan Haura sambil mencubit cemas pipi anak tersebut.


"Terima kasih dokter. berkat anda anak saya bisa ditangani dengan cepat." Ibu itu memegang tangan Haura untuk mengucapkan rasa terima kasihnya.


"terima kasih kakak dokter." ujar anak itu.


"Sama-sama." Haura menjawab dan dia lalu kembali ke tugasnya.


Haura melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan dia lihat kalau itu adalah jam dimana dia harus mempersiapkan operasi untuk pasien yang mengalami gagal jantung.


Haura berlari dan memeriksa ruang operasi. dia juga mempersiapkan timnya untuk segera bersiap. Haura sangat ingin berhasil dengan operasinya. dia sudah ratusan kali melakukannya dan tetap rasanya ada debaran hebat di dadanya ketika harus berhubungan dengan nyawa pasiennya.


Anggota keluarga yang menanti. Para dokter dan perawat yang berpartisipasi itu semua adalah tanggung jawabnya yang harus dia pikul selama menjadi seorang dokter.


apakah operasi Haura kali ini akan berhasil juga?


baca kisah lanjutannya besok.

__ADS_1


terima kasih


sarangheyo, gumawoyo🥰


__ADS_2