Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Memelukmu


__ADS_3

Haura keluar dari dalam posko, dia pergi kesebuah tempat untuk menenangkan dirinya, perasaan bersalah menyelimuti hati Haura, dia menghapus setiap air mata yang mengalir di pipinya.


"Kenapa aku sangat bodoh! kenapa! kenapa aku tidak bisa menghilangkan keraguanku sendiri terhadap kemampuanku!" Haura berteriak dengan sangat kencang.


melihat Haura, Bryan tidak mau menghampiri wanita itu saat ini, dia memberikan waktu kepada Haura untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Berteriak dan menangis lah, jika itu bisa mengurangi rasa sakit di hatimu!" ujar Bryan sambil memperhatikan Haura.


Haura terduduk lemas di atas tanah berumput, dia masih menyalahkan dirinya, menangis dan merutuki diri sendiri.


hampir satu jam lamanya Haura menangis dan merenung, sekarang dia sedang menarik nafas panjang, menghembuskan ya dengan perlahan dan menghapus setiap jejak air mata yang berada di wajahnya.


"Sudah selesai menangisinya?" Bryan berada di belakang Haura.


Haura berdiri dan dia langsung menatap Bryan.


"Kamu kemana saja! aku mencarimu! apa kamu tidak tahu kalau aku sangat kesulitan!" Haura memukul-mukul dada bidang milik Bryan.


"Maafkan aku!" jawab Bryan penuh rasa bersalah, padahal semua ini bukan kesalahannya tapi kelalaian kecil yang menyebabkan dirinya terhalang dinding.


"Aku tidak butuh maaf mu! aku butuh penjelasannya? kenapa kamu pergi? kenapa kamu menghilang? kenapa kamu tidak ada di sampingku!" Haura mulai melemah, pukulannya pun hampir tak sampai di tubuh Bryan.


Bryan langsung menangkap tangan Haura, digenggamnya erat dan dia menarik tubuh Haura ke arah tubuhnya, dia memeluk tubuh mungil Haura, merasa bersalah adalah hal wajar bagi seseorang yang melakukannya dengan sengaja atau tidak sengaja.


Bryan mengerti perasaan Haura saat ini, dia tau betul apa yang dirasakan istrinya untuk beradaptasi dengan pasien, keluarga pasien dan pasien dengan berbagai gejala yang harus kita tangani.


"Haura, dengarkan aku! kamu pasti tahu, setiap jiwa manusia adalah milik pencipta nya, kita di ciptakan oleh tuhan dengan berbagai macam takdir yang berbeda untuk setiap orangnya, jika kamu bersikap merasa bersalah! berarti kamu tidak percaya dengan keberadaan tuhan!" Bryan memeluk Haura lebih erat lagi.


Haura terus terisak, hanyut dalam rasa bersalahnya.


"Aku seharusnya menyelamatkan dengan segera, bukan hanyut dalam ketakutan ku!" Haura kembali menyalahkan dirinya lagi.


"Haura! sadarkan dirimu!" Bryan bicara dengan nada kencang.


Haura hanya terdiam dan melihat ke arah Bryan.


"Dengar! meski kamu menyelamatkannya, meyelamatkan keduanya, anak itu, akan tetap menjadi sebatang kara! karena ibunya tetap akan dipanggil oleh tuhan!"


Perkataan Bryan kini menyadarkannya, setiap manusia sudah ditetapkan tadinya, maut, jodoh, rezeki, semua telah disusun dengan begitu rupa oleh tuhan, tidak ada yang bisa menolak kehendak-nya.


"Lebih baik, sekarang kamu rawat bayi itu, setelah itu kita bawa dia ke panti asuhan!" kata Bryan memberi usul.


"Panti asuhan?" mata bola Haura bergerak ke kanan dan ke kiri, dirinya yang masih tidak stabil, bahkan tidak bisa mencerna dengan cepat perkataan orang lain.


"Jangan! kasihan dia, apa kita tidak bisa menjaganya?" tanya Haura kepada Bryan.


"Haura! jangan konyol! kamu bahkan sibuk bekerja, mana bisa mengurus bayi!" sentak Bryan.

__ADS_1


Haura kembali terdiam mendengar perkataan Bryan, dia tidak terpikirkan tentang hal itu.


"Tenangkan dirimu, berpikirlah dengan jernih, jangan mengambil keputusan yang gegabah!"


Haura mengangguk, dia setuju dengan apa yang dibicarakan oleh Bryan.


"Jangan lagi pergi dariku!" Haura kembali memeluk Bryan.


Haura dan Bryan kembali bertemu, Haura dan Bryan masih tidak menyadari apa yang terjadi, tentang pertemuan dirinya dengan Haura lagi.


*****


Malam terlah tiba, para warga bersiap untuk kembali ke posko pengungsian, begitu juga Haura dan Bryan.


"Hei!" panggil Jack.


"Aku?" tanya Bryan dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Iyah kamu! kenapa kamu bisa terus menempel dengan gadis ini?" tanya Jack penuh selidik.


"Apa dia bisa melihatmu?" tanya Haura dengan berbisik.


"Bisa! aku mengizinkan mereka semua melihatku, agar aku bisa membantumu mengurus mereka yang sakit!" jelas Bryan dengan berbisik juga.


"Heeei! kenapa kalian malah bisik-bisik? kalian kira kita sedang rekaman video klip bisik-bisik tetangga?!" Jack malah melucu tapi terdengar garing.


"Kamu, mengenalnya Haura?" tanya Jack dengan menatap wajah Haura.


"Ya! kenapa?" tanya Haura.


"Hati-hati! siapa tau dia pria mesum!" kata Jack dan pergi meninggalkan mereka.


Haura dan Bryan ternganga, dia tidak menyangka Jack bicara begitu, seakan tidak bercermin kepada dirinya sendiri yang seorang dokter mesum di rumah sakit.


"Dia ... dia apa tidak sadar diri?!" Bryan menunjuk-nunjuk Jack yang sudah hampir tak terlihat.


"Sudah-sudah tidak perlu dihiraukan perkataannya, anggap sama orang RSJ lagi bicara!" Haura menurunkan tangan Bryan yang masih terus menunjuk ke arah Jack.


Bryan masih kesal dengan perkataan dokter mesum itu, dia bahkan ingin sekali memecat Jack, dia tidak mau rumah sakit yang dibangun dengan nama yang bersih dan niat yang suci, tercemar dengan kelakuan kotor dokter-dokter yang sering berkeringat karena berpacu kuda di tengah-tengah tugas mereka.


Bryan dan Haura masuk ke dalam posko pengungsian, di sana terlihat beberapa warga yang meringis kesakitan dan anak-anak yang menangis mungkin karena kedinginan atau lapar.


"Bisakah kamu meminta ibumu datang membawa barang-barang yang mereka butuhkan?!" kata Haura tiba-tiba sambil terus melihat sekitar.


"Mamaku?" tanya Bryan.


"Hmm" Haura mengangguk perlahan.

__ADS_1


"bagaimana bisa? aku kan yang dia tahu sedang berbaring koma di rumah sakit!" kata Bryan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"bisa saja! kamu bilang kalau kamu adalah Bryan nya, tunjukkan bukti yang membuatnya percaya, jika dia percaya, mintalah kebutuhan untuk mereka, ibumu kan sangat kaya!" kata Haura dengan entengnya.


"Kau ini!" Bryan hampir saja ingin memukul Haura, tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Aku akan segera kembali!" kata Bryan


Bryan langsung menghilang dari pandangan Haura.


*****


Bryan tiba di kamarnya, arwah yang spesial, membuat dia memiliki kemampuan untuk kemana saja dan berbuat sesuka hatinya.


Bryan mengambil sesuatu dari dalam kotak hitam, yang dia simpan di dalam lemarinya, kotak yang tidak pernah orang lain tahu.


"Ketemu!" Bryan menemukan isi dari dalam kotak hitam itu.


dia langsung pergi dari kamarnya, dia ingin segera bertemu dengan Haura dan menunjukkannya.


*****


"Disebelah sini! di sini masih banyak tempat!" teriak Jack sambil mengatur pengungsi.


Jack sama sekali tidak senang dirinya di tempatkan di tempat terpencil, apalagi tempat ini terjadi bencana alam.


"Aku muak sekali di sini! terlebih lagi aku harus di sini bersamamu!" sungutnya kearah Haura.


"Memangnya, kamu kira, aku suka satu tugas dengan dokter mesum seperti dirimu!" kata Haura penuh kesal.


Haura menyingkir dari dahapan Jack, dia berjalan menyusuri posko satu persatu untuk mengetahui kondisi para warga.


namun saat dia hendak meneruskan langkahnya, sosok perempuan menghadang jalannya.


"Siapa kamu?!". tanya Haura kepada perempuan itu.


.


.


.


.hai semua baca novel karya teman ku ya... seru banget...



.

__ADS_1


__ADS_2