Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Wanita cuek


__ADS_3

Haura menghampiri Kiki, dia menemui Kiki sepagi ini, tidak biasanya, tapi Kiki merasa senang Haura ada di hadapannya.


"Waooow, dokter kita, sepagi ini ada waktu untuk menemuiku?" goda Kiki sambil melihat kearah wajah Haura.


"Aku sedang tidak ingin bercanda!" keluh Haura.


"Duuuh, gitu ajah marah!" Kiki menyentuh dagu Haura, tapi dengan sigap Haura menghindar.


"Kenapa sih? pagi-pagi kok muka udah kayak baju enggak di gosok?!" Kiki kembali menyerang Haura.


"Idah ah, pulang lagi ajah!" Haura membalikkan badannya dengan gerak lesu.


"Iyah ... Iyah, maaf." maksud hati Kiki mau menghibur tapi malah membuat Haura kesal.


"Kenapa? jawab dulu dong!" tanya Kiki


"Sambil sarapan boleh? laper!" Haura mengelus perutnya.


Kiki melihat kearah perut Haura yang rata, dia mulai merasa geli dengan kelakuan sahabatnya yang satu ini, tapi dia mengurungkan niatnya untuk tertawa, karena suasana hati Haura yang sedang di landa awan mendung.


"Ayok!" Kiki mendorong tubuh Haura sambil berjalan dibelakang.


Haura dan Kiki mampir di sebuah ruko yang menjual aneka sarapan pagi.


"Kedai 'sarapan pagi, Mang Ujo', paling top seantero komplek!" bangga Kiki dengan memamerkan kedai mang ujo.

__ADS_1


Haura memesan ketupat sayur, sedangkan Kiki memesan bubur ayam kesukaannya tanpa kecap.


"Hmmm ... enak!" puji Haura.


"Nambah?" tanya Kiki.


"Enggak, nanti bukannya cerita malahan ngantuk lagi!" kata Haura sambil terus menyeruput kuah sayur.


Kiki tersenyum melihat Haura makan, dia sangat kagum dengan Haura, cantik, pintar, seorang dokter, tapi tidak jaim, tipe wanita yang sangat disukai olehnya.


"Ki! kak Marco, beberapa hari lalu bilang kalo dia suka sama aku!" cerita Haura.


"Uhuk!" Kiki tersedak.


"Dia mengutarakan isi hatinya? serius?!" tanya Kiki tak percaya.


"Serius!" Haura berkata sambil menganggukkan kepalanya.


"Gila! cowo kurang ajar juga dia! dilihat dari penampilan bermartabat banget! taunya playboy juga!" umpat Kiki dalam hati.


"Terus, ditanggapi apa?" tanya Kiki penasaran dengan kelanjutan cerita Haura.


"Ya, tolak lah, kita kan sama-sama tahu, kalau kak Marco itu punya pacar." Haura kembali menyuap.


Haura bercerita sambil terus menikmati sarapan lontong sayurnya, sedangkan Kiki, berhenti makan sejak mendengar cerita Haura.

__ADS_1


"Terus, dia marah?" tanya Kiki semakin penasaran.


"Enggak, dia malahan kasih kalung, katanya bentuk dari rasa bangganya, karena aku udah menjadi dokter yang baik," jawab Haura.


"Kalung?" tanya Kiki sambil mengangkat satu alisnya.


"Iyah ... kalung, dia kasih kalung sebelum bilang suka, pas ditolak, dia minta ttp kalungnya diterima." Haura selesai makan dan meneguk minumannya.


"Terus?" tanya Kiki sambil menatap lurus kearah Haura yang duduk didepannya.


"Terus! buburnya abisin! terus anter ke rumah sakit!" pinta Haura.


Kiki langsung menormalkan detak jantungnya, dia yang tadi merasa kesal mulai mencoba tenang.


Kiki melanjutkan sarapan paginya dengan cepat, dia ingin segera mengantar Haura ke rumah sakit tempat kedua sahabatnya bekerja sebagai seorang dokter.


"Ayo kerumah dulu! aku kesini enggak bawa mobil!" kata Kiki sambil bangun dari tempat duduknya.


"Iyah, tahu kok, masa Iyah, joging pake mobil!" Haura melempar pandangan meledek.


Kiki semakin gemas dengan ekspresi Haura, dia tidak menyangka kalau Haura begitu cantik.


Kiki membayar makanan dan minuman mereka, lalu Kiki dan Haura berjalan santai sampai rumah Kiki.


rumah megah, dengan konsep istana Barbie dibuat oleh ibu Kiki, Kiki yang anak satu-satunya, membuat rumah itu terasa sangat besar, padahal dirumah itu terdapat beberapa kamar, dulu rencananya mama Kiki ingin punya anak lima, tapi sayang peranakan mama Kiki tidak sehat, sehingga hanya bisa memiliki satu anak saja, yaitu Kiki.

__ADS_1


__ADS_2